19 November 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 233-236 | Pasal 22, Paragraf 37-45 | KSZ1 233.2-KSZ1 236.1
Ayat Inti
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 233.2 Dosa Herodes selamanya tampak di hadapan matanya. Ia senantiasa berusaha mencari kelepasan dari tuduhan hati nurani yang bersalah itu. Kepercayaannya kepada Yohanes tidak dapat digoncangkan. Pada saat ia mengingat akan kehidupan Yohanes yang penuh penyangkalan diri itu, wajahnya yang tenang, panggilannya yang bersungguh-sungguh, nasihatnya yang baik dan kemudian tentang kematiannya, hati Herodes pun menjadi gelisah. Sementara ia melaksanakan tugas negara, menerima penghormatan dari rakyatnya, ia menyambut dengan wajah yang senyum, pada saat itu pula hatinya ditindas oleh ketakutan yang telah menjadi suatu kutuk baginya.
KSZ1 233.3 Herodes begitu tertarik oleh perkataan Yohanes sehingga tidak ada sesuatu yang dapat disembunyikan dari pemandangan Allah. Ia yakin bahwa Allah hadir di tiap-tiap tempat, Ia telah menyaksikan kenajisan ruangan pesta itu, Ia telah mendengar perintah untuk memancung kepala Yohanes, dan telah melihat akan kesenangan hati Herodias, dan dengan menghina ia menyerahkan kepala seorang yang menegur dia. Dan banyak perkara lagi yang Herodes telah dengar dari bibir nabi itu, kini berbisik pada hati nurani lebih jelas lagi daripada didengarnya dalam khotbahnya di padang belantara.
KSZ1 233.4 Bila Herodes mendengar tentang pekerjaan Kristus, hatinya takut. Ia menyangka bahwa Allah telah membangkitkan Yohanes dan mengutus dia dengan suatu kuasa yang lebih besar lagi untuk mengutuk dosa. Ia senantiasa takut karena Yohanes akan membalas dendam padanya dengan membawa kutuk padanya dan seisi rumahnya. Herodes sedang menyabit apa yang Allah telah katakan tentang akibat suatu perbuatan dosa “Tuhan akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana. Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan khawatir akan hidupmu. Pada waktu pagi engkau akan berkata: Ah, kalau malam sekarang! dan pada waktu malam engkau akan berkata: Ah, kalau pagi sekarang! karena kejut memenuhi hatimu, dan karena apa yang dilihat matamu. Ulangan 28:65-67. Bagi seorang yang berdosa, pikirannya sendiri adalah penuduhnya; dan tidak ada suatu siksaan yang lebih tajam lagi daripada sengatan hati nuraninya yang bersalah itu, yang tidak dapat memberikan padanya perhentian jiwa baik siang atau malam.
KSZ1 234.1 Bagi pikiran orang banyak nasib Yohanes Pembaptis itu masih berupa suatu rahasia. Timbul pertanyaan dalam hati mereka itu, mengapa ia harus dibiarkan menderita dan mati dalam penjara. Rahasia penjagaan yang gelap ini, tidak dapat ditembus oleh penglihatan manusia, tetapi hal itu tidak pernah akan menggoncangkan kepercayaan kita kepada Allah, jika kita mengingat bahwa Yohanes hanya seorang yang mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Segala orang yang mengikut Kristus akan memakai mahkota pengorbanan. Mereka akan disalahmengerti oleh orang-orang yang cinta akan dirinya, dan akan menjadi suatu sasaran serangan Setan yang kejam. Untuk membinasakan prinsip pengorbanan diri inilah maka ia telah mendirikan kerajaannya dan di mana saja muncul prinsip itu, di sana ia berperang untuk melawannya.
