Hari 2: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”
13 Juli 2026 · Hari 2

Hari 2: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”

Halaman 30-31 | Pasal 3, Paragraf 7-11 | KSZ1 30.1-KSZ1 31.2

Ayat Inti

Galatia 4:4-5

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Doa

Bapa, ajar kami mempercayai waktu-Mu dan membagikan kabar keselamatan dengan sukacita. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 30.1 Di luar bangsa Yahudi ada orang-orang yang meramalkan datangnya seorang guru Ilahi. Orang-orang ini mencari kebenaran, dan kepada mereka itu Roh Ilham dikaruniakan. Seorang demi seorang, laksana bintang-bintang di langit yang gelap gulita, guru-guru serupa itu telah muncul. Perkataan nubuatan mereka telah menghidupkan harapan dalam hati ribuan orang di dunia kafir.

KSZ1 30.2 Beratus-ratus tahun lamanya Alkitab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, kemudian ramai dipercakapkan orang di seluruh kerajaan Romawi. Orang-orang Yahudi tercerai berai di mana-mana, dan harapan mereka akan kedatangan Mesias itu sedikit banyak diharapkan juga oleh orang-orang kafir. Di antara orang-orang yang disebut kafir oleh orangorang Yahudi, ada orang-orang yang mempunyai pengertian yang lebih baik tentang nubuatan-nubuatan Alkitab mengenai Mesias daripada guru-guru di Israel. Ada di antara mereka itu yang mengharapkan kedatangan-Nya sebagai seorang pelepas dari dosa. Ahli-ahli filsafat berusaha mempelajari rahasia peraturan-peraturan keagamaan Ibrani. Tetapi kedegilan orang-orang Yahudi merintangi tersebarnya terang itu. Bertekad hendak memelihara keterpisahan antara mereka sendiri dengan bangsabangsa lain, mereka tidak suka membagi- pengetahuan yang masih ada pada mereka mengenai upacara-upacara yang bersifat lambang. Ahli tafsir sejati itu mesti datang. Dia yang digambarkan oleh lambang-lambang itu, mesti menjelaskan artinya.

KSZ1 30.3 Dengan perantaraan alam kejadian, dengan perantaraan bayangan dan simbol, dengan perantaraan segala nenek moyang dan nabi-nabi, Allah telah berbicara kepada dunia. Pelajaran harus diberikan kepada manusia dalam bahasa manusia. Utusan perjanjian itu mesti berbicara. Suara-Nya mesti terdengar dalam Bait Suci-Nya sendiri. Kristus mesti datang untuk mengucapkan kata-kata yang harus dimengerti dengan jelas dan pasti. Ia, sumber kebenaran itu, wajib memisahkan kebenaran dari sampah ucapan manusia, yang telah membuat kebenaran itu tidak berkhasiat. Asas-asas pemerintahan Allah dan rencana penebusan harus diterangkan dengan jelas. Segala pelajaran Perjanjian Lama harus dibentangkan de-ngan lengkap di hadapan manusia.

KSZ1 31.1 Di kalangan orang Yahudi masih ada jiwa-jiwa yang tetap kuat, para keturunan keluarga kudus yang olehnya pengetahuan tentang Allah telah terpelihara selama ini. Orang-orang ini masih mengharapkan janji yang telah diberikan kepada nenek moyang. Mereka memperkuat imannya oleh berpegang teguh pada kepastian yang diberikan dengan perantaraan Musa, “Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari an-tara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam se-gala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.” Kis. 3:22. , mereka membaca bagaimana Tuhan akan mengurapi Seorang untuk “membawa kabar baik kepada orang-orang sengsara,” “merawat orangorang yang remuk hati untuk memberitahukan pembebasan kepada orang-orang tawanan,” dan untuk menyerukan “tahun rahmat Tuhan.” Yes. 61:12. Mereka membaca bagaimana Ia akan menegakkan “hukum di bumi,” bagaimana pulau-pulau harus “mengharapkan pengajaranNya,” bagaimana orang-orang kafir harus datang ke dalam terang-Nya, dan raja-raja ke dalam cahaya yang terbit bagi-Nya. Yes. 42:4; 60:3.

KSZ1 31.2 Perkataan Yakub menjelang akhir hidupnya memenuhi mereka dengan harapan: “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya.” Kej. 49:10. Kuasa Israel yang telah kian lemah itu me-nyaksikan bahwa kedatangan Mesias sudah dekat. Nubuatan Daniel melukiskan kemuliaan pemerintahan-Nya atas sebuah kerajaan yang akan menggantikan semua kerajaan duniawi; dan, kata nabi “Kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.” Dan. 2:44. Sementara hanya sedikit orang yang mengerti sifat pekerjaan Kristus, ada suatu harapan khalayak ramai mengenai seorang raja yang berkuasa, yang akan mendirikan kerajaannya di Israel, dan yang akan datang selaku seorang pelepas bagi bangsa-bangsa.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

