Hari 4: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
7 Oktober 2026 · Hari 4

Hari 4: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA

Halaman 161-162 | Pasal 16, Paragraf 19-23 | KSZ1 161.1-KSZ1 162.2

Ayat Inti

Yohanes 2:16

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 161.1 Maka apakah sebabnya imam-imam itu melarikan diri dari Bait Suci itu? Mengapa mereka tidak bertahan? Dia, yang memerintahkan mereka pergi itu Ialah seorang anak tukang kayu, seorang Galilea yang miskin, tanpa pangkat atau kuasa duniawi. Mengapa mereka tidak melawan Dia? Mengapa mereka meninggalkan keuntungan yang diperoleh dengan kecurangan itu, serta melarikan diri atas perintah Seorang yang rupa-Nya begitu hina?

KSZ1 161.2 Kristus berbicara dengan wewenang seorang raja, dan dalam rupaNya, dan dalam nada suara-Nya, ada sesuatu yang tidak dapat mereka lawan. Dalam perintah itu mereka menyadari seperti yang belum pernah disadari , kedudukan mereka yang sebenarnya sebagai orang munafik dan perampok. Apabila Keilahian memancar dari kemanusiaan, bukan saja mereka melihat murka pada wajah Kristus; mereka menyadari arti ucapan-Nya itu. Mereka merasa seolah-olah berdiri di hadapan takhta Hakim yang kekal, dengan hukuman dijatuhkan ke atas mereka untuk masa dan zaman yang kekal. Seketika lamanya mereka itu yakin bahwa Kristus adalah seorang nabi; dan banyak yang percaya bahwa Dialah Mesias. Roh Kudus mengingatkan kepada mereka segala ucapan nabinabi tentang Kristus. Maukah mereka menyerah kepada keyakinan ini?

KSZ1 161.3 Mereka tidak mau bertobat. Mereka tahu bahwa simpati Kristus bagi orang miskin sudah dibangunkan. Mereka tahu bahwa mereka telah bersalah dengan melakukan pemerasan dalam perlakuan mereka terhadap orang banyak. Karena Kristus membaca segala pikiran mereka itu, mereka membenci Dia. Teguran-Nya di hadapan khalayak ramai menghinakan kesombongan mereka, dan mereka cemburu atas pengaruh-Nya yang semakin bertambah di kalangan orang banyak. Mereka bertekad untuk menantang Dia mengenai kuasa yang digunakan-Nya dalam mengusir mereka keluar, dan siapa yang memberikan kuasa itu kepada-Nya.

KSZ1 162.1 Dengan perlahan-lahan serta berhati-hati tetapi dengan kebencian dalam hati, mereka pun ke Bait Suci itu. Akan tetapi alangkah besarnya perubahan yang telah terjadi selama mereka tidak ada! Ketika mereka melarikan diri, orang-orang miskin tinggal tetap di situ; dan orang-orang ini kini memandang kepada Yesus, yang wajah-Nya menyatakan kasih dan simpati-Nya. Dengan air mata yang berlinang-linang, berkatalah la kepada orang-orang yang gemetar di sekitar-Nya, jangan takut, Aku akan melepaskan kamu dan kamu akan memuliakan Daku. Untuk maksud inilah Aku datang ke dunia ini.

KSZ1 162.2 Orang banyak itu datang berdesak-desak ke hadirat Kristus dengan permohonan yang mendesak dan memilukan hati, Ya Guru, berkati aku. Telinga-Nya mendengar setiap seruan. Dengan belas kasihan yang jauh melebihi seorang ibu yang lemah lembut Ia menundukkan diri-Nya untuk menolong orang yang menderita. Semuanya mendapat perhatian. Masing-masing disembuhkan dari penyakit apa pun yang dideritanya. Orang bisu membuka bibir dengan puji-pujian; orang buta melihat wajah Dia yang menyembuhkan mereka. Hati para pendengar itu digembirakan.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

