Hari 6: Pasal 13 - KEMENANGAN
18 September 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 13 - KEMENANGAN

Halaman 124-125 | Pasal 13, Paragraf 16-18 | KSZ1 124.3-KSZ1 125.2

Ayat Inti

1 Korintus 15:57

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 124.3 Ketika penggoda itu menawarkan kepada Kristus kerajaan dan kemuliaan dunia ini, ia sedang menganjurkan supaya Kristus menyerahkan hak raja yang sesungguhnya atau dunia ini, serta berkerajaan di bawah Setan. Justru inilah kerajaan yang di atasnya segenap harapan bangsa Yahudi bertumpu. Mereka mengingini kerajaan dunia ini. Sekiranya Kristus berkenan menawarkan kepada mereka sesuatu kerajaan yang demikian, maka mereka tentu akan menerima Dia dengan kesukaan. Akan tetapi kutuk dosa, dengan segala malapetakanya, terletak di atas kerajaan itu. Kristus mengatakan kepada penggoda itu, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Aliahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

KSZ1 125.1 Oleh dia yang telah memberontak di surga, kerajaan-kerajaan dunia ini ditawarkan kepada Kristus, untuk membeli penghormatan-Nya kepada asas-asas kejahatan; tetapi Ia tidak mau dibeli; Ia telah datang untuk mendirikan suatu kerajaan kebenaran, dan Ia tidak mau membatalkan maksud-Nya itu. Dengan pencobaan itu juga Setan menghampiri manusia, dan dalam hal inilah ia mendapat sukses yang lebih baik daripada dengan Kristus. Kepada manusia ditawarkannya kerajaan dunia ini dengan syarat bahwa mereka mau mengakui kedaulatannya. Ia menuntut supaya mereka mengorbankan kejujuran, mengabaikan angan-angan hati, memanjakan sifat mementingkan diri. Kristus menyuruh mereka mencari lebih dulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya; tetapi Setan berjalan di samping mereka dan berkata, “Apa pun yang mungkin benar tentang hidup yang kekal, supaya mendapat sukses di dunia ini engkau mesti berbakti kepadaku. Aku memegang kesejahteraanmu pada tanganku. Aku dapat memberikan kepadamu kekayaan, kesenangan, kehormatan, dan kebahagiaan. Dengarkanlah nasihatku. Janganlah biarkan dirimu dihanyutkan oleh paham yang ganjil tentang kejujuran dan pengorbanan diri. Aku akan mempersiapkan jalan di hadapanmu.” Demikianlah banyak sekali orang yang tertipu. Mereka mau hidup untuk melayani diri sendiri, dan Setan merasa puas. Sementara ia memikat mereka dengan harapan kerajaan duniawi, ia memperoleh kekuasaan atas jiwa. Tetapi ditawarkannya apa yang bukan haknya untuk memberikan dan yang segera akan dirampas dari mereka. Sebagai balasnya ia menipu mereka dari hak mereka atas warisan segala anak Allah.

KSZ1 125.2 Setan telah mempersoalkan apakah Yesus Anak Allah adanya. Ketika ia diusir cepat-cepat dari surga, ia telah beroleh bukti yang tidak dapat dibantahnya. Keilahian memancar melalui kemanusiaan yang menderita. Setan tidak mempunyai kuasa untuk melawan perintah itu. Dengan perasaan pedih dan marah karena direndahkan, terpaksa ia mengundurkan diri dari hadirat Penebus dunia itu. Kemenangan Kristus sempuma adanya sama seperti kegagalan Adam dahulukala pun sempuma.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

18 September 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 13 - KEMENANGAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 13 - KEMENANGAN
Halaman 124-125 | Pasal 13, Paragraf 16-18 | KSZ1 124.3-KSZ1 125.2

Ayat Inti:
1 Korintus 15:57
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-11-hari-6-2026-09-18

Teks Lengkap:

Ketika penggoda itu menawarkan kepada Kristus kerajaan dan kemuliaan dunia ini, ia sedang menganjurkan supaya Kristus menyerahkan hak raja yang sesungguhnya atau dunia ini, serta berkerajaan di bawah Setan. Justru inilah kerajaan yang di atasnya segenap harapan bangsa Yahudi bertumpu. Mereka mengingini kerajaan dunia ini. Sekiranya Kristus berkenan menawarkan kepada mereka sesuatu kerajaan yang demikian, maka mereka tentu akan menerima Dia dengan kesukaan. Akan tetapi kutuk dosa, dengan segala malapetakanya, terletak di atas kerajaan itu. Kristus mengatakan kepada penggoda itu, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Aliahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [KSZ1 124.3]

Oleh dia yang telah memberontak di surga, kerajaan-kerajaan dunia ini ditawarkan kepada Kristus, untuk membeli penghormatan-Nya kepada asas-asas kejahatan; tetapi Ia tidak mau dibeli; Ia telah datang untuk mendirikan suatu kerajaan kebenaran, dan Ia tidak mau membatalkan maksud-Nya itu. Dengan pencobaan itu juga Setan menghampiri manusia, dan dalam hal inilah ia mendapat sukses yang lebih baik daripada dengan Kristus. Kepada manusia ditawarkannya kerajaan dunia ini dengan syarat bahwa mereka mau mengakui kedaulatannya. Ia menuntut supaya mereka mengorbankan kejujuran, mengabaikan angan-angan hati, memanjakan sifat mementingkan diri. Kristus menyuruh mereka mencari lebih dulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya; tetapi Setan berjalan di samping mereka dan berkata, “Apa pun yang mungkin benar tentang hidup yang kekal, supaya mendapat sukses di dunia ini engkau mesti berbakti kepadaku. Aku memegang kesejahteraanmu pada tanganku. Aku dapat memberikan kepadamu kekayaan, kesenangan, kehormatan, dan kebahagiaan. Dengarkanlah nasihatku. Janganlah biarkan dirimu dihanyutkan oleh paham yang ganjil tentang kejujuran dan pengorbanan diri. Aku akan mempersiapkan jalan di hadapanmu.” Demikianlah banyak sekali orang yang tertipu. Mereka mau hidup untuk melayani diri sendiri, dan Setan merasa puas. Sementara ia memikat mereka dengan harapan kerajaan duniawi, ia memperoleh kekuasaan atas jiwa. Tetapi ditawarkannya apa yang bukan haknya untuk memberikan dan yang segera akan dirampas dari mereka. Sebagai balasnya ia menipu mereka dari hak mereka atas warisan segala anak Allah. [KSZ1 125.1]

Setan telah mempersoalkan apakah Yesus Anak Allah adanya. Ketika ia diusir cepat-cepat dari surga, ia telah beroleh bukti yang tidak dapat dibantahnya. Keilahian memancar melalui kemanusiaan yang menderita. Setan tidak mempunyai kuasa untuk melawan perintah itu. Dengan perasaan pedih dan marah karena direndahkan, terpaksa ia mengundurkan diri dari hadirat Penebus dunia itu. Kemenangan Kristus sempuma adanya sama seperti kegagalan Adam dahulukala pun sempuma. [KSZ1 125.2]