Hari 2: Pasal 13 - KEMENANGAN
14 September 2026 · Hari 2

Hari 2: Pasal 13 - KEMENANGAN

Halaman 120-121 | Pasal 13, Paragraf 4-6 | KSZ1 120.4-KSZ1 121.2

Ayat Inti

1 Korintus 15:57

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 120.4 Akan tetapi pencobaan itu didahului lagi dengan sindiran yang mengandung rasa tak percaya, “Jikalau Engkau Anak Allah. Kristus tergoda untuk menjawab “jikalau” itu; tetapi Ia sedikit pun tidak mau menerima kebimbangan itu. Ia tidak mau membahayakan nyawa-Nya hanya untuk memberikan bukti kepada Setan.

KSZ1 121.1 Penggoda itu berpikir hendak mengambil keuntungan dari kemanusiaan Kristus, serta membujuk Dia untuk bertindak takabur. Akan tetapi meskipun Setan dapat membujuk, tidak dapat ia memaksa berbuat berdosa. Kata-Nya kepada Yesus, “Jatuhkanlah diri-Mu ke bawah,” karena mengetahui bahwa ia tidak dapat menjatuhkan Dia ke bawah; karena Allah akan campur tangan untuk melepaskan Dia. Tidak pula Setan dapat memaksa Yesus menjatuhkan diri-Nya ke bawah. Kecuali Kristus menyerah kepada pencobaan itu, Ia tidak dapat dikalahkan. Segenap kuasa dunia ini atau neraka sekalipun tidak dapat memaksa Dia sekelumit pun untuk menyimpang dari kehendak Bapa-Nya.

KSZ1 121.2 Penggoda itu tidak akan pernah dapat memaksa kita untuk melakukan kejahatan. Ia tidak dapat mengendalikan pikiran kecuali pikiran itu diserahkan ke bawah kekuasaannya. Kehendak mesti setuju, iman mesti melepaskan pegangannya dari Kristus, barulah Setan dapat menggunakan kuasanya atas kita. Tetapi setiap keinginan jahat yang kita sayangi memberikan kepadanya tempat bertumpu. Setiap perkara yang dalamnya kita gagal untuk mencapai standar Ilahi, merupakan sebuah pintu terbuka yang melaluinya ia dapat masuk untuk menggoda serta membinasakan kita. Dan setiap kegagalan atau kekalahan di pihak kita memberikan kesempatan bagi dia untuk mempersalahkan Kristus.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

14 September 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 13 - KEMENANGAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 13 - KEMENANGAN
Halaman 120-121 | Pasal 13, Paragraf 4-6 | KSZ1 120.4-KSZ1 121.2

Ayat Inti:
1 Korintus 15:57
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-11-hari-2-2026-09-14

Teks Lengkap:

Akan tetapi pencobaan itu didahului lagi dengan sindiran yang mengandung rasa tak percaya, “Jikalau Engkau Anak Allah. Kristus tergoda untuk menjawab “jikalau” itu; tetapi Ia sedikit pun tidak mau menerima kebimbangan itu. Ia tidak mau membahayakan nyawa-Nya hanya untuk memberikan bukti kepada Setan. [KSZ1 120.4]

Penggoda itu berpikir hendak mengambil keuntungan dari kemanusiaan Kristus, serta membujuk Dia untuk bertindak takabur. Akan tetapi meskipun Setan dapat membujuk, tidak dapat ia memaksa berbuat berdosa. Kata-Nya kepada Yesus, “Jatuhkanlah diri-Mu ke bawah,” karena mengetahui bahwa ia tidak dapat menjatuhkan Dia ke bawah; karena Allah akan campur tangan untuk melepaskan Dia. Tidak pula Setan dapat memaksa Yesus menjatuhkan diri-Nya ke bawah. Kecuali Kristus menyerah kepada pencobaan itu, Ia tidak dapat dikalahkan. Segenap kuasa dunia ini atau neraka sekalipun tidak dapat memaksa Dia sekelumit pun untuk menyimpang dari kehendak Bapa-Nya. [KSZ1 121.1]

Penggoda itu tidak akan pernah dapat memaksa kita untuk melakukan kejahatan. Ia tidak dapat mengendalikan pikiran kecuali pikiran itu diserahkan ke bawah kekuasaannya. Kehendak mesti setuju, iman mesti melepaskan pegangannya dari Kristus, barulah Setan dapat menggunakan kuasanya atas kita. Tetapi setiap keinginan jahat yang kita sayangi memberikan kepadanya tempat bertumpu. Setiap perkara yang dalamnya kita gagal untuk mencapai standar Ilahi, merupakan sebuah pintu terbuka yang melaluinya ia dapat masuk untuk menggoda serta membinasakan kita. Dan setiap kegagalan atau kekalahan di pihak kita memberikan kesempatan bagi dia untuk mempersalahkan Kristus. [KSZ1 121.2]