8 Oktober 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Halaman 162-164 | Pasal 16, Paragraf 24-28 | KSZ1 162.3-KSZ1 164.1
Ayat Inti
Yohanes 2:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 162.3 Ketika imam-imam dan pegawai-pegawai Bait Suci menyaksikan perbuatan yang besar ini, betapa merupakan wahyu bagi mereka segala bunyi suara yang jatuh pada pendengarannya. Orang banyak itu menu-turkan cerita penyakit yang sudah lama mereka derita, tentang harapan mereka yang kandas, tentang hari-hari yang penuh derita dan keadaan tidak bisa tidur pada malam hari. Ketika api harapan yang terakhir nampaknya seolah-olah sudah padam, Kristus menyembuhkan mereka. Demikian beratnya beban itu, kata seorang; tetapi aku telah mendapat seorang Penolong. Ialah Kristus dan aku akan mengabdikan hidupku bagi pekerjaan-Nya. Orangtua berkata kepada anak-anak mereka, Ia telah menyelamatkan nyawamu; angkatlah suaramu dan pujilah Dia. Suara anakanak dan orang muda, bapa-bapa dan ibu-ibu, sahabat-sahabat dan penonton-penonton, bergabung dalam pengucapan syukur dan puji-pujian. Harapan dan kegembiraan memenuhi hati mereka. Pikiran mereka diliputi oleh damai. Mereka sudah disembuhkan baik jiwa maupun tubuh, lalu mereka pulang ke rumah, dengan memasyhurkan di mana-mana kasih Yesus yang tiada taranya itu.
KSZ1 163.1 Pada waktu Kristus disalibkan, orang-orang yang telah disembuhkan dengan jalan demikian itu tidak menggabungkan diri dengan rombongan rakyat jelata dalam menyerukan, “Salibkan Dia; Salibkan Dia!” Simpati mereka adalah pada Yesus; sebab mereka itu telah merasa simpati-Nya yang besar dan kuasa-Nya yang ajaib. Mereka mengenal Pia sebagai Juruselamat mereka; sebab Ia telah memberikan kepada mereka kesehatan tubuh dan jiwa. Mereka mendengar rasul-rasul mengajar, lalu firman Allah yang masuk ke dalam hati mereka memberikan pengertian kepada mereka. Mereka menjadi alat bagi kemurahan Allah, dan membantu memasyhurkan keselamatan-Nya.
KSZ1 163.2 Orang banyak yang telah melarikan diri dari halaman Bait Suci itu, setelah beberapa lama kemudian datang dengan perlahan-lahan. Mereka sudah agak pulih dari panik yang telah mencekam mereka, tetapi wajah mereka menyatakan kebimbangan dan ketakutan. Mereka melihat dengan perasaan heran atas perbuatan Yesus, dan yakin bahwa di dalam Dialah segala nubuatan tentang Mesias digenapi. Dosa penajisan Bait Suci itu sebagian besar terletak atas imam-imam. Atas usaha merekalah maka halaman itu dijadikan pasar. Orang banyak itu hampir tidak bersalah. Mereka mendapat kesan oleh melihat wewenang Ilahi yang ada pada Yesus; akan tetapi bagi mereka pengaruh imam-imam dan penghulu itulah yang terutama. Dipandangnya pekerjaan Kristus sebagai usaha yang baru, dan meragukan hak-Nya untuk campur tangan dalam apa yang diizinkan oleh para penguasa Bait Suci itu. Mereka marah karena perdagangan itu telah terganggu, lalu mereka memadamkan keyakinan oleh Roh Kudus.
