4 Oktober 2026 · Hari 1
Hari 1: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Halaman 154-155 | Pasal 16, Paragraf 1-6 | KSZ1 154.1-KSZ1 155.3
Ayat Inti
Yohanes 2:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 154.1 “Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibiiONya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja. Karena pesta Paskah orang Yahudi sudah dekat, maka Yesus pergi ke Yerusalem.
KSZ1 154.2 Pada perjalanan ini, Yesus mengikuti salah satu rombongan besar yang sedang berjalan menuju ke ibu kota. Ia masih belum mengumumkan pekerjaan-Nya dengan terang-terangan, dan Ia bergaul tanpa mendapat perhatian orang banyak itu. Pada waktu-waktu semacam ini, kedatangan Mesias, yang telah mendapat perhatian yang begitu besar oleh pekerjaan Yohanes, acapkali menjadi pokok pembicaraan. Harapan akan kebesaran nasional diperbincangkan dengan semangat yang berkobar-kobar. Yesus mengetahui bahwa harapan ini akan dikecewakan, sebab didasarkan pada tafsiran yang salah akan Alkitab. Dengan ketekunan yang sungguh-sungguh diterangkan-Nya segala nubuatan, serta mencoba membangkitkan perhatian orang banyak supaya mengadakan penyelidikan yang teliti akan firm an Allah.
KSZ1 154.3 Para pemimpin Yahudi telah memberikan petunjuk kepada orang banyak bahwa di Yerusalem mereka itu diajar untuk berbakti kepada Allah. Di sana sepanjang pekan pesta Paskah itu banyak sekali orang berhimpun, yang datang dari seluruh pelosok Palestina, bahkan dari negeri-ne geri yang jauh. Halaman Bait Suci penuh dengan rombongan orang dari segala lapisan masyarakat. Banyak yang tidak dapat membawa sertanya korban yang harus dipersembahkan yang melambangkan Korban besar itu. Untuk memudahkan bagi orang-orang ini, binatang-binatang diperjual belikan di halaman Bait Suci itu. Di sana segala lapisan masyarakat berhimpun untuk membeli korban mereka. Di sana semua uang asing ditukarkan dengan mata uang Bait Suci.
KSZ1 155.1 Setiap orang Yahudi dituntut untuk membayar setengah syikal setiap tahun sebagai “uang pendamaian karena nyawanya” Keluaran 30:12-16; dan uang yang dikumpulkan demikian itu digunakan untuk pemeliharaan Bait Suci. Selain ini, jumlah uang yang banyak dibawa sebagai persembahan sukarela, untuk disimpan di perbendaharaan Bait Suci. Maka adalah dituntut supaya semua uang asing ditukar dengan uang yang disebut syikal Bait Suci, yang diterima untuk upacara Bait yang Kudus itu. Penukaran uang itu memberi kesempatan untuk penipuan dan pemerasan, dan telah bertumbuh menjadi suatu perdagangan yang hina, yang menjadi sumber penghasilan bagi imam-imam.
KSZ1 155.2 Para pedagang menuntut harga yang terlalu tinggi untuk binatang yang dijual, lalu mereka membagi keuntungan mereka dengan imamimam dan penghulu-penghulu, yang dengan jalan demikian memperkaya dirinya atas kerugian orang banyak. Orang-orang yang berbakti itu sudah diajar untuk mempercayai bahwa jikalau mereka tidak mempersembahkan korban, berkat Allah tidak akan dicurahkan kepada anak-anak dan negeri mereka. Dengan demikian dapat diperoleh harga yang tinggi untuk binatang-binatang itu; sebab setelah datang begitu jauh, orang banyak itu tidak mau pulang ke kediamannya masing-masing dengan tidak menunaikan acara perbaktian yang untuk itu mereka telah datang.
