23 September 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
Halaman 133-136 | Pasal 14, Paragraf 22-27 | KSZ1 133.1-KSZ1 136.4
Ayat Inti
Yohanes 1:41
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 12 membaca Bab 14: Kami Telah Menemukan Mesias. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 133.1 Ketika Yesus dibaptiskan, Yohanes menunjuk kepada-Nya sebagai Anak Domba Allah, sebuah terang yang baru dipancarkan atas pekerjaan Mesias. Pikiran nabi itu tertuju kepada perkataan Nabi Yesaya, “Seperti anak domba yang dibawa kepembantaian.” Yesaya 53:7. Pada pekanpekan , Yohanes dengan perhatian yang baru menyelidik nubuatan-nubuatan serta pengajaran tentang upacara-upacara pengorbanan. Ia tidak dapat membedakan dengan jelas kedua segi pekerjaan Kristus itu, sebagai suatu korban yang merasakan sengsara dan seorang raja yang menang, akan tetapi ia melihat bahwa kedatangan-Nya itu mengandung arti yang lebih dalam daripada yang dilihat oleh imam-imam atau khalayak ramai. Ketika ia melihat Yesus di antara orang banyak itu sekembali dari padang belantara, dengan yakin ia menantikan Dia untuk memberi kepada orang banyak itu sesuatu tanda tentang kepribadian-Nya yang sesungguhnya. Hampir dengan tidak sabar lagi ia menunggu untuk mendengar Juruselamat itu mengumumkan tugas-Nya; tetapi tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan, tidak ada tanda diberikan. Yesus tidak memberikan sambutan kepada pengumuman Yohanes Pembaptis itu tentang Dia, melainkan menggabungkan diri dengan murid-murid Yohanes dengan tidak memberikan tanda secara lahir apa pun mengenai tugasNya yang istimewa itu, dan tidak mengambil tindakan apa pun untuk menarik perhatian kepada-Nya.
KSZ1 133.2 Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang. Dengan sinar kemuliaan Allah hinggap atas dia, nabi itu mengangkat tangannya seraya berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapuskan dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya la dinyatakan kepada Israel.... Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, menerima apa yang mereka rindukan itu. Mereka ingin terasing dengan Yesus, duduk di kaki-Nya, dan mendengarkan perkataan-Nya.
KSZ1 136.1 “Ia berkata kepada mereka: Marilah dan kamu akan melihatnya. Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.”
KSZ1 136.2 Sekiranya Yohanes dan Andreas mempunyai Roh imam-imam dan penghulu-penghulu yang tidak mau percaya itu, maka sudah tentu mereka tidak menjadi pelajar di kaki Yesus. Mereka itu pasti akan datang kepada-Nya selaku ahli kritik, untuk menghakimi perkataan-Nya. Dengan demikian banyak orang menutup pintu terhadap kesempatan yang indah. Tetapi bukan demikian halnya dengan kedua murid yang mulamula ini. Mereka telah menyambut panggilan Roh Kudus dalam pengajaran Yohanes Pembaptis. Kini mereka pun mengenal suara Guru semawi itu. Bagi mereka segala ucapan Yesus itu penuh dengan kesegaran, kebenaran dan keindahan. Penerangan Ilahi dipancarkan ke atas pengajaran Perjanjian Lama. Pokok-pokok kebenaran yang banyak seginya nampak jelas dalam terang yang baru.
KSZ1 136.3 Penyesalan, iman dan kasihlah yang menyanggupkan jiwa untuk menerima akal budi dari surga. Iman yang bekerja oleh kasihlah yang menjadi kunci pengetahuan, dan setiap orang yang mengasihi “mengenal Allah.” I Yohanes 4:7.