KSZ1 234.2 Masa kanak-kanak, masa muda, masa dewasa Yohanes telah dijiwai ketegasan dan kuasa batin. Apabila suaranya didengar di padang belantara yang berkata, “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” Matius 3:3. Setan merasa takut karena mengingat akan keselamatan kerajaannya. Kecemaran dosa dinyatakan dengan jalan yang sedemikian rupa sehingga orang-orang pun gemetar. Kuasa Setan yang mengikat mereka yang berada di bawah jajahannya pun putuslah. Ia telah berusaha dengan tidak mengenal letih untuk menyeret Yohanes dari suatu kehidupan yang penuh penyerahan kepada Allah; tetapi ia telah gagal. Dan ia juga gagal mengalahkan Yesus. Dalam pencobaan di padang belantara, Setan telah dikalahkan, dan besarlah amarahnya. Kini ia bertekad untuk menyusahkan hati Kristus dengan memukul Yohanes. Seorang yang tidak dapat dipengaruhinya untuk berdosa, akan dipaksakannya untuk menderita.
KSZ1 235.1 Yesus tidak turun tangan untuk melepaskan hamba-Nya. Yesus telah mengetahui bahwa Yohanes akan dapat mengatasi ujian itu. Sebenarnya Juruselamat sangat senang untuk datang menghibur Yohanes dalam gua itu dengan kemuliaan-Nya. Tetapi Ia tidak mau menempatkan diri-Nya dalam tangan musuh-musuh-Nya dan membahayakan pekerjaan-Nya sendiri. Yesus sangat senang untuk melepaskan hamba-Nya yang setia. Tetapi untuk kepentingan beribu-ribu orang pada tahun-tahun yang akan datang yang harus melalui penjara dan maut, Yohanes harus minum piala itu yakni mati syahid. Sebagai pengikut Yesus kita harus meringkuk dalam gua yang gelap, atau mati oleh pedang, kursi listrik, tiang gantungan, atau seakan-akan ditinggalkan Allah dan manusia, dengan kesadaran bahwa Kristus sendiri yang telah dengan setia disaksikan oleh Yohanes, juga telah melalui pengalaman yang sama.
KSZ1 235.2 Setan telah diizinkan untuk memendekkan kehidupan pesuruh Allah dalam dunia ini; tetapi hidup yang “tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kolose 3:3). tidak dapat dicapai oleh pembinasa itu. Setan bergembira karena ia telah membawa kesusahan pada Kristus, tetapi ia gagal mengalahkan Yohanes. Kematian itu sebenarnya hanyalah meluputkan dia selamanya dari kuasa pencobaan. Dalam peperangan inilah Setan sedang menyatakan tabiatnya sendiri. Di hadapan semesta alam yang sedang menyaksikan, ia menyatakan permusuhannya dengan Allah dan manusia.
KSZ1 235.3 Walaupun tidak ada kelepasan secara ajaib diberikan pada Yohanes, namun ia tidak ditinggalkan. Ia senantiasa ditemani oleh malaikat-malaikat surga, yang telah membuka kepadanya nubuatan-nubuatan mengenai Kristus, dan janji-janji yang indah dalam Kitab Suci. Inilah yang menjadi pegangannya dan menjadi pegangan umat Allah sepanjang abad. Kepada Yohanes Pembaptis, dan juga kepada mereka yang mengikuti dia, telah diberikan jaminan: “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20.
