Hari 1: Pasal 12 - PENCOBAAN
6 September 2026 · Hari 1

Hari 1: Pasal 12 - PENCOBAAN

Halaman 107-108 | Pasal 12, Paragraf 1-5 | KSZ1 107.1-KSZ1 108.2

Ayat Inti

Matius 4:4

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 107.1 Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, dari Sungai Yordan lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” Ucapan Markus masih lebih tegas lagi. Katanya, ‘’Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar.” “Selama di situ Ia tidak makan apa-apa.”

KSZ1 107.2 Ketika Yesus dibawa ke padang belantara untuk digoda, Ia dibawa oleh Roh Allah. Ia tidak mengundang penggodaan. Ia pergi ke padang belantara untuk mengasingkan diri, untuk merenungkan tugas serta pekerjaan-Nya. Oleh puasa dan doa Ia harus mempersiapkan diri-Nya untuk jalan berlumuran darah yang mesti ditempuh-Nya. Tetapi Setan mengetahui bahwa Juruselamat telah pergi ke padang belantara, dan pikirnya inilah saat yang terbaik untuk menghampiri Dia.

KSZ1 107.3 Nasib besar dunia ini dipertaruhkan dalam perjuangan antara Raja Terang dan pemimpin kerajaan kegelapan. Setelah menggoda manusia kepada dosa, Setan mengaku dunia ini sebagai miliknya, serta menyebut dirinya raja dunia ini. Setelah menyesuaikan bapa dan ibu kita manusia dengan sifat-sifatnya sendiri, ia bermaksud hendak mendirikan kerajaannya di dunia ini. Ia mengatakan bahwa manusia telah memilih dia sebagai rajanya. Oleh pengendaliannya atas manusia, ia memegang kekuasaan atas dunia ini. Kristus telah datang hendak membuktikan bahwa pengakuan Setan itu tidak benar adanya. Sebagai Anak manusia, Kristus akan bersikap setia kepada Allah. Demikianlah akan ditunjukkan bahwa Setan belum memperoleh kekuasaan yang sepenuhnya atas umat manusia, dan bahwa pengakuan haknya atas dunia ini palsu adanya. Semua orang yang mengingini kelepasan dari kuasanya akan dibebaskan. Kerajaan yang telah dihilangkan oleh Adam karena dosa akan dipulihkan.

KSZ1 108.1 Sejak pengumuman kepada ular di Taman Eden dahulu kala, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya,” Kej. 3:15, Setan telah mengetahui bahwa ia tidak berkuasa penuh atas dunia ini. Ada kelihatan di dalam manusia bekerjanya kuasa yang menentang kekuasaannya. Dengan perhatian yang besar diperhatikannya korban-korban yang dipersembahkan oleh Adam dan anak-anaknya. Di dalam upacara-upacara ini ia melihat suatu lambang hubungan antara bumi dan surga. Ia bertindak untuk memutuskan hubungan ini. Ia salah melukiskan tentang Allah serta salah menafsirkan upacara-upacara yang menunjuk kepada Juruselamat itu. Manusia dituntun untuk takut akan Allah selaku Pribadi yang suka melihat kebinasaan mereka. Korban yang sebenarnya harus menyatakan kasih-Nya itu, dipersembahkan hanya untuk memadamkan murka-Nya. Setan membangkitkan nafsu manusia supaya dapat memperkukuh kekuasaannya atas mereka itu. Ketika sabda Allah yang tertulis diberikan, Setan mempelajari nubuatan-nubuatan tentang kedatangan Juruselamat. Dari generasi kepada generasi berikut ia bekerja untuk membutakan orang terhadap segala nubuatan ini, supaya mereka menolak Kristus pada kedatangan-Nya.

KSZ1 108.2 Pada kelahiran Yesus, Setan tahu bahwa Seorang telah datang dengan tugas Ilahi untuk menggugat kekuasaannya. Ia gemetar ketika mendengar kabar malaikat yang menyaksikan kekuasaan Raja yang baru lahir itu. Setan tahu betul kedudukan Kristus di surga sebagai Kekasih Bapa. Perihal Anak Allah harus datang ke dunia ini selaku seorang manusia, memenuhi dia dengan keheranan dan ketakutan. Ia tidak sanggup menduga rahasia korban yang besar ini. Jiwanya yang mementingkan diri itu tidak dapat mengerti kasih serupa itu bagi umat yang terperdaya itu. Kemuliaan dan damai surga, serta kegirangan persekutuan dengan Allah, dipahami oleh manusia dengan samar-samar saja; akan tetapi semuanya itu diketahui benar oleh Lusifer, kerubium yang menaungi itu. Semenjak ia kehilangan surga, ia telah bertekad untuk membalas dendam oleh menyebabkan orang-orang lain turut dalam kejatuhannya itu. Hal ini akan diusahakannya oleh membuat mereka menaruh nilai rendah atas perkaraperkara surgawi, serta menaruh hati kepada perkara-perkara duniawi.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

