Hari 6: Pasal 18 - “IA HARUS MAKIN BESAR”
23 Oktober 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 18 - “IA HARUS MAKIN BESAR”

Halaman 183-183 | Pasal 18, Paragraf 12-13 | KSZ1 183.1-KSZ1 183.2

Ayat Inti

Yohanes 3:30

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 16 membaca Bab 18: Dia Harus Makin Besar. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 183.1 Yesus tahu bahwa mereka akan berusaha sedapat-dapatnya untuk menimbulkan perpecahan antara murid-murid-Nya sendiri dan muridmurid Yohanes. Ia tahu bahwa badai sedang datang yang akan menyapu salah seorang nabi yang terbesar yang pernah diberikan kepada dunia ini. Dengan tujuan hendak menghindarkan segala kesempatan untuk salah pengertian atau perselisihan paham, Ia menghentikan pekerjaan-Nya de-ngan diam-diam lalu pergi ke Galilea. Kita pun juga, sementara setia ke-pada kebenaran, haruslah berusaha menghindarkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan perselisihan dan salah pengertian. Sebab bila saja semuanya ini timbul, akibatnya ialah hilangnya jiwa-jiwa. Bila saja tim-bul keadaan yang mengancam untuk menyebabkan perpecahan, haruslah kita mengikuti teladan Yesus dan Yohanes Pembaptis itu.

KSZ1 183.2 Yohanes telah dipanggil untuk memimpin sebagai seorang pembaru. Oleh karena ini, murid-muridnya ada dalam bahaya mengarahkan per-hatian mereka kepadanya, dengan merasa bahwa sukses pekerjaan itu tergantung pada segala usahanya, lalu lupa bahwa ia hanyalah suatu alat yang digunakan Allah dalam pekerjaan-Nya. Akan tetapi pekerjaan Yohanes tidaklah cukup untuk meletakkan dasar jemaat Kristen. Setelah ia melaksanakan tugasnya, satu pekerjaan yang lain harus dilakukan, yang tidak dapat dilaksanakan oleh kesaksiannya. Murid-muridnya tidak mengerti akan hal ini waktu mereka melihat Kristus datang untuk mengambil pekeijaan itu, mereka merasa cemburu dan kecewa.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

23 Oktober 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 18 - “IA HARUS MAKIN BESAR”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 18 - “IA HARUS MAKIN BESAR”
Halaman 183-183 | Pasal 18, Paragraf 12-13 | KSZ1 183.1-KSZ1 183.2

Ayat Inti:
Yohanes 3:30
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 16 membaca Bab 18: Dia Harus Makin Besar. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-16-hari-6-2026-10-23

Teks Lengkap:

Yesus tahu bahwa mereka akan berusaha sedapat-dapatnya untuk menimbulkan perpecahan antara murid-murid-Nya sendiri dan muridmurid Yohanes. Ia tahu bahwa badai sedang datang yang akan menyapu salah seorang nabi yang terbesar yang pernah diberikan kepada dunia ini. Dengan tujuan hendak menghindarkan segala kesempatan untuk salah pengertian atau perselisihan paham, Ia menghentikan pekerjaan-Nya de-ngan diam-diam lalu pergi ke Galilea. Kita pun juga, sementara setia ke-pada kebenaran, haruslah berusaha menghindarkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan perselisihan dan salah pengertian. Sebab bila saja semuanya ini timbul, akibatnya ialah hilangnya jiwa-jiwa. Bila saja tim-bul keadaan yang mengancam untuk menyebabkan perpecahan, haruslah kita mengikuti teladan Yesus dan Yohanes Pembaptis itu. [KSZ1 183.1]

Yohanes telah dipanggil untuk memimpin sebagai seorang pembaru. Oleh karena ini, murid-muridnya ada dalam bahaya mengarahkan per-hatian mereka kepadanya, dengan merasa bahwa sukses pekerjaan itu tergantung pada segala usahanya, lalu lupa bahwa ia hanyalah suatu alat yang digunakan Allah dalam pekerjaan-Nya. Akan tetapi pekerjaan Yohanes tidaklah cukup untuk meletakkan dasar jemaat Kristen. Setelah ia melaksanakan tugasnya, satu pekerjaan yang lain harus dilakukan, yang tidak dapat dilaksanakan oleh kesaksiannya. Murid-muridnya tidak mengerti akan hal ini waktu mereka melihat Kristus datang untuk mengambil pekeijaan itu, mereka merasa cemburu dan kecewa. [KSZ1 183.2]