13 Juli 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 3 - “SETELAH GENAP WAKTUNYA”
Halaman 30-31 | Pasal 3, Paragraf 7-11 | KSZ1 30.1-KSZ1 31.2

Ayat Inti:
Galatia 4:4-5
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-2-hari-2-2026-07-13

Teks Lengkap:

Di luar bangsa Yahudi ada orang-orang yang meramalkan datangnya seorang guru Ilahi. Orang-orang ini mencari kebenaran, dan kepada mereka itu Roh Ilham dikaruniakan. Seorang demi seorang, laksana bintang-bintang di langit yang gelap gulita, guru-guru serupa itu telah muncul. Perkataan nubuatan mereka telah menghidupkan harapan dalam hati ribuan orang di dunia kafir. [KSZ1 30.1]

Beratus-ratus tahun lamanya Alkitab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, kemudian ramai dipercakapkan orang di seluruh kerajaan Romawi. Orang-orang Yahudi tercerai berai di mana-mana, dan harapan mereka akan kedatangan Mesias itu sedikit banyak diharapkan juga oleh orang-orang kafir. Di antara orang-orang yang disebut kafir oleh orangorang Yahudi, ada orang-orang yang mempunyai pengertian yang lebih baik tentang nubuatan-nubuatan Alkitab mengenai Mesias daripada guru-guru di Israel. Ada di antara mereka itu yang mengharapkan kedatangan-Nya sebagai seorang pelepas dari dosa. Ahli-ahli filsafat berusaha mempelajari rahasia peraturan-peraturan keagamaan Ibrani. Tetapi kedegilan orang-orang Yahudi merintangi tersebarnya terang itu. Bertekad hendak memelihara keterpisahan antara mereka sendiri dengan bangsabangsa lain, mereka tidak suka membagi- pengetahuan yang masih ada pada mereka mengenai upacara-upacara yang bersifat lambang. Ahli tafsir sejati itu mesti datang. Dia yang digambarkan oleh lambang-lambang itu, mesti menjelaskan artinya. [KSZ1 30.2]

Dengan perantaraan alam kejadian, dengan perantaraan bayangan dan simbol, dengan perantaraan segala nenek moyang dan nabi-nabi, Allah telah berbicara kepada dunia. Pelajaran harus diberikan kepada manusia dalam bahasa manusia. Utusan perjanjian itu mesti berbicara. Suara-Nya mesti terdengar dalam Bait Suci-Nya sendiri. Kristus mesti datang untuk mengucapkan kata-kata yang harus dimengerti dengan jelas dan pasti. Ia, sumber kebenaran itu, wajib memisahkan kebenaran dari sampah ucapan manusia, yang telah membuat kebenaran itu tidak berkhasiat. Asas-asas pemerintahan Allah dan rencana penebusan harus diterangkan dengan jelas. Segala pelajaran Perjanjian Lama harus dibentangkan de-ngan lengkap di hadapan manusia. [KSZ1 30.3]

Di kalangan orang Yahudi masih ada jiwa-jiwa yang tetap kuat, para keturunan keluarga kudus yang olehnya pengetahuan tentang Allah telah terpelihara selama ini. Orang-orang ini masih mengharapkan janji yang telah diberikan kepada nenek moyang. Mereka memperkuat imannya oleh berpegang teguh pada kepastian yang diberikan dengan perantaraan Musa, “Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari an-tara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam se-gala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.” Kis. 3:22. , mereka membaca bagaimana Tuhan akan mengurapi Seorang untuk “membawa kabar baik kepada orang-orang sengsara,” “merawat orangorang yang remuk hati untuk memberitahukan pembebasan kepada orang-orang tawanan,” dan untuk menyerukan “tahun rahmat Tuhan.” Yes. 61:12. Mereka membaca bagaimana Ia akan menegakkan “hukum di bumi,” bagaimana pulau-pulau harus “mengharapkan pengajaranNya,” bagaimana orang-orang kafir harus datang ke dalam terang-Nya, dan raja-raja ke dalam cahaya yang terbit bagi-Nya. Yes. 42:4; 60:3. [KSZ1 31.1]

Perkataan Yakub menjelang akhir hidupnya memenuhi mereka dengan harapan: “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya.” Kej. 49:10. Kuasa Israel yang telah kian lemah itu me-nyaksikan bahwa kedatangan Mesias sudah dekat. Nubuatan Daniel melukiskan kemuliaan pemerintahan-Nya atas sebuah kerajaan yang akan menggantikan semua kerajaan duniawi; dan, kata nabi “Kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.” Dan. 2:44. Sementara hanya sedikit orang yang mengerti sifat pekerjaan Kristus, ada suatu harapan khalayak ramai mengenai seorang raja yang berkuasa, yang akan mendirikan kerajaannya di Israel, dan yang akan datang selaku seorang pelepas bagi bangsa-bangsa. [KSZ1 31.2]