Hari 1: Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
20 September 2026 · Hari 1

Hari 1: Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”

Halaman 128-130 | Pasal 14, Paragraf 1-7 | KSZ1 128.1-KSZ1 130.2

Ayat Inti

Yohanes 1:41

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 12 membaca Bab 14: Kami Telah Menemukan Mesias. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 128.1 YOHANES Pembaptis kini mengajar dan membaptiskan di Betania, di seberang Yordan. Tidak jauh dari tempat ini di mana Allah dahulu telah menahan aliran sungai itu hingga bani Israel menyeberang. Tidak berapa jauh dari sini benteng kota Yerikho telah dirubuhkan oleh bala tentara surga. Kenangan tentang segala peristiwa ini teringat pada saat ini, serta menimbulkan perhatian yang besar terhadap pekabaran Yohanes Pembaptis. Apakah Ia yang telah berbuat begitu ajaib pada zaman lampau itu, akan menunjukkan kuasa-Nya pula untuk melepaskan bangsa Israel? Demikianlah pikiran yang menggerakkan hati orang banyak yang setiap hari datang berduyun-duyun ke tepi sungai Yordan.

KSZ1 128.2 Pengajaran Yohanes sangat mempengaruhi bangsa itu sehingga meminta perhatian para penguasa agama. Bahaya pemberontakan menyebabkan setiap kumpulan umum dipandang dengan rasa curiga oleh orang Romawi, dan apa pun yang menunjuk kepada sesuatu pemberontakan dari bangsa itu menimbulkan rasa takut pada pihak para penghulu Yahudi. Yohanes belum mengakui kekuasaan Sanhedrin oleh berusaha memperoleh pengesahan mereka atas pekerjannya; dan ia telah mengecam penghulu-penghulu dan orang banyak, baik orang Farisi maupun orang Saduki. Namun orang banyak mengikut dia dengan gembira. Perhatian pada pekerjaannya tampaknya bertambah terus menerus. Meskipun ia tidak tunduk kepada mereka, Sanhedrin merasa bahwa, selaku seorang guru umum, ia adalah di bawah pengawasan mereka.

KSZ1 129.1 Badan ini terdiri dari anggota-anggota yang dipilih dari antara imamimam, dan dari penghulu-penghulu utama dan guru-guru bangsa itu. Imam besarlah biasanya yang menjadi ketua. Semua anggotanya haruslah orang-orang yang sudah agak lanjut usianya, sungguhpun belum tua sekali; orang-orang berilmu, bukan saja mahir dalam agama Yahudi dan sejarah, tetapi juga dalam pengetahuan umum. Mereka tidak boleh bercacat tubuh, dan harus sudah berumah tangga, karena sebagai bapa, besar kemungkinan mereka akan lebih berpengasihan dan memikirkan kepentingan orang lain. Tempat mereka berkumpul ialah suatu ruangan yang dihubungkan dengan Bait Suci di Yerusalem. Pada zaman kemerdekaan bangsa Yahudi Sanhedrin ialah mahkamah agung bangsa Yahudi, yang mempunyai kuasa atas soal-soal kenegaraan serta keagamaan. Sungguhpun sekarang sudah direndahkan pangkatnya oleh pemerintah Romawi, namun badan itu masih menjalankan suatu pengaruh yang kuat dalam soal-soal sipil dan keagamaan.

KSZ1 129.2 Sanhedrin tidak mau menangguhkan pemeriksaan terhadap pekerjaan Yohanes. Ada orang yang masih mengingat Wahyu yang diberikan kepada Zakharia di Bait Suci dahulu, dan nubuatan bapa itu, yang telah menunjuk kepada anaknya itu sebagai pendahulu Mesias. Dalam huru-hara dan perubahan selama tiga puluh tahun, segala perkara ini sudah sebagian besar dilupakan. Tetapi sekarang diingatkan oleh kegiatan pekerjaan Yohanes.

