Hari 6: Pasal 23 - “KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT”
20 November 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 23 - “KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT”

Halaman 237-239 | Pasal 23, Paragraf 1-9 | KSZ1 237.1-KSZ1 239.3

Ayat Inti

Markus 1:15

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 237.1 “DATANGLAH Yesus ke tanah Galilea memasyhurkan Injil Allah, serta berkata: Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Markus 1 :14, 15.

KSZ1 237.2 Kedatangan Mesias telah diumumkan mulai di tanah Yudea. Dalam Bait Suci di Yerusalem, kelahiran seorang pelopor telah diberitahukan lebih dulu kepada Zakharia pada saat ia melayani di hadapan mezbah. Di atas bukit Betlehem malaikat memberitakan kelahiran Yesus. Orangorang Majus telah datang ke Yerusalem untuk mencari Dia. Dalam Bait Suci Simon dan Hana telah menyaksikan Keilahian-Nya. “Yerusalem dan seluruh Yudea” telah mendengar akan ajaran Yohanes Pembaptis; para utusan Sanhedrin, dan orang banyak telah mendengar kesaksiannya dari hal Yesus. Di Yudea Kristus telah menerima murid-Nya yang pertama. Di tempat inilah paling banyak dari pekerjaan-Nya yang mula-mula diadakan. Keilahian-Nya yang terpancar pada saat Ia menyucikan Bait Suci, mukjizat menyembuhkan penyakit, ajaran kebenaran Ilahi yang terbit dari bibir-Nya, semuanya itu menyatakan apa yang telah dinyatakan-Nya di hadapan Sanhedrin setelah penyembuhan di kolam Betesda,—bahwa Ia adalah Anak Allah.

KSZ1 237.3 Jika pemimpin-pemimpin Israel telah menerima Kristus, maka Ia akan menghormati mereka, sebagai pesuruh-pesuruh-Nya untuk membawa kabar Injil ke seluruh dunia. Pada mereka mula-mula diberikan kesempatan untuk menjadi pewarta kerajaan dan rahmat Allah. Tetapi bangsa Israel tidak mengetahui saat kedatangan-Nya. Perasaan cemburu dan tidak percaya pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi telah menjadi matang dan menjelma menjadi kebencian yang terang-terangan, dan hati orang banyak itu pun berpaling dari Yesus.

KSZ1 238.1 Sanhedrin telah menolak pekabaran Kristus, dan berusaha untuk membunuh Dia; oleh sebab itu Yesus meninggalkan Yerusalem, imamimam Bait Suci, pemimpin-pemimpin agama, orang-orang yang dididik dalam Taurat, dan menuju kepada suatu golongan manusia yang lain untuk membawa pekabaran-Nya, dan untuk mengumpulkan mereka yang harus membawa kabar Injil kepada segala bangsa.

KSZ1 238.2 Sebagaimana terang dan kehidupan manusia ditolak oleh kekuasaan agama pada zaman Kristus, begitu pula akan berlaku pada generasi yang mengikutnya. Berulang-ulang hikayat penarikan diri Kristus dari Yudea disebut. Ketika para reformis mengajarkan firman Allah, mereka tidak mempunyai pikiran untuk memisahkan diri mereka dari jemaat yang telah didirikan; tetapi pemimpin-pemimpin agama itu tidak akan memperbolehkan terang itu, dan orang yang membawa terang itu dipaksa untuk mencari golongan manusia yang lain, yaitu yang rindu akan kebenaran. Dalam zaman kita ini terdapatlah beberapa orang yang mengaku pengikut Kristus, tetapi digerakkan oleh roh mereka sendiri. Hanya sedikit orang yang mendengar kepada suara Allah, dan sedia menerima kebenaran dalam cara apa pun kebenaran itu dikemukakan. Sering mereka yang mengikut jejak kaum reformis ini dipaksa untuk meninggalkan gereja yang mereka kasih i, untuk menyatakan ajaran firman Allah yang nyata. Sering kali mereka yang sedang mencari terang dan oleh ajaran yang sama terpaksa meninggalkan gereja nenek moyang mereka agar mereka dapat memberikan penurutan mereka.

KSZ1 238.3 Orang-orang Galilea dihina oleh para rabi Yerusalem sebagai orang yang kasar dan tidak berpendidikan namun demikian merekalah suatu ladang yang lebih memberi pengharapan bagi pekerjaan Juruselamat. Mereka adalah lebih sungguh-sungguh, mereka kurang begitu dikendalikan oleh sifat berpura-pura; pikiran mereka lebih terbuka pada peneri maan kebenaran. Kepergian Yesus ke Galilea bukan memencilkan diri. Tidak ada suatu propinsi pada zaman itu yang begitu penuh sesak dengan penduduknya dan pelbagai bangsa dibandingkan dengan propinsi Yudea.