KSZ1 155.3 Banyak sekali korban-korban dipersembahkan pada waktu pesta Paskah itu, dan angka penjualan di Bait Suci pun sangatlah besar. Kegaduhan yang ditimbulkannya menunjukkan perdagangan hewan yang ribut gantinya Bait Suci Allah. Di sana dapat didengar tawar menawar yang ramai, lenguh lembu, embik kambing domba, dekut burung merpati, bercampur baur dengan dencing mata uang dan pertengkaran yang disertai kemarahan. Demikian besarnya kekacauan itu sehingga orang-orang yang berbakti terganggu dan ucapan yang ditujukan kepada Allah Taala tenggelam dalam kegaduhan yang meliputi Bait Suci itu. Orang Yahudi sangat bangga akan kesalehan mereka. Mereka bersukacita atas Bait Suci itu, dan menganggap sebagai hujat sesuatu ucapan yang menjelekkannya; mereka sangat keras dalam pelaksanaan upacara-upacara yang berhubungan dengan Bait Suci itu; akan tetapi loba akan uang sudah mengalahkan ketelitian mereka. Mereka hampir tidak sadar lagi akan berapa jauh mereka telah menyimpang dari maksud semula segala upacara yang telah ditetapkan Allah sendiri.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
4 Oktober 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Halaman 154-155 | Pasal 16, Paragraf 1-6 | KSZ1 154.1-KSZ1 155.3
Ayat Inti:
Yohanes 2:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-14-hari-1-2026-10-04
Teks Lengkap:
“Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibiiONya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja. Karena pesta Paskah orang Yahudi sudah dekat, maka Yesus pergi ke Yerusalem. [KSZ1 154.1]
Pada perjalanan ini, Yesus mengikuti salah satu rombongan besar yang sedang berjalan menuju ke ibu kota. Ia masih belum mengumumkan pekerjaan-Nya dengan terang-terangan, dan Ia bergaul tanpa mendapat perhatian orang banyak itu. Pada waktu-waktu semacam ini, kedatangan Mesias, yang telah mendapat perhatian yang begitu besar oleh pekerjaan Yohanes, acapkali menjadi pokok pembicaraan. Harapan akan kebesaran nasional diperbincangkan dengan semangat yang berkobar-kobar. Yesus mengetahui bahwa harapan ini akan dikecewakan, sebab didasarkan pada tafsiran yang salah akan Alkitab. Dengan ketekunan yang sungguh-sungguh diterangkan-Nya segala nubuatan, serta mencoba membangkitkan perhatian orang banyak supaya mengadakan penyelidikan yang teliti akan firm an Allah. [KSZ1 154.2]
Para pemimpin Yahudi telah memberikan petunjuk kepada orang banyak bahwa di Yerusalem mereka itu diajar untuk berbakti kepada Allah. Di sana sepanjang pekan pesta Paskah itu banyak sekali orang berhimpun, yang datang dari seluruh pelosok Palestina, bahkan dari negeri-ne geri yang jauh. Halaman Bait Suci penuh dengan rombongan orang dari segala lapisan masyarakat. Banyak yang tidak dapat membawa sertanya korban yang harus dipersembahkan yang melambangkan Korban besar itu. Untuk memudahkan bagi orang-orang ini, binatang-binatang diperjual belikan di halaman Bait Suci itu. Di sana segala lapisan masyarakat berhimpun untuk membeli korban mereka. Di sana semua uang asing ditukarkan dengan mata uang Bait Suci. [KSZ1 154.3]
Setiap orang Yahudi dituntut untuk membayar setengah syikal setiap tahun sebagai “uang pendamaian karena nyawanya” Keluaran 30:12-16; dan uang yang dikumpulkan demikian itu digunakan untuk pemeliharaan Bait Suci. Selain ini, jumlah uang yang banyak dibawa sebagai persembahan sukarela, untuk disimpan di perbendaharaan Bait Suci. Maka adalah dituntut supaya semua uang asing ditukar dengan uang yang disebut syikal Bait Suci, yang diterima untuk upacara Bait yang Kudus itu. Penukaran uang itu memberi kesempatan untuk penipuan dan pemerasan, dan telah bertumbuh menjadi suatu perdagangan yang hina, yang menjadi sumber penghasilan bagi imam-imam. [KSZ1 155.1]
Para pedagang menuntut harga yang terlalu tinggi untuk binatang yang dijual, lalu mereka membagi keuntungan mereka dengan imamimam dan penghulu-penghulu, yang dengan jalan demikian memperkaya dirinya atas kerugian orang banyak. Orang-orang yang berbakti itu sudah diajar untuk mempercayai bahwa jikalau mereka tidak mempersembahkan korban, berkat Allah tidak akan dicurahkan kepada anak-anak dan negeri mereka. Dengan demikian dapat diperoleh harga yang tinggi untuk binatang-binatang itu; sebab setelah datang begitu jauh, orang banyak itu tidak mau pulang ke kediamannya masing-masing dengan tidak menunaikan acara perbaktian yang untuk itu mereka telah datang. [KSZ1 155.2]
Banyak sekali korban-korban dipersembahkan pada waktu pesta Paskah itu, dan angka penjualan di Bait Suci pun sangatlah besar. Kegaduhan yang ditimbulkannya menunjukkan perdagangan hewan yang ribut gantinya Bait Suci Allah. Di sana dapat didengar tawar menawar yang ramai, lenguh lembu, embik kambing domba, dekut burung merpati, bercampur baur dengan dencing mata uang dan pertengkaran yang disertai kemarahan. Demikian besarnya kekacauan itu sehingga orang-orang yang berbakti terganggu dan ucapan yang ditujukan kepada Allah Taala tenggelam dalam kegaduhan yang meliputi Bait Suci itu. Orang Yahudi sangat bangga akan kesalehan mereka. Mereka bersukacita atas Bait Suci itu, dan menganggap sebagai hujat sesuatu ucapan yang menjelekkannya; mereka sangat keras dalam pelaksanaan upacara-upacara yang berhubungan dengan Bait Suci itu; akan tetapi loba akan uang sudah mengalahkan ketelitian mereka. Mereka hampir tidak sadar lagi akan berapa jauh mereka telah menyimpang dari maksud semula segala upacara yang telah ditetapkan Allah sendiri. [KSZ1 155.3]