Hari 1: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
27 September 2026 · Hari 1

Hari 1: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN

Halaman 142-143 | Pasal 15, Paragraf 1-5 | KSZ1 142.1-KSZ1 143.2

Ayat Inti

Yohanes 2:11

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 142.1 YESUS tidak memulai pekerjaan-Nya dengan sesuatu pekerjaan besar di hadapan Sanhedrin di Yerusalem. Di sebuah kumpulan rumah tangga di suatu kampung kecil di Galilea, kuasa-Nya dinyatakan untuk memperbesar kegirangan pesta nikah. Demikianlah ditunjukkan simpatiNya kepada manusia, dan hasrat-Nya untuk melayani demi kebahagiaan mereka. Di padang belantara pencobaan Ia sendiri telah minum dari cawan malapetaka. Ia pergi memberikan kepada manusia cawan berkat, oleh berkat-Nya menguduskan hubungan manusia.

KSZ1 142.2 Dari Yordan, Yesus telah pulang ke Galilea. Akan ada pernikahan di Kana, sebuah kota kecil tidak jauh dari Nazaret; yang akan menikah itu adalah kaum keluarga Yusuf dan Maria; maka Yesus yang mengetahui kumpulan keluarga tersebut, telah pergi ke Kana, dan bersama muridmurid-Nya Ia diundang kepada pesta nikah itu.

KSZ1 142.3 Ia bertemu dengan ibu-Nya, yang sudah agak lama berpisah dengan Dia. Maria telah mendengar kabar tentang pernyataan yang di Yordan, pada waktu Ia dibaptiskan. Kabar itu telah dibawa ke Nazaret, dan telah mengingatkan kepadanya segala peristiwa yang telah sekian tahun lamanya tersimpan di dalam hatinya. Seperti halnya dengan semua orang Israel, Maria tergerak sekali hatiya oleh pekerjaan Yohanes Pembaptis. Ia masih mengingat betul nubuatan yang diberikan pada wak tu kelahirannya. Kini hubungannya dengan Yesus menyalakan pengharapannya . Tetapi kabar telah sampai juga kepadanya tentang kepergian Yesus yang penuh rahasia itu ke padang belantara, dan ia telah disusahkan oleh banyak kekhawatiran.

KSZ1 143.1 Semenjak hari ketika ia mendengar pengumuman malaikat di rumahnya di Nazaret, Maria telah menyimpan setiap bukti bahwa Yesus adalah Mesias. Hidup-Nya yang manis dan tidak mementingkan diri itu memastikan kepadanya bahwa tak salah lagi Ialah Yang Diutus Allah. Namun datang juga kepadanya kebimbangan dan kekecewaan, dan ia telah merindukan waktu apabila kemuliaan-Nya kelak dinyatakan. Maut telah memisahkan dia dari Yusuf, yang turut mengetahui dengan dia rahasia kelahiran Yesus itu. Sekarang tak ada seorang pun kepada siapa ia dapat mempercayakan segala harapan dan kekhawatirannya. Dua bulan yang baru lalu telah dipenuhi dengan kedukaan. Ia telah berpisah dari Yesus, yang di dalam simpati-Nya ia mendapat penghiburan; ia merenungkan ucapan Simeon, “dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri,” Lukas 2:35; terkenanglah ia akan tiga hari derita ketika ia menyangka Yesus sudah hiiang dari dia untuk selama-lamanya; dan dengan hati yang amat cemas ia menantikan Yesus pulang.

KSZ1 143.2 Pada pesta nikah itu ia bertemu dengan Dia, tetap sebagai seorang anak yang lemah lembut dan patuh. Namun tidak lagi sama. Wajah-Nya sudah berubah. Wajah-Nya itu mengandung bekas-bekas pergumulanNya di padang belantara, dan suatu kenyataan yang baru tentang keagungan dan kuasa membuktikan tugas semawi-Nya itu. Dengan Dia ada serombongan orang muda, dengan mata yang mengikuti Dia dengan rasa hormat, dan yang memanggil Dia Guru. Kawan-kawan tersebut menceritakan kepada Maria apa yang telah mereka lihat dan dengar pada waktu Ia dibaptiskan dan di mana-mana. Mereka menarik kesimpulan dengan berkata, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi.” Yohanes 1:45 .