7 Oktober 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Halaman 161-162 | Pasal 16, Paragraf 19-23 | KSZ1 161.1-KSZ1 162.2

Ayat Inti:
Yohanes 2:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-14-hari-4-2026-10-07

Teks Lengkap:

Maka apakah sebabnya imam-imam itu melarikan diri dari Bait Suci itu? Mengapa mereka tidak bertahan? Dia, yang memerintahkan mereka pergi itu Ialah seorang anak tukang kayu, seorang Galilea yang miskin, tanpa pangkat atau kuasa duniawi. Mengapa mereka tidak melawan Dia? Mengapa mereka meninggalkan keuntungan yang diperoleh dengan kecurangan itu, serta melarikan diri atas perintah Seorang yang rupa-Nya begitu hina? [KSZ1 161.1]

Kristus berbicara dengan wewenang seorang raja, dan dalam rupaNya, dan dalam nada suara-Nya, ada sesuatu yang tidak dapat mereka lawan. Dalam perintah itu mereka menyadari seperti yang belum pernah disadari , kedudukan mereka yang sebenarnya sebagai orang munafik dan perampok. Apabila Keilahian memancar dari kemanusiaan, bukan saja mereka melihat murka pada wajah Kristus; mereka menyadari arti ucapan-Nya itu. Mereka merasa seolah-olah berdiri di hadapan takhta Hakim yang kekal, dengan hukuman dijatuhkan ke atas mereka untuk masa dan zaman yang kekal. Seketika lamanya mereka itu yakin bahwa Kristus adalah seorang nabi; dan banyak yang percaya bahwa Dialah Mesias. Roh Kudus mengingatkan kepada mereka segala ucapan nabinabi tentang Kristus. Maukah mereka menyerah kepada keyakinan ini? [KSZ1 161.2]

Mereka tidak mau bertobat. Mereka tahu bahwa simpati Kristus bagi orang miskin sudah dibangunkan. Mereka tahu bahwa mereka telah bersalah dengan melakukan pemerasan dalam perlakuan mereka terhadap orang banyak. Karena Kristus membaca segala pikiran mereka itu, mereka membenci Dia. Teguran-Nya di hadapan khalayak ramai menghinakan kesombongan mereka, dan mereka cemburu atas pengaruh-Nya yang semakin bertambah di kalangan orang banyak. Mereka bertekad untuk menantang Dia mengenai kuasa yang digunakan-Nya dalam mengusir mereka keluar, dan siapa yang memberikan kuasa itu kepada-Nya. [KSZ1 161.3]

Dengan perlahan-lahan serta berhati-hati tetapi dengan kebencian dalam hati, mereka pun ke Bait Suci itu. Akan tetapi alangkah besarnya perubahan yang telah terjadi selama mereka tidak ada! Ketika mereka melarikan diri, orang-orang miskin tinggal tetap di situ; dan orang-orang ini kini memandang kepada Yesus, yang wajah-Nya menyatakan kasih dan simpati-Nya. Dengan air mata yang berlinang-linang, berkatalah la kepada orang-orang yang gemetar di sekitar-Nya, jangan takut, Aku akan melepaskan kamu dan kamu akan memuliakan Daku. Untuk maksud inilah Aku datang ke dunia ini. [KSZ1 162.1]

Orang banyak itu datang berdesak-desak ke hadirat Kristus dengan permohonan yang mendesak dan memilukan hati, Ya Guru, berkati aku. Telinga-Nya mendengar setiap seruan. Dengan belas kasihan yang jauh melebihi seorang ibu yang lemah lembut Ia menundukkan diri-Nya untuk menolong orang yang menderita. Semuanya mendapat perhatian. Masing-masing disembuhkan dari penyakit apa pun yang dideritanya. Orang bisu membuka bibir dengan puji-pujian; orang buta melihat wajah Dia yang menyembuhkan mereka. Hati para pendengar itu digembirakan. [KSZ1 162.2]