29 Oktober 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 193-194 | Pasal 19, Paragraf 25-30 | KSZ1 193.1-KSZ1 194.2
Ayat Inti
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 193.1 Penebus kita haus akan pengenalan. Ia lapar akan simpati dan kasih orang-orang yang telah dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri. Ia rindu dengan keinginan yang tak terperikan kiranya mereka datang kepadaNya lalu mendapat kehidupan. Sebagaimana ibu menantikan senyum pengenalan dari anaknya yang masih kecil, yang menandakan mulainya kecerdasan, demikian juga Kristus menantikan pernyataan kasih penuh syukur yang menunjukkan hidup kerohanian sudah mulai di dalam jiwa.
KSZ1 193.2 Wanita itu telah dipenuhi dengan sukacita sementara ia mendengarkan perkataan Kristus. Pernyataan yang ajaib itu hampir menaklukkan. De-ngan meninggalkan kendinya, pulanglah ia ke kota, untuk menyampai-kan kabar itu kepada orang-orang lain. Yesus tahu mengapa ia pergi meninggalkan kendinya sudah tentu menunjukkan pengarah perkataanNya. Adalah kerinduan jiwanya yang sungguh-sungguh hendak mem-peroleh air hidup itu, maka lupalah ia pada tugasnya ke sumur itu, serta pada rasa dahaga Juruselamat yang tadinya hendak dipuaskannya. Dengan hati yang meluap-luap dengan kegirangan pergilah ia dengan tergesa-gesa, hendak memberitahukan kepada orang-orang lain terang yang indah yang telah diterimanya itu.
KSZ1 193.3 “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat,” katanya. “Mungkinkah Dia Kristus itu?” Ucapannya itu menjamah hati mereka. Ada sesuatu pernyataan yang baru di wajahnya, suatu perubahan di dalam seluruh pembawaannya. Mereka itu ingin melihat Yesus. “Maka keluarlah mereka itu dari dalam negeri pergi mendapatkan Yesus.”
KSZ1 193.4 Selagi Yesus duduk di pinggir sumur itu, Ia memandang ke ladang gandum yang terhampar di hadapan-Nya, dengan daunnya yang hijau dan lembut disinari cahaya matahari keemasan. Dengan mengalihkan perhatian murid-murid-Nya kepada pemandangan itu, Ia menggunakan-nya sebagai suatu perumpamaan: “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihat-lah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” Maka sedang Ia mengatakan hal itu, dilihatNya rombongan yang sedang datang ke sumur itu. Empat bulan lagi baru tiba musim menuai gandum, tetapi di sini sudah ada suatu panen yang sudah sedia akan dituai.
KSZ1 194.1 “Sekarang juga penuai,” kata-Nya, “Telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: yang seorang menabur dan yang lain menuai.” Di sini Kristus menunjukkan tugas suci yang harus ditunaikan bagi Allah oleh orang-orang yang menerima Injil itu. Mereka harus menjadi alat-alat-Nya yang hidup. Ia meminta pelayanan mereka masing-masing. Baik menabur maupun menuai, kita bekerja bagi Allah. Seorang menaburkan bibit; yang lain mengumpulkan pada musim menuai; dan baik penabur maupun penuai itu mendapat upah. Mereka bersuka bersama-sama dalam pahala pekerjaan mereka.
