13 Oktober 2026 · Hari 3
Hari 3: Pasal 17 - NIKODEMUS
Halaman 172-173 | Pasal 17, Paragraf 11-15 | KSZ1 172.1-KSZ1 173.2
Ayat Inti
Yohanes 3:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 172.1 Yesus melanjutkan: “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Secara alamiah hati itu jahat, dan “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorang pun tidak!” Ayub 14:4. Tiada penemuan manusia yang dapat menemukan suatu penawar bagi jiwa yang berdosa. “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.” “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Roma 8:7; Matius 15:19. Pancaran hati itu wajib dibersihkan sebelum alirannya dapat menjadi bersih. Orang yang mencoba hendak mencapai surga oleh perbuatannya sendiri dalam memelihara hukum Allah, berarti mencoba sesuatu yang mustahil. Tidak ada keselamatan bagi seorang yang memiliki hanya sekadar suatu agama resmi, sesuatu rupa peribadatan belaka. Kehidupan orang Kristen bukan-nya sesuatu perubahan sedikit atau perbaikan dari kehidupan yang lama, melainkan perubahan seluruhnya dari segala sifat. Ada kematian terhadap diri dan dosa, dan suatu kehidupan yang semata-mata baru. Perubahan ini dapat terjadi hanya oleh pekerjaan Roh Kudus yang berhasil itu.
KSZ1 172.2 Nikodemus masih bingung, lalu Yesus menggunakan angin untuk me-lukiskan maksud-Nya: “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau men-dengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
KSZ1 172.3 Angin terdengar di antara cabang-cabang pohon menggersak dedaunan dan bunga-bungaan; namun angin itu tidak kelihatan, dan tiada seorang pun mengetahui dari mana datangnya, atau ke mana perginya. De-mikianlah halnya dengan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati. Tak ada hal yang dapat menjelaskannya lebih jelas daripada gerakan angin. Seorang boleh jadi tidak dapat menyebutkan waktu atau tempat yang tepat, atau mengingat semua keadaan dalam proses pertobatan; tetapi hal ini tidak membuktikan bahwa ia tidak bertobat. Dengan alat yang tidak nampak seperti angin, Kristus selalu bekerja di dalam hati. Sedikit demi sedikit, dengan tidak disadari oleh si penerima, kesan-kesan ditanamkan yang berlanjut kepada menarik jiwa itu kepada Kristus. Ini boleh jadi diterima oleh merenungkan tentang Dia, oleh membaca Alkitab, atau oleh mendengar sabda Allah dari pengkhotbah yang hidup. Tiba-tiba, ketika Roh itu datang dengan bujukan yang lebih terarah lagi, maka jiwa itu pun menyerahlah dengan suka hati kepada Yesus. Oleh banyak orang hal ini disebut pertobatan secara tiba-tiba; tetapi hal ini adalah hasil bujukan yang lama oleh Roh Allah, suatu proses yang penuh kesabaran dan meliputi waktu yang lama.
KSZ1 173.1 Meskipun angin itu sendiri tidak kelihatan, ditimbulkannya akibatakibat yang tampak dan terasa. Demikianlah pekerjaan Roh itu di dalam jiwa akan menyatakan dirinya sendiri dalam setiap laku orang yang telah merasakan kuasanya yang menyelamatkan itu. Apabila Roh Allah sudah memiliki hati, maka kehidupan pun diubahkannya. Segala pikiran yang penuh dosa dibuang jauh, segala perbuatan jahat ditinggalkan; kasih, kerendahan hati, dan damai menggantikan amarah, iri hati, dan perseli-sihan. Sukacita menggantikan dukacita, dan wajah memantulkan cahaya surga. Tidak seorang pun yang melihat tangan yang mengangkat beban itu, atau melihat cahaya yang turun dari istana yang di surga. Berkat itu datang apabila oleh iman jiwa menyerahkan dirinya kepada Allah. Lalu kuasa yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia itu pun menciptakan satu makhluk baru menurut peta Allah.
