18 Oktober 2026 · Hari 1
Hari 1: Pasal 18 - “IA HARUS MAKIN BESAR”
Halaman 179-180 | Pasal 18, Paragraf 1-3 | KSZ1 179.1-KSZ1 180.1
Ayat Inti
Yohanes 3:30
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 16 membaca Bab 18: Dia Harus Makin Besar. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 179.1 Dalam waktu singkat pengaruh Yohanes Pembaptis atas bangsa itu sudah lebih besar daripada pengaruh penghulu-penghulu, imamimam, atau raja-rajanya. Sekiranya ia mengumumkan dirinya sebagai Mesias, serta mengobarkan suatu pemberontakan terhadap kerajaan Roma, maka imam-imam dan bangsa itu sudah pasti datang berduyun-duyun ke bawah panjinya. Setiap pertimbangan yang menarik bagi cita-cita para pemenang dunia, sedia hendak didesakkan oleh Setan kepada Yohanes Pembaptis. Tetapi dengan bukti yang ada di hadapannya akan kuasanya, ia telah tetap menolak sogokan yang besar itu. Perhatian yang telah ditujukan kepadanya itu, sudah disalurkan kepada Pribadi yang lain.
KSZ1 179.2 Sekarang ia melihat arus kepopuleran beralih dari dirinya sendiri kepada Juruselamat. Hari demi hari para pengikutnya makin berkurang. Ketika Yesus datang dari Yerusalem ke daerah di sekitar Yordan, orang banyak datang berduyun-duyun hendak mendengar Dia. Jumlah muridmurid-Nya kian bertambah setiap hari. Banyak yang datang untuk baptisan, dan karena Kristus Sendiri tidak membaptiskan, Ia mengesahkan pelaksanaan upacara itu oleh murid-murid-Nya. Demikianlah Ia menaruh meterai-Nya atas tugas pendahulu-Nya itu. Tetapi murid-murid Yohanes memandang dengan rasa cemburu kepada popularitas Yesus yang makin bertambah itu. Mereka selalu siap untuk mengecam pekerjaanNya, dan tidak lama kemudian mereka mendapat kesempatan untuk itu. Suatu pertanyaan timbul di antara mereka dan orang-orang Yahudi ten-tang apakah baptisan itu dapat membersihkan jiwa dari dosa; mereka menandaskan bahwa baptisan Yesus pada pokoknya berbeda dengan baptisan Yohanes. Tidak lama kemudian mereka pun sudah berbantah dengan murid-murid Kristus mengenai susunan kata yang pantas digunakan pa-da waktu baptisan, dan akhirnya tentang hak murid-murid Kristus untuk membaptiskan.
KSZ1 180.1 Murid-murid Yohanes datang kepadanya dengan pengaduan mereka dengan berkata, “Rabi, orang yang bersama dengan Engkau di seberang Sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Oleh ucapan ini, Setan membawa pencobaan kepada Yohanes. Meskipun tugas Yo-hanes nampaknya sudah hampir berakhir, masih juga mungkin baginya untuk menghalang-halangi pekerjaan Kristus. Sekiranya ia merasa ka-sihan terhadap dirinya sendiri, serta menyatakan dukacita atau rasa kecewa karena ia diganti, maka pasti ia menaburkan benih perselisihan, iri hati dan cemburu, yang sungguh-sungguh merintangi kemajuan Injil.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
18 Oktober 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 18 - “IA HARUS MAKIN BESAR”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 18 - “IA HARUS MAKIN BESAR”
Halaman 179-180 | Pasal 18, Paragraf 1-3 | KSZ1 179.1-KSZ1 180.1
Ayat Inti:
Yohanes 3:30
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 16 membaca Bab 18: Dia Harus Makin Besar. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-16-hari-1-2026-10-18
Teks Lengkap:
Dalam waktu singkat pengaruh Yohanes Pembaptis atas bangsa itu sudah lebih besar daripada pengaruh penghulu-penghulu, imamimam, atau raja-rajanya. Sekiranya ia mengumumkan dirinya sebagai Mesias, serta mengobarkan suatu pemberontakan terhadap kerajaan Roma, maka imam-imam dan bangsa itu sudah pasti datang berduyun-duyun ke bawah panjinya. Setiap pertimbangan yang menarik bagi cita-cita para pemenang dunia, sedia hendak didesakkan oleh Setan kepada Yohanes Pembaptis. Tetapi dengan bukti yang ada di hadapannya akan kuasanya, ia telah tetap menolak sogokan yang besar itu. Perhatian yang telah ditujukan kepadanya itu, sudah disalurkan kepada Pribadi yang lain. [KSZ1 179.1]
Sekarang ia melihat arus kepopuleran beralih dari dirinya sendiri kepada Juruselamat. Hari demi hari para pengikutnya makin berkurang. Ketika Yesus datang dari Yerusalem ke daerah di sekitar Yordan, orang banyak datang berduyun-duyun hendak mendengar Dia. Jumlah muridmurid-Nya kian bertambah setiap hari. Banyak yang datang untuk baptisan, dan karena Kristus Sendiri tidak membaptiskan, Ia mengesahkan pelaksanaan upacara itu oleh murid-murid-Nya. Demikianlah Ia menaruh meterai-Nya atas tugas pendahulu-Nya itu. Tetapi murid-murid Yohanes memandang dengan rasa cemburu kepada popularitas Yesus yang makin bertambah itu. Mereka selalu siap untuk mengecam pekerjaanNya, dan tidak lama kemudian mereka mendapat kesempatan untuk itu. Suatu pertanyaan timbul di antara mereka dan orang-orang Yahudi ten-tang apakah baptisan itu dapat membersihkan jiwa dari dosa; mereka menandaskan bahwa baptisan Yesus pada pokoknya berbeda dengan baptisan Yohanes. Tidak lama kemudian mereka pun sudah berbantah dengan murid-murid Kristus mengenai susunan kata yang pantas digunakan pa-da waktu baptisan, dan akhirnya tentang hak murid-murid Kristus untuk membaptiskan. [KSZ1 179.2]
Murid-murid Yohanes datang kepadanya dengan pengaduan mereka dengan berkata, “Rabi, orang yang bersama dengan Engkau di seberang Sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Oleh ucapan ini, Setan membawa pencobaan kepada Yohanes. Meskipun tugas Yo-hanes nampaknya sudah hampir berakhir, masih juga mungkin baginya untuk menghalang-halangi pekerjaan Kristus. Sekiranya ia merasa ka-sihan terhadap dirinya sendiri, serta menyatakan dukacita atau rasa kecewa karena ia diganti, maka pasti ia menaburkan benih perselisihan, iri hati dan cemburu, yang sungguh-sungguh merintangi kemajuan Injil. [KSZ1 180.1]