KSZ1 194.2 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya itu, “Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka .” Juruselamat di sini sedang memandang ke muka kepada pengumpulan besar pada hari Pentakosta. Murid-murid itu tidak boleh memandang hal ini sebagai hasil usaha mereka sendiri. Mereka sedang memasuki pekerjaan orang-orang lain. Semenjak kejatuhan Adam, Kristus telah selamanya mempercayakan benih firman-Nya itu kepada hamba-hamba pilihan-Nya, untuk ditaburkan di dalam hati manusia. Dan suatu alat yang tidak kelihatan, yaitu suatu kuasa yang mahabesar, telah bekerja diam-diam tetapi sangat berhasil untuk menghasilkan panen. Embun dan hujan dan sinar matahari rahmat Allah telah diberikan, untuk menyegarkan serta menghidupkan benih kebenaran itu. Kristus sudah hampir menyirami benih itu dengan darahNya sendiri. Murid-murid-Nya diberi kesempatan yang mulia untuk bekerja sama dengan Allah. Mereka adalah teman sekerja Kristus dan orang-orang saleh pada zaman purba. Dengan dicurahkan-Nya Roh Kudus pada hari Pentakosta, beribu-ribu orang akan ditobatkan dalam sehari. Ini adalah hasil penaburan Kristus, panen pekerjaan-Nya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
29 Oktober 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 193-194 | Pasal 19, Paragraf 25-30 | KSZ1 193.1-KSZ1 194.2
Ayat Inti:
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-17-hari-5-2026-10-29
Teks Lengkap:
Penebus kita haus akan pengenalan. Ia lapar akan simpati dan kasih orang-orang yang telah dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri. Ia rindu dengan keinginan yang tak terperikan kiranya mereka datang kepadaNya lalu mendapat kehidupan. Sebagaimana ibu menantikan senyum pengenalan dari anaknya yang masih kecil, yang menandakan mulainya kecerdasan, demikian juga Kristus menantikan pernyataan kasih penuh syukur yang menunjukkan hidup kerohanian sudah mulai di dalam jiwa. [KSZ1 193.1]
Wanita itu telah dipenuhi dengan sukacita sementara ia mendengarkan perkataan Kristus. Pernyataan yang ajaib itu hampir menaklukkan. De-ngan meninggalkan kendinya, pulanglah ia ke kota, untuk menyampai-kan kabar itu kepada orang-orang lain. Yesus tahu mengapa ia pergi meninggalkan kendinya sudah tentu menunjukkan pengarah perkataanNya. Adalah kerinduan jiwanya yang sungguh-sungguh hendak mem-peroleh air hidup itu, maka lupalah ia pada tugasnya ke sumur itu, serta pada rasa dahaga Juruselamat yang tadinya hendak dipuaskannya. Dengan hati yang meluap-luap dengan kegirangan pergilah ia dengan tergesa-gesa, hendak memberitahukan kepada orang-orang lain terang yang indah yang telah diterimanya itu. [KSZ1 193.2]
“Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat,” katanya. “Mungkinkah Dia Kristus itu?” Ucapannya itu menjamah hati mereka. Ada sesuatu pernyataan yang baru di wajahnya, suatu perubahan di dalam seluruh pembawaannya. Mereka itu ingin melihat Yesus. “Maka keluarlah mereka itu dari dalam negeri pergi mendapatkan Yesus.” [KSZ1 193.3]
Selagi Yesus duduk di pinggir sumur itu, Ia memandang ke ladang gandum yang terhampar di hadapan-Nya, dengan daunnya yang hijau dan lembut disinari cahaya matahari keemasan. Dengan mengalihkan perhatian murid-murid-Nya kepada pemandangan itu, Ia menggunakan-nya sebagai suatu perumpamaan: “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihat-lah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” Maka sedang Ia mengatakan hal itu, dilihatNya rombongan yang sedang datang ke sumur itu. Empat bulan lagi baru tiba musim menuai gandum, tetapi di sini sudah ada suatu panen yang sudah sedia akan dituai. [KSZ1 193.4]
“Sekarang juga penuai,” kata-Nya, “Telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: yang seorang menabur dan yang lain menuai.” Di sini Kristus menunjukkan tugas suci yang harus ditunaikan bagi Allah oleh orang-orang yang menerima Injil itu. Mereka harus menjadi alat-alat-Nya yang hidup. Ia meminta pelayanan mereka masing-masing. Baik menabur maupun menuai, kita bekerja bagi Allah. Seorang menaburkan bibit; yang lain mengumpulkan pada musim menuai; dan baik penabur maupun penuai itu mendapat upah. Mereka bersuka bersama-sama dalam pahala pekerjaan mereka. [KSZ1 194.1]
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya itu, “Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka .” Juruselamat di sini sedang memandang ke muka kepada pengumpulan besar pada hari Pentakosta. Murid-murid itu tidak boleh memandang hal ini sebagai hasil usaha mereka sendiri. Mereka sedang memasuki pekerjaan orang-orang lain. Semenjak kejatuhan Adam, Kristus telah selamanya mempercayakan benih firman-Nya itu kepada hamba-hamba pilihan-Nya, untuk ditaburkan di dalam hati manusia. Dan suatu alat yang tidak kelihatan, yaitu suatu kuasa yang mahabesar, telah bekerja diam-diam tetapi sangat berhasil untuk menghasilkan panen. Embun dan hujan dan sinar matahari rahmat Allah telah diberikan, untuk menyegarkan serta menghidupkan benih kebenaran itu. Kristus sudah hampir menyirami benih itu dengan darahNya sendiri. Murid-murid-Nya diberi kesempatan yang mulia untuk bekerja sama dengan Allah. Mereka adalah teman sekerja Kristus dan orang-orang saleh pada zaman purba. Dengan dicurahkan-Nya Roh Kudus pada hari Pentakosta, beribu-ribu orang akan ditobatkan dalam sehari. Ini adalah hasil penaburan Kristus, panen pekerjaan-Nya. [KSZ1 194.2]