KSZ1 173.2 Adalah mustahil bagi pikiran yang fana ini memahami pekerjaan pe-nebusan. Rahasianya melampaui pengetahuan manusia; namun ia yang melalui kematian kepada kehidupan menyadari bahwa itulah sesuatu ke-sungguhan Ilahi. Permulaan penebusan dapat kita ketahui di dunia ini oleh pengalaman pribadi. Hasil-hasilnya mencapai sampai ke zaman yang kekal.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
13 Oktober 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 17 - NIKODEMUS
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 17 - NIKODEMUS
Halaman 172-173 | Pasal 17, Paragraf 11-15 | KSZ1 172.1-KSZ1 173.2
Ayat Inti:
Yohanes 3:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-15-hari-3-2026-10-13
Teks Lengkap:
Yesus melanjutkan: “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Secara alamiah hati itu jahat, dan “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorang pun tidak!” Ayub 14:4. Tiada penemuan manusia yang dapat menemukan suatu penawar bagi jiwa yang berdosa. “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.” “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Roma 8:7; Matius 15:19. Pancaran hati itu wajib dibersihkan sebelum alirannya dapat menjadi bersih. Orang yang mencoba hendak mencapai surga oleh perbuatannya sendiri dalam memelihara hukum Allah, berarti mencoba sesuatu yang mustahil. Tidak ada keselamatan bagi seorang yang memiliki hanya sekadar suatu agama resmi, sesuatu rupa peribadatan belaka. Kehidupan orang Kristen bukan-nya sesuatu perubahan sedikit atau perbaikan dari kehidupan yang lama, melainkan perubahan seluruhnya dari segala sifat. Ada kematian terhadap diri dan dosa, dan suatu kehidupan yang semata-mata baru. Perubahan ini dapat terjadi hanya oleh pekerjaan Roh Kudus yang berhasil itu. [KSZ1 172.1]
Nikodemus masih bingung, lalu Yesus menggunakan angin untuk me-lukiskan maksud-Nya: “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau men-dengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” [KSZ1 172.2]
Angin terdengar di antara cabang-cabang pohon menggersak dedaunan dan bunga-bungaan; namun angin itu tidak kelihatan, dan tiada seorang pun mengetahui dari mana datangnya, atau ke mana perginya. De-mikianlah halnya dengan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati. Tak ada hal yang dapat menjelaskannya lebih jelas daripada gerakan angin. Seorang boleh jadi tidak dapat menyebutkan waktu atau tempat yang tepat, atau mengingat semua keadaan dalam proses pertobatan; tetapi hal ini tidak membuktikan bahwa ia tidak bertobat. Dengan alat yang tidak nampak seperti angin, Kristus selalu bekerja di dalam hati. Sedikit demi sedikit, dengan tidak disadari oleh si penerima, kesan-kesan ditanamkan yang berlanjut kepada menarik jiwa itu kepada Kristus. Ini boleh jadi diterima oleh merenungkan tentang Dia, oleh membaca Alkitab, atau oleh mendengar sabda Allah dari pengkhotbah yang hidup. Tiba-tiba, ketika Roh itu datang dengan bujukan yang lebih terarah lagi, maka jiwa itu pun menyerahlah dengan suka hati kepada Yesus. Oleh banyak orang hal ini disebut pertobatan secara tiba-tiba; tetapi hal ini adalah hasil bujukan yang lama oleh Roh Allah, suatu proses yang penuh kesabaran dan meliputi waktu yang lama. [KSZ1 172.3]
Meskipun angin itu sendiri tidak kelihatan, ditimbulkannya akibatakibat yang tampak dan terasa. Demikianlah pekerjaan Roh itu di dalam jiwa akan menyatakan dirinya sendiri dalam setiap laku orang yang telah merasakan kuasanya yang menyelamatkan itu. Apabila Roh Allah sudah memiliki hati, maka kehidupan pun diubahkannya. Segala pikiran yang penuh dosa dibuang jauh, segala perbuatan jahat ditinggalkan; kasih, kerendahan hati, dan damai menggantikan amarah, iri hati, dan perseli-sihan. Sukacita menggantikan dukacita, dan wajah memantulkan cahaya surga. Tidak seorang pun yang melihat tangan yang mengangkat beban itu, atau melihat cahaya yang turun dari istana yang di surga. Berkat itu datang apabila oleh iman jiwa menyerahkan dirinya kepada Allah. Lalu kuasa yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia itu pun menciptakan satu makhluk baru menurut peta Allah. [KSZ1 173.1]
Adalah mustahil bagi pikiran yang fana ini memahami pekerjaan pe-nebusan. Rahasianya melampaui pengetahuan manusia; namun ia yang melalui kematian kepada kehidupan menyadari bahwa itulah sesuatu ke-sungguhan Ilahi. Permulaan penebusan dapat kita ketahui di dunia ini oleh pengalaman pribadi. Hasil-hasilnya mencapai sampai ke zaman yang kekal. [KSZ1 173.2]