KSZ1 239.1 Pada waktu Yesus berjalan melalui Galilea, mengajar dan menyembuhkan, orang banyak mengikut Dia dari kota ke kota dan dari kampung ke kampung. Sering Ia terpaksa menyembunyikan diri-Nya dari orang banyak. Semangat yang sangat berapi-api sehingga perlu mengambil tindakan pencegahan agar jangan pemerintah Roma didorong untuk mencurigai adanya suatu pemberontakan.

KSZ1 239.2 Belum pernah terjadi dalam dunia suatu saat seperti ini. Surga telah diturunkan kepada manusia. Jiwa-jiwa yang lapar dan haus yang telah lama menunggu akan penebusan bangsa Israel kini dijamu dengan anugerah Juruselamat yang penuh kasihan.

KSZ1 239.3 Inti dari pengajaran Kristus ialah “waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Maka dengan demikian, kabar Injil, sebagaimana yang diberikan oleh Juruselamat didasarkan atas nubuatan-nubuatan. “Waktu” yang dikatakannya akan digenapi ialah masa yang dinyatakan oleh malaikat Gabriel kepada Daniel. “Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi Yang Mahakudus.” Daniel 9:24. Satu hari dalam nubuatan adalah sama dengan setahun. (Bil 14:34; Yeh. 4:6). Tujuh puluh pekan atau empat ratus sembilan puluh hari adalah mengumpamakan empat ratus sembilan puluh tahun. Titik permulaan masa ini adalah: “Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun , sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa.” Enam puluh sembilan pekan atau empat ratus delapan puluh tiga tahun. Daniel 9:25. Perintah untuk memperbaiki dan membangunkan Yerusalem diberikan oleh titah Artaxerxes Langemanus (lihat Ezra 6:14; 7:1, 9), yang jatuh pada musim rontok tahun 457 S.M. Dari tahun ini jika ditambah dengan 483 tahun maka berakhir pada musim rontok tahun 27 T.M. Menurut nubuatan, masa ini sampai kepada Mesias, yang diurapi. Pada tahun 27 T.M. Yesus dalam baptisan-Nya telah menerima pengurapan Roh Suci, dan segera sesudah itu Ia mulai pekerjaan-Nya. Maka pekabaran diwartakan, “Waktunya telah genapi.”

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

20 November 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 23 - “KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 23 - “KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT”
Halaman 237-239 | Pasal 23, Paragraf 1-9 | KSZ1 237.1-KSZ1 239.3

Ayat Inti:
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-20-hari-6-2026-11-20

Teks Lengkap:

“DATANGLAH Yesus ke tanah Galilea memasyhurkan Injil Allah, serta berkata: Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Markus 1 :14, 15. [KSZ1 237.1]

Kedatangan Mesias telah diumumkan mulai di tanah Yudea. Dalam Bait Suci di Yerusalem, kelahiran seorang pelopor telah diberitahukan lebih dulu kepada Zakharia pada saat ia melayani di hadapan mezbah. Di atas bukit Betlehem malaikat memberitakan kelahiran Yesus. Orangorang Majus telah datang ke Yerusalem untuk mencari Dia. Dalam Bait Suci Simon dan Hana telah menyaksikan Keilahian-Nya. “Yerusalem dan seluruh Yudea” telah mendengar akan ajaran Yohanes Pembaptis; para utusan Sanhedrin, dan orang banyak telah mendengar kesaksiannya dari hal Yesus. Di Yudea Kristus telah menerima murid-Nya yang pertama. Di tempat inilah paling banyak dari pekerjaan-Nya yang mula-mula diadakan. Keilahian-Nya yang terpancar pada saat Ia menyucikan Bait Suci, mukjizat menyembuhkan penyakit, ajaran kebenaran Ilahi yang terbit dari bibir-Nya, semuanya itu menyatakan apa yang telah dinyatakan-Nya di hadapan Sanhedrin setelah penyembuhan di kolam Betesda,—bahwa Ia adalah Anak Allah. [KSZ1 237.2]

Jika pemimpin-pemimpin Israel telah menerima Kristus, maka Ia akan menghormati mereka, sebagai pesuruh-pesuruh-Nya untuk membawa kabar Injil ke seluruh dunia. Pada mereka mula-mula diberikan kesempatan untuk menjadi pewarta kerajaan dan rahmat Allah. Tetapi bangsa Israel tidak mengetahui saat kedatangan-Nya. Perasaan cemburu dan tidak percaya pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi telah menjadi matang dan menjelma menjadi kebencian yang terang-terangan, dan hati orang banyak itu pun berpaling dari Yesus. [KSZ1 237.3]

