Hari 1: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
1 November 2026 · Hari 1

Hari 1: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”

Halaman 199-200 | Pasal 20, Paragraf 1-3 | KSZ1 199.1-KSZ1 200.1

Ayat Inti

Yohanes 4:48

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 199.1 PENDUDUK Galilea yang pulang dari pesta Paskah itu membawa laporan tentang perbuatan Yesus yang ajaib itu. Hukuman yang di-jatuhkan atas segala perbuatan-Nya oleh para pembesar di Yerusalem membuka jalan bagi-Nya di Galilea. Kebanyakan dari mereka meratapi penyalahgunaan terhadap Bait Suci itu serta kelobaan dan kesombongan imam-imam. Mereka mengharap bahwa Orang yang telah membuat penghulu-penghulu itu lari kocar-kacir, menjadi Pelepas yang dinantinantikan itu. Sekarang kabar telah datang yang tampaknya seolah-olah menguatkan harapan mereka yang paling gemilang. Dikabarkan bahwa nabi itu telah mengatakan bahwa Dialah Mesias itu.

KSZ1 199.2 Tetapi penduduk Nazaret tidak percaya pada-Nya. Itulah sebabnya, Yesus tidak mengunjungi Nazaret dalam perjalanan-Nya ke Kana. Juruselamat mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa seorang nabi tidak mendapat kehormatan di negerinya sendiri. Orang menilai tabiat dengan apa yang dapat mereka hargai. Orang-orang yang berpikiran sempit dan duniawi menilai Kristus atas kelahiran-Nya yang hina, pakaianNya yang sangat sederhana, dan pekerjaan-Nya sehari-hari. Mereka tidak dapat menghargai kemurnian roh yang tidak bernoda dosa.

KSZ1 200.1 Berita bahwa Kristus sudah pulang ke Kana dengan segera tersiar di seluruh Galilea, membawa harapan kepada orang-orang yang menderita dan susah. Di Kapernaum kabar itu menarik perhatian seorang bangsawan Yahudi, yaitu seorang pembesar dalam dinas kerajaan. Anak lelaki dari pembesar itu menderita sesuatu penyakit yang tampaknya tak ter-sembuhkan lagi. Tabib-tabib telah putus harap serta menunggu kematiannya saja; tetapi ketika bapa itu mendengar kabar tentang Yesus, ia me-mutuskan hendak memohon pertolongan dari pada-Nya. Anak itu sudah lemah sekali, dan dikhawatirkan mungkin tidak hidup lagi sampai ayahnya ; namun bangsawan itu merasa bahwa ia sendiri harus pergi menyampaikan hal itu. la mengharap bahwa permohonan-permohonan seorang bapa mungkin akan membangkitkan simpati Tabib Besar itu.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

1 November 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
Halaman 199-200 | Pasal 20, Paragraf 1-3 | KSZ1 199.1-KSZ1 200.1

Ayat Inti:
Yohanes 4:48
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-18-hari-1-2026-11-01

Teks Lengkap:

PENDUDUK Galilea yang pulang dari pesta Paskah itu membawa laporan tentang perbuatan Yesus yang ajaib itu. Hukuman yang di-jatuhkan atas segala perbuatan-Nya oleh para pembesar di Yerusalem membuka jalan bagi-Nya di Galilea. Kebanyakan dari mereka meratapi penyalahgunaan terhadap Bait Suci itu serta kelobaan dan kesombongan imam-imam. Mereka mengharap bahwa Orang yang telah membuat penghulu-penghulu itu lari kocar-kacir, menjadi Pelepas yang dinantinantikan itu. Sekarang kabar telah datang yang tampaknya seolah-olah menguatkan harapan mereka yang paling gemilang. Dikabarkan bahwa nabi itu telah mengatakan bahwa Dialah Mesias itu. [KSZ1 199.1]

Tetapi penduduk Nazaret tidak percaya pada-Nya. Itulah sebabnya, Yesus tidak mengunjungi Nazaret dalam perjalanan-Nya ke Kana. Juruselamat mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa seorang nabi tidak mendapat kehormatan di negerinya sendiri. Orang menilai tabiat dengan apa yang dapat mereka hargai. Orang-orang yang berpikiran sempit dan duniawi menilai Kristus atas kelahiran-Nya yang hina, pakaianNya yang sangat sederhana, dan pekerjaan-Nya sehari-hari. Mereka tidak dapat menghargai kemurnian roh yang tidak bernoda dosa. [KSZ1 199.2]

Berita bahwa Kristus sudah pulang ke Kana dengan segera tersiar di seluruh Galilea, membawa harapan kepada orang-orang yang menderita dan susah. Di Kapernaum kabar itu menarik perhatian seorang bangsawan Yahudi, yaitu seorang pembesar dalam dinas kerajaan. Anak lelaki dari pembesar itu menderita sesuatu penyakit yang tampaknya tak ter-sembuhkan lagi. Tabib-tabib telah putus harap serta menunggu kematiannya saja; tetapi ketika bapa itu mendengar kabar tentang Yesus, ia me-mutuskan hendak memohon pertolongan dari pada-Nya. Anak itu sudah lemah sekali, dan dikhawatirkan mungkin tidak hidup lagi sampai ayahnya ; namun bangsawan itu merasa bahwa ia sendiri harus pergi menyampaikan hal itu. la mengharap bahwa permohonan-permohonan seorang bapa mungkin akan membangkitkan simpati Tabib Besar itu. [KSZ1 200.1]