KSZ1 236.1 Allah tidak pernah memimpin umat-Nya kecuali mereka itu sendiri memilih untuk dipimpin, jika mereka dapat melihat kesudahan dari permulaan, dan memandang kemuliaan dari maksud yang sedang mereka genapi sebagai teman sekerja dengan Dia. Bukannya Henokh, yang telah diubahkan dan naik ke surga, bukannya Elia yang naik ke surga dengan kereta berapi, yang lebih besar atau lebih dihormati daripada Yohanes Pembaptis, yang telah binasa sendiri dalam gua. “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.” Filipi 1:29. Dan dari segala pemberian yang dapat diberikan oleh surga kepada manusia, persekutuan dengan Dia dalam penderitaan-Nya adalah suatu kepercayaan yang paling penting dan kehormatan yang paling tinggi.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
19 November 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 233-236 | Pasal 22, Paragraf 37-45 | KSZ1 233.2-KSZ1 236.1
Ayat Inti:
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-20-hari-5-2026-11-19
Teks Lengkap:
Dosa Herodes selamanya tampak di hadapan matanya. Ia senantiasa berusaha mencari kelepasan dari tuduhan hati nurani yang bersalah itu. Kepercayaannya kepada Yohanes tidak dapat digoncangkan. Pada saat ia mengingat akan kehidupan Yohanes yang penuh penyangkalan diri itu, wajahnya yang tenang, panggilannya yang bersungguh-sungguh, nasihatnya yang baik dan kemudian tentang kematiannya, hati Herodes pun menjadi gelisah. Sementara ia melaksanakan tugas negara, menerima penghormatan dari rakyatnya, ia menyambut dengan wajah yang senyum, pada saat itu pula hatinya ditindas oleh ketakutan yang telah menjadi suatu kutuk baginya. [KSZ1 233.2]
Herodes begitu tertarik oleh perkataan Yohanes sehingga tidak ada sesuatu yang dapat disembunyikan dari pemandangan Allah. Ia yakin bahwa Allah hadir di tiap-tiap tempat, Ia telah menyaksikan kenajisan ruangan pesta itu, Ia telah mendengar perintah untuk memancung kepala Yohanes, dan telah melihat akan kesenangan hati Herodias, dan dengan menghina ia menyerahkan kepala seorang yang menegur dia. Dan banyak perkara lagi yang Herodes telah dengar dari bibir nabi itu, kini berbisik pada hati nurani lebih jelas lagi daripada didengarnya dalam khotbahnya di padang belantara. [KSZ1 233.3]
Bila Herodes mendengar tentang pekerjaan Kristus, hatinya takut. Ia menyangka bahwa Allah telah membangkitkan Yohanes dan mengutus dia dengan suatu kuasa yang lebih besar lagi untuk mengutuk dosa. Ia senantiasa takut karena Yohanes akan membalas dendam padanya dengan membawa kutuk padanya dan seisi rumahnya. Herodes sedang menyabit apa yang Allah telah katakan tentang akibat suatu perbuatan dosa “Tuhan akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana. Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan khawatir akan hidupmu. Pada waktu pagi engkau akan berkata: Ah, kalau malam sekarang! dan pada waktu malam engkau akan berkata: Ah, kalau pagi sekarang! karena kejut memenuhi hatimu, dan karena apa yang dilihat matamu. Ulangan 28:65-67. Bagi seorang yang berdosa, pikirannya sendiri adalah penuduhnya; dan tidak ada suatu siksaan yang lebih tajam lagi daripada sengatan hati nuraninya yang bersalah itu, yang tidak dapat memberikan padanya perhentian jiwa baik siang atau malam. [KSZ1 233.4]
Bagi pikiran orang banyak nasib Yohanes Pembaptis itu masih berupa suatu rahasia. Timbul pertanyaan dalam hati mereka itu, mengapa ia harus dibiarkan menderita dan mati dalam penjara. Rahasia penjagaan yang gelap ini, tidak dapat ditembus oleh penglihatan manusia, tetapi hal itu tidak pernah akan menggoncangkan kepercayaan kita kepada Allah, jika kita mengingat bahwa Yohanes hanya seorang yang mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Segala orang yang mengikut Kristus akan memakai mahkota pengorbanan. Mereka akan disalahmengerti oleh orang-orang yang cinta akan dirinya, dan akan menjadi suatu sasaran serangan Setan yang kejam. Untuk membinasakan prinsip pengorbanan diri inilah maka ia telah mendirikan kerajaannya dan di mana saja muncul prinsip itu, di sana ia berperang untuk melawannya. [KSZ1 234.1]