KSZ1 129.3 Sudah agak lama sejak bangsa Israel pernah mempunyai seorang nabi, lama sejak sesuatu reformasi seperti yang berlangsung sekarang ini pernah dilihat orang. Tuntutan untuk mengaku dosa tampaknya baru dan mengejutkan. Banyak di antara para pemimpin tidak mau pergi mendengarkan seruan dan kecaman Yohanes, karena khawatir kalau-kalau mereka terpaksa membuka segala rahasia kehidupan mereka sendiri. Namun pengajaran Yohanes itu adalah pengumuman yang langsung tentang Mesias. Sudah umum diketahui orang bahwa tujuh puluh minggu dari nubuatan Daniel, yang meliputi kedatangan Mesias itu, sudah hampir berakhir; dan semua orang ingin beroleh bagian dalam masa baru kemu-liaan nasional yang diharapkan pada waktu itu. Demikian besamya semangat khalayak ramai sehingga Sanhedrin dipaksa untuk segera membenarkan atau menolak pekerjaan Yohanes. Kekuasaan mereka atas orang banyak sudah mulai berkurang. Sudah semakin merupakan suatu persoalan yang pelik bagaimana caranya mempertahankan kedudukan mereka. Dalam harapan untuk mendapat sesuatu kesimpulan, mereka mengutus suatu perwakilan yang terdiri dari imam-imam dan orangorang Lewi ke Sungai Yordan untuk berunding dengan guru baru itu.

KSZ1 130.1 Banyak orang datang berhimpun, mendengarkan perkataannya, ketika para utusan itu tiba. Dengan lagak kewibawaan yang dimaksudkan untuk memberikan kesan dalam pikiran orang banyak itu, serta untuk menuntut penghormatan nabi itu, rabi-rabi yang congkak itu datang. Dengan suatu gerakan penghormatan, hampir oleh rasa takut, orang banyak itu memberikan jalan kepada mereka. Orang-orang besar itu, dengan jubahnya yang mahal-mahal, dengan kecongkakan pangkat dan kuasa, berdiri di hadapan nabi padang belantara itu.

KSZ1 130.2 “Siapakah engkau?” tanya mereka.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

20 September 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
Halaman 128-130 | Pasal 14, Paragraf 1-7 | KSZ1 128.1-KSZ1 130.2

Ayat Inti:
Yohanes 1:41
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 12 membaca Bab 14: Kami Telah Menemukan Mesias. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-12-hari-1-2026-09-20

Teks Lengkap:

YOHANES Pembaptis kini mengajar dan membaptiskan di Betania, di seberang Yordan. Tidak jauh dari tempat ini di mana Allah dahulu telah menahan aliran sungai itu hingga bani Israel menyeberang. Tidak berapa jauh dari sini benteng kota Yerikho telah dirubuhkan oleh bala tentara surga. Kenangan tentang segala peristiwa ini teringat pada saat ini, serta menimbulkan perhatian yang besar terhadap pekabaran Yohanes Pembaptis. Apakah Ia yang telah berbuat begitu ajaib pada zaman lampau itu, akan menunjukkan kuasa-Nya pula untuk melepaskan bangsa Israel? Demikianlah pikiran yang menggerakkan hati orang banyak yang setiap hari datang berduyun-duyun ke tepi sungai Yordan. [KSZ1 128.1]

Pengajaran Yohanes sangat mempengaruhi bangsa itu sehingga meminta perhatian para penguasa agama. Bahaya pemberontakan menyebabkan setiap kumpulan umum dipandang dengan rasa curiga oleh orang Romawi, dan apa pun yang menunjuk kepada sesuatu pemberontakan dari bangsa itu menimbulkan rasa takut pada pihak para penghulu Yahudi. Yohanes belum mengakui kekuasaan Sanhedrin oleh berusaha memperoleh pengesahan mereka atas pekerjannya; dan ia telah mengecam penghulu-penghulu dan orang banyak, baik orang Farisi maupun orang Saduki. Namun orang banyak mengikut dia dengan gembira. Perhatian pada pekerjaannya tampaknya bertambah terus menerus. Meskipun ia tidak tunduk kepada mereka, Sanhedrin merasa bahwa, selaku seorang guru umum, ia adalah di bawah pengawasan mereka. [KSZ1 128.2]

