Teks Lengkap
KSZ1 38.4 Dengan kegirangan besar, berangkatlah mereka hendak menyiarkan segala perkara yang telah mereka lihat dan dengar itu. “Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.”
KSZ1 39.1 Surga tidak terpisah jauh dari bumi pada hari ini daripada tatkala gembala-gembala di Betlehem itu mendengar nyanyian malaikat-malaikat. Manusia masih saja merupakan sasaran ingatan surga sama dengan ketika rakyat jelata yang mempunyai pekerjaan biasa saja dahulu bertemu dengan malaikat-malaikat pada siang hari, dan berbicara dengan utusan surgawi di kebun anggur dan di ladang. Bagi kita dalam suasana hidup yang serba sederhana, surga boleh jadi dekat sekali. Malaikat-malaikat surga akan menyertai setiap langkah orang-orang yang datang dan pergi melaksanakan perintah Allah.
KSZ1 39.2 Ceritera tentang Betlehem merupakan sebuah pokok pembicaraan yang tidak habis-habisnya. Di dalamnya tersembunyi “limpah kekayaan dan hikmat dan pengetahuan Allah.” Rm. 11: 33. Kita merasa kagum akan pengorbanan Juruselamat dalam menukarkan takhta surga dengan palungan, dan persekutuan malaikat-malaikat yang senantiasa berhikmat dengan binatang di kandang. Kesombongan manusia dan rasa kecukup-annya tercela di hadapan hadirat-Nya. Namun ini baru permulaan pengabdian-Nya yang ajaib itu. Sungguh merupakan suatu kehinaan yang tidak terhingga bagi Anak Allah untuk mengambil sifat-sifat manusia, sekalipun ketika Adam masih dalam keadaannya yang tidak berdosa di Eden dahulu kala. Tetapi Yesus sudi menjadi manusia setelah umat manusia telah dilemahkan oleh dosa selama empat ribu tahun. Seperti setiap anak Adam, la menerima segala akibat dari bekerjanya hukum hereditas yang besar. Apa gerangan segala akibat ini, ditunjukkan dalam sejarah nenek moyang duniawi-Nya yang pertama. Ia datang dengan sifat hereditas yang demikian itu untuk turut memikul segala duka dan segala pencobaan yang menimpa diri kita, dan untuk memberikan kepada kita teladan suatu kehidupan dari tanpa dosa.
KSZ1 39.3 Setan di surga telah membenci Kristus karena kedudukan-Nya di istana Allah. Ia semakin membenci Dia setelah ia diturunkan dari kedudukannya. Ia membenci Dia yang telah menjanjikan diri-Nya sendiri untuk menebus suatu umat yang berdosa. Namun ke dalam dunia di mana Setan mengaku berkerajaan, Allah mengizinkan Anak-Nya datang, seorang bayi yang tidak berdaya, yang tidak luput dari kelemahan manusia. Ia mengizinkan Dia menghadapi ancaman nyawa yang lazim berlaku atas tiap jiwa manusia, bertempur dalam peperangan sebagaimana tiap anak manusia wajib bertempur, atas risiko kegagalan dan kematian yang kekal.
KSZ1 40.1 Hati bapa manusia penuh rasa kasih sayang dan iba akan anaknya. Ia memandangi wajah anaknya yang kecil itu, serta gemetar membayangkan ancaman nyawa anak itu. Ia ingin melindungi anak yang sangat dikasihinya itu dari kuasa Setan, menghindarkan dia dari pencobaan dan pergumulan. Untuk menghadapi pertentangan yang lebih pahit lagi serta bahaya yang lebih ngeri, Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya jalan hidup dapat dipastikan bagi anak-anak kita. “Inilah kasih itu.” Heranlah kamu, hai segenap langit! Dan tercenganglah kamu, hai bumi!