5 November 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
Halaman 202-202 | Pasal 20, Paragraf 10-11 | KSZ1 202.1-KSZ1 202.2
Ayat Inti
Yohanes 4:48
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 202.1 Pada waktu itu juga para penjaga yang di samping anak yang sudah hampir mati di rumah yang di Kapernaum itu melihat perubahan yang tiba-tiba dan ajaib. Bayang maut terangkat dari wajah penderita itu. Wajah sakit karena demam berubah menjadi warna kemerah-merahan karena kesehatan yang sedang pulih. Mata yang kabur menjadi berseri-seri dengan kecerdasan, dan kekuatan kepada tubuh yang sudah lemah dan kurus kering itu. Tidak ada lagi tanda-tanda penyakitnya yang masih tinggal pada anak itu. Dagingnya yang panas membara telah menjadi halus dan lembut dan tertidurlah ia dengan lelapnya. Demam itu telah meninggalkannya justru di waktu panas terik tengah hari. Seluruh keluar-ganya tercengang, dan besarlah kegirangan mereka.
KSZ1 202.2 Kana tidak berapa jauh dari Kapemaum sehingga pembesar itu sebe-narnya dapat juga sampai ke rumahnya pada petang sesudah ia berbicara dengan Yesus; tetapi ia tidak buru-buru pulang ke rumah. Barulah besok paginya ia sampai ke Kapemaum. Alangkah gembira suasana perjalanan pulang ke rumah. Waktu ia pergi untuk mencari Yesus, hatinya berat de-ngan duka. Sinar matahari tampaknya kejam kepadanya, kicauan burung seperti ejekan. Alangkah berbeda perasaannya kini! Segenap alam me-ngandung segi pemandangan yang baru. Ia melihat dengan mata yang baru. Sedang ia berjalan pada keteduhan pagi hari, seluruh alam seolaholah memuji-muji Allah dengan dia. Ketika ia masih agak jauh dari ru-mahnya, hamba-hamba keluar untuk mengelu-elukan dia, ingin hendak meringankan ketegangan yang mereka duga sudah pasti dirasakannya. Ia tidak menunjukkan perasaan heran mendengar kabar yang mereka bawa itu, tetapi dengan perhatian besar yang tidak dapat mereka pahami, ia bertanya pukul berapa anak itu mulai sembuh. Mereka menjawab, “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” Tepat pada saat ketika iman bapa itu berpegang teguh pada jaminan, “Anakmu hidup,” kasih Ilahi menjamah anak yang sudah hampir mati itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
5 November 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
Halaman 202-202 | Pasal 20, Paragraf 10-11 | KSZ1 202.1-KSZ1 202.2
Ayat Inti:
Yohanes 4:48
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-18-hari-5-2026-11-05
Teks Lengkap:
Pada waktu itu juga para penjaga yang di samping anak yang sudah hampir mati di rumah yang di Kapernaum itu melihat perubahan yang tiba-tiba dan ajaib. Bayang maut terangkat dari wajah penderita itu. Wajah sakit karena demam berubah menjadi warna kemerah-merahan karena kesehatan yang sedang pulih. Mata yang kabur menjadi berseri-seri dengan kecerdasan, dan kekuatan kepada tubuh yang sudah lemah dan kurus kering itu. Tidak ada lagi tanda-tanda penyakitnya yang masih tinggal pada anak itu. Dagingnya yang panas membara telah menjadi halus dan lembut dan tertidurlah ia dengan lelapnya. Demam itu telah meninggalkannya justru di waktu panas terik tengah hari. Seluruh keluar-ganya tercengang, dan besarlah kegirangan mereka. [KSZ1 202.1]
Kana tidak berapa jauh dari Kapemaum sehingga pembesar itu sebe-narnya dapat juga sampai ke rumahnya pada petang sesudah ia berbicara dengan Yesus; tetapi ia tidak buru-buru pulang ke rumah. Barulah besok paginya ia sampai ke Kapemaum. Alangkah gembira suasana perjalanan pulang ke rumah. Waktu ia pergi untuk mencari Yesus, hatinya berat de-ngan duka. Sinar matahari tampaknya kejam kepadanya, kicauan burung seperti ejekan. Alangkah berbeda perasaannya kini! Segenap alam me-ngandung segi pemandangan yang baru. Ia melihat dengan mata yang baru. Sedang ia berjalan pada keteduhan pagi hari, seluruh alam seolaholah memuji-muji Allah dengan dia. Ketika ia masih agak jauh dari ru-mahnya, hamba-hamba keluar untuk mengelu-elukan dia, ingin hendak meringankan ketegangan yang mereka duga sudah pasti dirasakannya. Ia tidak menunjukkan perasaan heran mendengar kabar yang mereka bawa itu, tetapi dengan perhatian besar yang tidak dapat mereka pahami, ia bertanya pukul berapa anak itu mulai sembuh. Mereka menjawab, “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” Tepat pada saat ketika iman bapa itu berpegang teguh pada jaminan, “Anakmu hidup,” kasih Ilahi menjamah anak yang sudah hampir mati itu. [KSZ1 202.2]