Badan ini terdiri dari anggota-anggota yang dipilih dari antara imamimam, dan dari penghulu-penghulu utama dan guru-guru bangsa itu. Imam besarlah biasanya yang menjadi ketua. Semua anggotanya haruslah orang-orang yang sudah agak lanjut usianya, sungguhpun belum tua sekali; orang-orang berilmu, bukan saja mahir dalam agama Yahudi dan sejarah, tetapi juga dalam pengetahuan umum. Mereka tidak boleh bercacat tubuh, dan harus sudah berumah tangga, karena sebagai bapa, besar kemungkinan mereka akan lebih berpengasihan dan memikirkan kepentingan orang lain. Tempat mereka berkumpul ialah suatu ruangan yang dihubungkan dengan Bait Suci di Yerusalem. Pada zaman kemerdekaan bangsa Yahudi Sanhedrin ialah mahkamah agung bangsa Yahudi, yang mempunyai kuasa atas soal-soal kenegaraan serta keagamaan. Sungguhpun sekarang sudah direndahkan pangkatnya oleh pemerintah Romawi, namun badan itu masih menjalankan suatu pengaruh yang kuat dalam soal-soal sipil dan keagamaan. [KSZ1 129.1]

Sanhedrin tidak mau menangguhkan pemeriksaan terhadap pekerjaan Yohanes. Ada orang yang masih mengingat Wahyu yang diberikan kepada Zakharia di Bait Suci dahulu, dan nubuatan bapa itu, yang telah menunjuk kepada anaknya itu sebagai pendahulu Mesias. Dalam huru-hara dan perubahan selama tiga puluh tahun, segala perkara ini sudah sebagian besar dilupakan. Tetapi sekarang diingatkan oleh kegiatan pekerjaan Yohanes. [KSZ1 129.2]

Sudah agak lama sejak bangsa Israel pernah mempunyai seorang nabi, lama sejak sesuatu reformasi seperti yang berlangsung sekarang ini pernah dilihat orang. Tuntutan untuk mengaku dosa tampaknya baru dan mengejutkan. Banyak di antara para pemimpin tidak mau pergi mendengarkan seruan dan kecaman Yohanes, karena khawatir kalau-kalau mereka terpaksa membuka segala rahasia kehidupan mereka sendiri. Namun pengajaran Yohanes itu adalah pengumuman yang langsung tentang Mesias. Sudah umum diketahui orang bahwa tujuh puluh minggu dari nubuatan Daniel, yang meliputi kedatangan Mesias itu, sudah hampir berakhir; dan semua orang ingin beroleh bagian dalam masa baru kemu-liaan nasional yang diharapkan pada waktu itu. Demikian besamya semangat khalayak ramai sehingga Sanhedrin dipaksa untuk segera membenarkan atau menolak pekerjaan Yohanes. Kekuasaan mereka atas orang banyak sudah mulai berkurang. Sudah semakin merupakan suatu persoalan yang pelik bagaimana caranya mempertahankan kedudukan mereka. Dalam harapan untuk mendapat sesuatu kesimpulan, mereka mengutus suatu perwakilan yang terdiri dari imam-imam dan orangorang Lewi ke Sungai Yordan untuk berunding dengan guru baru itu. [KSZ1 129.3]

Banyak orang datang berhimpun, mendengarkan perkataannya, ketika para utusan itu tiba. Dengan lagak kewibawaan yang dimaksudkan untuk memberikan kesan dalam pikiran orang banyak itu, serta untuk menuntut penghormatan nabi itu, rabi-rabi yang congkak itu datang. Dengan suatu gerakan penghormatan, hampir oleh rasa takut, orang banyak itu memberikan jalan kepada mereka. Orang-orang besar itu, dengan jubahnya yang mahal-mahal, dengan kecongkakan pangkat dan kuasa, berdiri di hadapan nabi padang belantara itu. [KSZ1 130.1]

“Siapakah engkau?” tanya mereka. [KSZ1 130.2]