Sanhedrin telah menolak pekabaran Kristus, dan berusaha untuk membunuh Dia; oleh sebab itu Yesus meninggalkan Yerusalem, imamimam Bait Suci, pemimpin-pemimpin agama, orang-orang yang dididik dalam Taurat, dan menuju kepada suatu golongan manusia yang lain untuk membawa pekabaran-Nya, dan untuk mengumpulkan mereka yang harus membawa kabar Injil kepada segala bangsa. [KSZ1 238.1]

Sebagaimana terang dan kehidupan manusia ditolak oleh kekuasaan agama pada zaman Kristus, begitu pula akan berlaku pada generasi yang mengikutnya. Berulang-ulang hikayat penarikan diri Kristus dari Yudea disebut. Ketika para reformis mengajarkan firman Allah, mereka tidak mempunyai pikiran untuk memisahkan diri mereka dari jemaat yang telah didirikan; tetapi pemimpin-pemimpin agama itu tidak akan memperbolehkan terang itu, dan orang yang membawa terang itu dipaksa untuk mencari golongan manusia yang lain, yaitu yang rindu akan kebenaran. Dalam zaman kita ini terdapatlah beberapa orang yang mengaku pengikut Kristus, tetapi digerakkan oleh roh mereka sendiri. Hanya sedikit orang yang mendengar kepada suara Allah, dan sedia menerima kebenaran dalam cara apa pun kebenaran itu dikemukakan. Sering mereka yang mengikut jejak kaum reformis ini dipaksa untuk meninggalkan gereja yang mereka kasih i, untuk menyatakan ajaran firman Allah yang nyata. Sering kali mereka yang sedang mencari terang dan oleh ajaran yang sama terpaksa meninggalkan gereja nenek moyang mereka agar mereka dapat memberikan penurutan mereka. [KSZ1 238.2]

Orang-orang Galilea dihina oleh para rabi Yerusalem sebagai orang yang kasar dan tidak berpendidikan namun demikian merekalah suatu ladang yang lebih memberi pengharapan bagi pekerjaan Juruselamat. Mereka adalah lebih sungguh-sungguh, mereka kurang begitu dikendalikan oleh sifat berpura-pura; pikiran mereka lebih terbuka pada peneri maan kebenaran. Kepergian Yesus ke Galilea bukan memencilkan diri. Tidak ada suatu propinsi pada zaman itu yang begitu penuh sesak dengan penduduknya dan pelbagai bangsa dibandingkan dengan propinsi Yudea. [KSZ1 238.3]

Pada waktu Yesus berjalan melalui Galilea, mengajar dan menyembuhkan, orang banyak mengikut Dia dari kota ke kota dan dari kampung ke kampung. Sering Ia terpaksa menyembunyikan diri-Nya dari orang banyak. Semangat yang sangat berapi-api sehingga perlu mengambil tindakan pencegahan agar jangan pemerintah Roma didorong untuk mencurigai adanya suatu pemberontakan. [KSZ1 239.1]

Belum pernah terjadi dalam dunia suatu saat seperti ini. Surga telah diturunkan kepada manusia. Jiwa-jiwa yang lapar dan haus yang telah lama menunggu akan penebusan bangsa Israel kini dijamu dengan anugerah Juruselamat yang penuh kasihan. [KSZ1 239.2]

Inti dari pengajaran Kristus ialah “waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Maka dengan demikian, kabar Injil, sebagaimana yang diberikan oleh Juruselamat didasarkan atas nubuatan-nubuatan. “Waktu” yang dikatakannya akan digenapi ialah masa yang dinyatakan oleh malaikat Gabriel kepada Daniel. “Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi Yang Mahakudus.” Daniel 9:24. Satu hari dalam nubuatan adalah sama dengan setahun. (Bil 14:34; Yeh. 4:6). Tujuh puluh pekan atau empat ratus sembilan puluh hari adalah mengumpamakan empat ratus sembilan puluh tahun. Titik permulaan masa ini adalah: “Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun , sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa.” Enam puluh sembilan pekan atau empat ratus delapan puluh tiga tahun. Daniel 9:25. Perintah untuk memperbaiki dan membangunkan Yerusalem diberikan oleh titah Artaxerxes Langemanus (lihat Ezra 6:14; 7:1, 9), yang jatuh pada musim rontok tahun 457 S.M. Dari tahun ini jika ditambah dengan 483 tahun maka berakhir pada musim rontok tahun 27 T.M. Menurut nubuatan, masa ini sampai kepada Mesias, yang diurapi. Pada tahun 27 T.M. Yesus dalam baptisan-Nya telah menerima pengurapan Roh Suci, dan segera sesudah itu Ia mulai pekerjaan-Nya. Maka pekabaran diwartakan, “Waktunya telah genapi.” [KSZ1 239.3]