KSZ1 163.3 Melebihi semua orang, imam-imam dan penghulu-penghulu sudah seharusnya melihat Yesus yang diurapi Tuhan; sebab di tangan mereka ada surat-surat gulungan suci yang melukiskan tugas-Nya, dan mereka tahu bahwa pembersihan Bait Suci itu adalah suatu pernyataan kuasa yang besar daripada kuasa manusia. Betapapun mereka membenci Ye-sus mereka tidak dapat melepaskan diri dari pikiran bahwa mungkin Ia seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk memulihkan kesucian Bait Suci itu. Dengan perasaan hormat yang lahir dari perasaan takut ini, pergilah mereka kepada-Nya dengan pertanyaan, “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan pada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”
KSZ1 164.1 Yesus telah menunjukkan kepada mereka suatu tanda. Dalam memancarkan cahaya ke dalam hati mereka, dan dalam melakukan di hadapan mereka perbuatan yang harus dilakukan Mesias, Ia telah memberikan bukti yang meyakinkan dari tabiat-Nya. Kini ketika mereka meminta sesuatu tanda, Ia menjawab kepada mereka dengan menggunakan suatu perumpamaan, yang menunjukkan bahwa Ia membaca dendam hati mereka, serta melihat hingga sejauh mana dendam itu akan membawa mereka. “Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya .”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
8 Oktober 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Halaman 162-164 | Pasal 16, Paragraf 24-28 | KSZ1 162.3-KSZ1 164.1
Ayat Inti:
Yohanes 2:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-14-hari-5-2026-10-08
Teks Lengkap:
Ketika imam-imam dan pegawai-pegawai Bait Suci menyaksikan perbuatan yang besar ini, betapa merupakan wahyu bagi mereka segala bunyi suara yang jatuh pada pendengarannya. Orang banyak itu menu-turkan cerita penyakit yang sudah lama mereka derita, tentang harapan mereka yang kandas, tentang hari-hari yang penuh derita dan keadaan tidak bisa tidur pada malam hari. Ketika api harapan yang terakhir nampaknya seolah-olah sudah padam, Kristus menyembuhkan mereka. Demikian beratnya beban itu, kata seorang; tetapi aku telah mendapat seorang Penolong. Ialah Kristus dan aku akan mengabdikan hidupku bagi pekerjaan-Nya. Orangtua berkata kepada anak-anak mereka, Ia telah menyelamatkan nyawamu; angkatlah suaramu dan pujilah Dia. Suara anakanak dan orang muda, bapa-bapa dan ibu-ibu, sahabat-sahabat dan penonton-penonton, bergabung dalam pengucapan syukur dan puji-pujian. Harapan dan kegembiraan memenuhi hati mereka. Pikiran mereka diliputi oleh damai. Mereka sudah disembuhkan baik jiwa maupun tubuh, lalu mereka pulang ke rumah, dengan memasyhurkan di mana-mana kasih Yesus yang tiada taranya itu. [KSZ1 162.3]
Pada waktu Kristus disalibkan, orang-orang yang telah disembuhkan dengan jalan demikian itu tidak menggabungkan diri dengan rombongan rakyat jelata dalam menyerukan, “Salibkan Dia; Salibkan Dia!” Simpati mereka adalah pada Yesus; sebab mereka itu telah merasa simpati-Nya yang besar dan kuasa-Nya yang ajaib. Mereka mengenal Pia sebagai Juruselamat mereka; sebab Ia telah memberikan kepada mereka kesehatan tubuh dan jiwa. Mereka mendengar rasul-rasul mengajar, lalu firman Allah yang masuk ke dalam hati mereka memberikan pengertian kepada mereka. Mereka menjadi alat bagi kemurahan Allah, dan membantu memasyhurkan keselamatan-Nya. [KSZ1 163.1]
Orang banyak yang telah melarikan diri dari halaman Bait Suci itu, setelah beberapa lama kemudian datang dengan perlahan-lahan. Mereka sudah agak pulih dari panik yang telah mencekam mereka, tetapi wajah mereka menyatakan kebimbangan dan ketakutan. Mereka melihat dengan perasaan heran atas perbuatan Yesus, dan yakin bahwa di dalam Dialah segala nubuatan tentang Mesias digenapi. Dosa penajisan Bait Suci itu sebagian besar terletak atas imam-imam. Atas usaha merekalah maka halaman itu dijadikan pasar. Orang banyak itu hampir tidak bersalah. Mereka mendapat kesan oleh melihat wewenang Ilahi yang ada pada Yesus; akan tetapi bagi mereka pengaruh imam-imam dan penghulu itulah yang terutama. Dipandangnya pekerjaan Kristus sebagai usaha yang baru, dan meragukan hak-Nya untuk campur tangan dalam apa yang diizinkan oleh para penguasa Bait Suci itu. Mereka marah karena perdagangan itu telah terganggu, lalu mereka memadamkan keyakinan oleh Roh Kudus. [KSZ1 163.2]
Melebihi semua orang, imam-imam dan penghulu-penghulu sudah seharusnya melihat Yesus yang diurapi Tuhan; sebab di tangan mereka ada surat-surat gulungan suci yang melukiskan tugas-Nya, dan mereka tahu bahwa pembersihan Bait Suci itu adalah suatu pernyataan kuasa yang besar daripada kuasa manusia. Betapapun mereka membenci Ye-sus mereka tidak dapat melepaskan diri dari pikiran bahwa mungkin Ia seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk memulihkan kesucian Bait Suci itu. Dengan perasaan hormat yang lahir dari perasaan takut ini, pergilah mereka kepada-Nya dengan pertanyaan, “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan pada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” [KSZ1 163.3]
Yesus telah menunjukkan kepada mereka suatu tanda. Dalam memancarkan cahaya ke dalam hati mereka, dan dalam melakukan di hadapan mereka perbuatan yang harus dilakukan Mesias, Ia telah memberikan bukti yang meyakinkan dari tabiat-Nya. Kini ketika mereka meminta sesuatu tanda, Ia menjawab kepada mereka dengan menggunakan suatu perumpamaan, yang menunjukkan bahwa Ia membaca dendam hati mereka, serta melihat hingga sejauh mana dendam itu akan membawa mereka. “Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya .” [KSZ1 164.1]