KSZ1 136.4 Yohanes adalah seorang murid yang kasihnya sungguh-sungguh dan dalam, bersemangat, namun bersifat suka menimbang. Ia sudah mulai melihat kemuliaan Kristus,~bukannya kebesaran dan kuasa duniawi untuk mana ia selama ini telah diajar supaya mengharapnya, melainkan “kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Yohanes 1:14. Ia asyik merenungkan pokok pikiran yang ajaib itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
23 September 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 14 - “KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS”
Halaman 133-136 | Pasal 14, Paragraf 22-27 | KSZ1 133.1-KSZ1 136.4
Ayat Inti:
Yohanes 1:41
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 12 membaca Bab 14: Kami Telah Menemukan Mesias. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-12-hari-4-2026-09-23
Teks Lengkap:
Ketika Yesus dibaptiskan, Yohanes menunjuk kepada-Nya sebagai Anak Domba Allah, sebuah terang yang baru dipancarkan atas pekerjaan Mesias. Pikiran nabi itu tertuju kepada perkataan Nabi Yesaya, “Seperti anak domba yang dibawa kepembantaian.” Yesaya 53:7. Pada pekanpekan , Yohanes dengan perhatian yang baru menyelidik nubuatan-nubuatan serta pengajaran tentang upacara-upacara pengorbanan. Ia tidak dapat membedakan dengan jelas kedua segi pekerjaan Kristus itu, sebagai suatu korban yang merasakan sengsara dan seorang raja yang menang, akan tetapi ia melihat bahwa kedatangan-Nya itu mengandung arti yang lebih dalam daripada yang dilihat oleh imam-imam atau khalayak ramai. Ketika ia melihat Yesus di antara orang banyak itu sekembali dari padang belantara, dengan yakin ia menantikan Dia untuk memberi kepada orang banyak itu sesuatu tanda tentang kepribadian-Nya yang sesungguhnya. Hampir dengan tidak sabar lagi ia menunggu untuk mendengar Juruselamat itu mengumumkan tugas-Nya; tetapi tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan, tidak ada tanda diberikan. Yesus tidak memberikan sambutan kepada pengumuman Yohanes Pembaptis itu tentang Dia, melainkan menggabungkan diri dengan murid-murid Yohanes dengan tidak memberikan tanda secara lahir apa pun mengenai tugasNya yang istimewa itu, dan tidak mengambil tindakan apa pun untuk menarik perhatian kepada-Nya. [KSZ1 133.1]
Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang. Dengan sinar kemuliaan Allah hinggap atas dia, nabi itu mengangkat tangannya seraya berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapuskan dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya la dinyatakan kepada Israel.... Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, menerima apa yang mereka rindukan itu. Mereka ingin terasing dengan Yesus, duduk di kaki-Nya, dan mendengarkan perkataan-Nya. [KSZ1 133.2]
“Ia berkata kepada mereka: Marilah dan kamu akan melihatnya. Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.” [KSZ1 136.1]
Sekiranya Yohanes dan Andreas mempunyai Roh imam-imam dan penghulu-penghulu yang tidak mau percaya itu, maka sudah tentu mereka tidak menjadi pelajar di kaki Yesus. Mereka itu pasti akan datang kepada-Nya selaku ahli kritik, untuk menghakimi perkataan-Nya. Dengan demikian banyak orang menutup pintu terhadap kesempatan yang indah. Tetapi bukan demikian halnya dengan kedua murid yang mulamula ini. Mereka telah menyambut panggilan Roh Kudus dalam pengajaran Yohanes Pembaptis. Kini mereka pun mengenal suara Guru semawi itu. Bagi mereka segala ucapan Yesus itu penuh dengan kesegaran, kebenaran dan keindahan. Penerangan Ilahi dipancarkan ke atas pengajaran Perjanjian Lama. Pokok-pokok kebenaran yang banyak seginya nampak jelas dalam terang yang baru. [KSZ1 136.2]
Penyesalan, iman dan kasihlah yang menyanggupkan jiwa untuk menerima akal budi dari surga. Iman yang bekerja oleh kasihlah yang menjadi kunci pengetahuan, dan setiap orang yang mengasihi “mengenal Allah.” I Yohanes 4:7. [KSZ1 136.3]
Yohanes adalah seorang murid yang kasihnya sungguh-sungguh dan dalam, bersemangat, namun bersifat suka menimbang. Ia sudah mulai melihat kemuliaan Kristus,~bukannya kebesaran dan kuasa duniawi untuk mana ia selama ini telah diajar supaya mengharapnya, melainkan “kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Yohanes 1:14. Ia asyik merenungkan pokok pikiran yang ajaib itu. [KSZ1 136.4]