6 September 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 12 - PENCOBAAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 107-108 | Pasal 12, Paragraf 1-5 | KSZ1 107.1-KSZ1 108.2

Ayat Inti:
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-10-hari-1-2026-09-06

Teks Lengkap:

Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, dari Sungai Yordan lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” Ucapan Markus masih lebih tegas lagi. Katanya, ‘’Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar.” “Selama di situ Ia tidak makan apa-apa.” [KSZ1 107.1]

Ketika Yesus dibawa ke padang belantara untuk digoda, Ia dibawa oleh Roh Allah. Ia tidak mengundang penggodaan. Ia pergi ke padang belantara untuk mengasingkan diri, untuk merenungkan tugas serta pekerjaan-Nya. Oleh puasa dan doa Ia harus mempersiapkan diri-Nya untuk jalan berlumuran darah yang mesti ditempuh-Nya. Tetapi Setan mengetahui bahwa Juruselamat telah pergi ke padang belantara, dan pikirnya inilah saat yang terbaik untuk menghampiri Dia. [KSZ1 107.2]

Nasib besar dunia ini dipertaruhkan dalam perjuangan antara Raja Terang dan pemimpin kerajaan kegelapan. Setelah menggoda manusia kepada dosa, Setan mengaku dunia ini sebagai miliknya, serta menyebut dirinya raja dunia ini. Setelah menyesuaikan bapa dan ibu kita manusia dengan sifat-sifatnya sendiri, ia bermaksud hendak mendirikan kerajaannya di dunia ini. Ia mengatakan bahwa manusia telah memilih dia sebagai rajanya. Oleh pengendaliannya atas manusia, ia memegang kekuasaan atas dunia ini. Kristus telah datang hendak membuktikan bahwa pengakuan Setan itu tidak benar adanya. Sebagai Anak manusia, Kristus akan bersikap setia kepada Allah. Demikianlah akan ditunjukkan bahwa Setan belum memperoleh kekuasaan yang sepenuhnya atas umat manusia, dan bahwa pengakuan haknya atas dunia ini palsu adanya. Semua orang yang mengingini kelepasan dari kuasanya akan dibebaskan. Kerajaan yang telah dihilangkan oleh Adam karena dosa akan dipulihkan. [KSZ1 107.3]

Sejak pengumuman kepada ular di Taman Eden dahulu kala, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya,” Kej. 3:15, Setan telah mengetahui bahwa ia tidak berkuasa penuh atas dunia ini. Ada kelihatan di dalam manusia bekerjanya kuasa yang menentang kekuasaannya. Dengan perhatian yang besar diperhatikannya korban-korban yang dipersembahkan oleh Adam dan anak-anaknya. Di dalam upacara-upacara ini ia melihat suatu lambang hubungan antara bumi dan surga. Ia bertindak untuk memutuskan hubungan ini. Ia salah melukiskan tentang Allah serta salah menafsirkan upacara-upacara yang menunjuk kepada Juruselamat itu. Manusia dituntun untuk takut akan Allah selaku Pribadi yang suka melihat kebinasaan mereka. Korban yang sebenarnya harus menyatakan kasih-Nya itu, dipersembahkan hanya untuk memadamkan murka-Nya. Setan membangkitkan nafsu manusia supaya dapat memperkukuh kekuasaannya atas mereka itu. Ketika sabda Allah yang tertulis diberikan, Setan mempelajari nubuatan-nubuatan tentang kedatangan Juruselamat. Dari generasi kepada generasi berikut ia bekerja untuk membutakan orang terhadap segala nubuatan ini, supaya mereka menolak Kristus pada kedatangan-Nya. [KSZ1 108.1]

Pada kelahiran Yesus, Setan tahu bahwa Seorang telah datang dengan tugas Ilahi untuk menggugat kekuasaannya. Ia gemetar ketika mendengar kabar malaikat yang menyaksikan kekuasaan Raja yang baru lahir itu. Setan tahu betul kedudukan Kristus di surga sebagai Kekasih Bapa. Perihal Anak Allah harus datang ke dunia ini selaku seorang manusia, memenuhi dia dengan keheranan dan ketakutan. Ia tidak sanggup menduga rahasia korban yang besar ini. Jiwanya yang mementingkan diri itu tidak dapat mengerti kasih serupa itu bagi umat yang terperdaya itu. Kemuliaan dan damai surga, serta kegirangan persekutuan dengan Allah, dipahami oleh manusia dengan samar-samar saja; akan tetapi semuanya itu diketahui benar oleh Lusifer, kerubium yang menaungi itu. Semenjak ia kehilangan surga, ia telah bertekad untuk membalas dendam oleh menyebabkan orang-orang lain turut dalam kejatuhannya itu. Hal ini akan diusahakannya oleh membuat mereka menaruh nilai rendah atas perkaraperkara surgawi, serta menaruh hati kepada perkara-perkara duniawi. [KSZ1 108.2]