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

27 September 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 142-143 | Pasal 15, Paragraf 1-5 | KSZ1 142.1-KSZ1 143.2

Ayat Inti:
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-13-hari-1-2026-09-27

Teks Lengkap:

YESUS tidak memulai pekerjaan-Nya dengan sesuatu pekerjaan besar di hadapan Sanhedrin di Yerusalem. Di sebuah kumpulan rumah tangga di suatu kampung kecil di Galilea, kuasa-Nya dinyatakan untuk memperbesar kegirangan pesta nikah. Demikianlah ditunjukkan simpatiNya kepada manusia, dan hasrat-Nya untuk melayani demi kebahagiaan mereka. Di padang belantara pencobaan Ia sendiri telah minum dari cawan malapetaka. Ia pergi memberikan kepada manusia cawan berkat, oleh berkat-Nya menguduskan hubungan manusia. [KSZ1 142.1]

Dari Yordan, Yesus telah pulang ke Galilea. Akan ada pernikahan di Kana, sebuah kota kecil tidak jauh dari Nazaret; yang akan menikah itu adalah kaum keluarga Yusuf dan Maria; maka Yesus yang mengetahui kumpulan keluarga tersebut, telah pergi ke Kana, dan bersama muridmurid-Nya Ia diundang kepada pesta nikah itu. [KSZ1 142.2]

Ia bertemu dengan ibu-Nya, yang sudah agak lama berpisah dengan Dia. Maria telah mendengar kabar tentang pernyataan yang di Yordan, pada waktu Ia dibaptiskan. Kabar itu telah dibawa ke Nazaret, dan telah mengingatkan kepadanya segala peristiwa yang telah sekian tahun lamanya tersimpan di dalam hatinya. Seperti halnya dengan semua orang Israel, Maria tergerak sekali hatiya oleh pekerjaan Yohanes Pembaptis. Ia masih mengingat betul nubuatan yang diberikan pada wak tu kelahirannya. Kini hubungannya dengan Yesus menyalakan pengharapannya . Tetapi kabar telah sampai juga kepadanya tentang kepergian Yesus yang penuh rahasia itu ke padang belantara, dan ia telah disusahkan oleh banyak kekhawatiran. [KSZ1 142.3]

Semenjak hari ketika ia mendengar pengumuman malaikat di rumahnya di Nazaret, Maria telah menyimpan setiap bukti bahwa Yesus adalah Mesias. Hidup-Nya yang manis dan tidak mementingkan diri itu memastikan kepadanya bahwa tak salah lagi Ialah Yang Diutus Allah. Namun datang juga kepadanya kebimbangan dan kekecewaan, dan ia telah merindukan waktu apabila kemuliaan-Nya kelak dinyatakan. Maut telah memisahkan dia dari Yusuf, yang turut mengetahui dengan dia rahasia kelahiran Yesus itu. Sekarang tak ada seorang pun kepada siapa ia dapat mempercayakan segala harapan dan kekhawatirannya. Dua bulan yang baru lalu telah dipenuhi dengan kedukaan. Ia telah berpisah dari Yesus, yang di dalam simpati-Nya ia mendapat penghiburan; ia merenungkan ucapan Simeon, “dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri,” Lukas 2:35; terkenanglah ia akan tiga hari derita ketika ia menyangka Yesus sudah hiiang dari dia untuk selama-lamanya; dan dengan hati yang amat cemas ia menantikan Yesus pulang. [KSZ1 143.1]

Pada pesta nikah itu ia bertemu dengan Dia, tetap sebagai seorang anak yang lemah lembut dan patuh. Namun tidak lagi sama. Wajah-Nya sudah berubah. Wajah-Nya itu mengandung bekas-bekas pergumulanNya di padang belantara, dan suatu kenyataan yang baru tentang keagungan dan kuasa membuktikan tugas semawi-Nya itu. Dengan Dia ada serombongan orang muda, dengan mata yang mengikuti Dia dengan rasa hormat, dan yang memanggil Dia Guru. Kawan-kawan tersebut menceritakan kepada Maria apa yang telah mereka lihat dan dengar pada waktu Ia dibaptiskan dan di mana-mana. Mereka menarik kesimpulan dengan berkata, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi.” Yohanes 1:45 . [KSZ1 143.2]