Hari 7: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
7 November 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”

Halaman 203-203 | Pasal 20, Paragraf 14-15 | KSZ1 203.2-KSZ1 203.3

Ayat Inti

Yohanes 4:48

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 203.2 la yang memberkati orang bangsawan yang di Kapemaum itu punya kerinduan yang sama juga hendak memberkati kita. Tetapi seperti halnya dengan bapa yang ditimpa kemalangan itu, kita sering hendak mencari Yesus karena kerinduan mau mendapat sesuatu keuntungan duniawi; dan atas dikabulkannya permohonan kita itulah kita menaruh keyakinan kita pada kasih-Nya. Juruselamat rindu hendak mengaruniakan kepada kita sesuatu berkat yang lebih besar daripada yang kita pohonkan; dan Ia menunda jawaban kepada permohonan kita itu supaya Ia dapat menunjukkan kepada kita keburukan hati kita, dan keperluan kita yang besar akan rahmat-Nya. Ia merindukan supaya kita meninggalkan sifat mementingkan diri yang menuntun kita untuk mencari Dia. Dengan mengakui keadaan kita yang tak berdaya dan keperluan kita yang besar, kita harus mempercayakan diri kita sepenuhnya kepada kasih-Nya.

KSZ1 203.3 Bangsawan itu ingin melihat terkabulnya permohonannya itu lebih dahulu kemudian barulah ia mau percaya; tetapi ia mesti menerima ucapan Yesus, bahwa permohonannya itu didengar, serta berkat dianugerahkan. Pelajaran ini harus kita ambil juga. Bukannya karena kita melihat atau merasa bahwa Allah mendengar kita, baru kita mau percaya. Kita harus percaya pada segala janji-Nya. Apabila kita datang kepada-Nya dalam percaya, tiap permohonan masuk ke dalam hati Allah. Bila kita memohonkan berkat-Nya, haruslah kita percaya bahwa kita menerimanya, serta mengucapkan syukur kepada-Nya bahwa kita sudah menerimanya. Kemudian kita pergi untuk menjalankan segala kewajiban kita, dengan merasa pasti bahwa berkat itu akan dikaruniakan bila kita sangat memerlukannya. Setelah kita belajar berbuat demikian, tahulah kita bahwa segala doa kita itu dijawab. Allah akan berbuat bagi kita “jauh lebih banyak,” “menurut kekayaan kemuliaan-Nya,” dan “Sesuai dengan ke-kuatan kuasa-Nya.” Ef. 3:20, 16; 1:19.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

7 November 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 20 - “JIKALAU KAMU TIDAK MELIHAT TANDA DAN MUKJIZAT”
Halaman 203-203 | Pasal 20, Paragraf 14-15 | KSZ1 203.2-KSZ1 203.3

Ayat Inti:
Yohanes 4:48
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 18 membaca Bab 20: Jikalau Kamu Tidak Melihat Tanda dan Mujizat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-18-hari-7-2026-11-07

Teks Lengkap:

la yang memberkati orang bangsawan yang di Kapemaum itu punya kerinduan yang sama juga hendak memberkati kita. Tetapi seperti halnya dengan bapa yang ditimpa kemalangan itu, kita sering hendak mencari Yesus karena kerinduan mau mendapat sesuatu keuntungan duniawi; dan atas dikabulkannya permohonan kita itulah kita menaruh keyakinan kita pada kasih-Nya. Juruselamat rindu hendak mengaruniakan kepada kita sesuatu berkat yang lebih besar daripada yang kita pohonkan; dan Ia menunda jawaban kepada permohonan kita itu supaya Ia dapat menunjukkan kepada kita keburukan hati kita, dan keperluan kita yang besar akan rahmat-Nya. Ia merindukan supaya kita meninggalkan sifat mementingkan diri yang menuntun kita untuk mencari Dia. Dengan mengakui keadaan kita yang tak berdaya dan keperluan kita yang besar, kita harus mempercayakan diri kita sepenuhnya kepada kasih-Nya. [KSZ1 203.2]

Bangsawan itu ingin melihat terkabulnya permohonannya itu lebih dahulu kemudian barulah ia mau percaya; tetapi ia mesti menerima ucapan Yesus, bahwa permohonannya itu didengar, serta berkat dianugerahkan. Pelajaran ini harus kita ambil juga. Bukannya karena kita melihat atau merasa bahwa Allah mendengar kita, baru kita mau percaya. Kita harus percaya pada segala janji-Nya. Apabila kita datang kepada-Nya dalam percaya, tiap permohonan masuk ke dalam hati Allah. Bila kita memohonkan berkat-Nya, haruslah kita percaya bahwa kita menerimanya, serta mengucapkan syukur kepada-Nya bahwa kita sudah menerimanya. Kemudian kita pergi untuk menjalankan segala kewajiban kita, dengan merasa pasti bahwa berkat itu akan dikaruniakan bila kita sangat memerlukannya. Setelah kita belajar berbuat demikian, tahulah kita bahwa segala doa kita itu dijawab. Allah akan berbuat bagi kita “jauh lebih banyak,” “menurut kekayaan kemuliaan-Nya,” dan “Sesuai dengan ke-kuatan kuasa-Nya.” Ef. 3:20, 16; 1:19. [KSZ1 203.3]