Masa kanak-kanak, masa muda, masa dewasa Yohanes telah dijiwai ketegasan dan kuasa batin. Apabila suaranya didengar di padang belantara yang berkata, “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” Matius 3:3. Setan merasa takut karena mengingat akan keselamatan kerajaannya. Kecemaran dosa dinyatakan dengan jalan yang sedemikian rupa sehingga orang-orang pun gemetar. Kuasa Setan yang mengikat mereka yang berada di bawah jajahannya pun putuslah. Ia telah berusaha dengan tidak mengenal letih untuk menyeret Yohanes dari suatu kehidupan yang penuh penyerahan kepada Allah; tetapi ia telah gagal. Dan ia juga gagal mengalahkan Yesus. Dalam pencobaan di padang belantara, Setan telah dikalahkan, dan besarlah amarahnya. Kini ia bertekad untuk menyusahkan hati Kristus dengan memukul Yohanes. Seorang yang tidak dapat dipengaruhinya untuk berdosa, akan dipaksakannya untuk menderita. [KSZ1 234.2]
Yesus tidak turun tangan untuk melepaskan hamba-Nya. Yesus telah mengetahui bahwa Yohanes akan dapat mengatasi ujian itu. Sebenarnya Juruselamat sangat senang untuk datang menghibur Yohanes dalam gua itu dengan kemuliaan-Nya. Tetapi Ia tidak mau menempatkan diri-Nya dalam tangan musuh-musuh-Nya dan membahayakan pekerjaan-Nya sendiri. Yesus sangat senang untuk melepaskan hamba-Nya yang setia. Tetapi untuk kepentingan beribu-ribu orang pada tahun-tahun yang akan datang yang harus melalui penjara dan maut, Yohanes harus minum piala itu yakni mati syahid. Sebagai pengikut Yesus kita harus meringkuk dalam gua yang gelap, atau mati oleh pedang, kursi listrik, tiang gantungan, atau seakan-akan ditinggalkan Allah dan manusia, dengan kesadaran bahwa Kristus sendiri yang telah dengan setia disaksikan oleh Yohanes, juga telah melalui pengalaman yang sama. [KSZ1 235.1]
Setan telah diizinkan untuk memendekkan kehidupan pesuruh Allah dalam dunia ini; tetapi hidup yang “tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kolose 3:3). tidak dapat dicapai oleh pembinasa itu. Setan bergembira karena ia telah membawa kesusahan pada Kristus, tetapi ia gagal mengalahkan Yohanes. Kematian itu sebenarnya hanyalah meluputkan dia selamanya dari kuasa pencobaan. Dalam peperangan inilah Setan sedang menyatakan tabiatnya sendiri. Di hadapan semesta alam yang sedang menyaksikan, ia menyatakan permusuhannya dengan Allah dan manusia. [KSZ1 235.2]
Walaupun tidak ada kelepasan secara ajaib diberikan pada Yohanes, namun ia tidak ditinggalkan. Ia senantiasa ditemani oleh malaikat-malaikat surga, yang telah membuka kepadanya nubuatan-nubuatan mengenai Kristus, dan janji-janji yang indah dalam Kitab Suci. Inilah yang menjadi pegangannya dan menjadi pegangan umat Allah sepanjang abad. Kepada Yohanes Pembaptis, dan juga kepada mereka yang mengikuti dia, telah diberikan jaminan: “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20. [KSZ1 235.3]
Allah tidak pernah memimpin umat-Nya kecuali mereka itu sendiri memilih untuk dipimpin, jika mereka dapat melihat kesudahan dari permulaan, dan memandang kemuliaan dari maksud yang sedang mereka genapi sebagai teman sekerja dengan Dia. Bukannya Henokh, yang telah diubahkan dan naik ke surga, bukannya Elia yang naik ke surga dengan kereta berapi, yang lebih besar atau lebih dihormati daripada Yohanes Pembaptis, yang telah binasa sendiri dalam gua. “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.” Filipi 1:29. Dan dari segala pemberian yang dapat diberikan oleh surga kepada manusia, persekutuan dengan Dia dalam penderitaan-Nya adalah suatu kepercayaan yang paling penting dan kehormatan yang paling tinggi. [KSZ1 236.1]