26 November 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 24 - “BUKANKAH IA INI ANAK TUKANG KAYU ITU?”
Halaman 248-249 | Pasal 24, Paragraf 19-22 | KSZ1 248.1-KSZ1 249.1
Ayat Inti
Matius 13:55
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 21 membaca Bab 24: Bukankah ini Anak tukang kayu?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 248.1 Demikianlah caranya malaikat melindungi Lot, dan memimpin dia keluar dengan selamat dari dalam negeri Sodom. Demikian pula caranya mereka melindungi Elisa di suatu bukit kecil di dalam kota. Bila bukitbukit yang melingkar itu telah dipenuhi oleh kuda dan kereta raja Siria, dan sejumlah besar tentara yang lengkap, Elisa melihat lereng bukit yang lebih dekat telah ditutupi oleh tentara Allah—kuda dan kereta perang mengelilingi hamba Allah.
KSZ1 248.2 Demikian pula, pada sepanjang zaman, malaikat Tuhan menyertai pengikut-pengikut Kristus yang setia. Pasukan kejahatan yang sangat besar dikerahkan melawan segala orang yang akan menang; tetapi Kristus mengajak kita memandang kepada perkara yang tidak kelihatan, kepada tentara surga yang berpasukan mengelilingi segala orang yang kasih akan Allah, untuk melepaskan mereka itu. Dari bahaya apa pun, kelihatan dan tidak kelihatan, kita telah dipelihara oleh perantaraan malaikat-malaikat, kita tidak akan pernah mengetahui rahasia penjagaan Allah sampai dalam terang kekekalan kita melihat pemeliharaan Allah. Maka kita akan mengetahui bahwa seluruh keluarga surga menaruh perhatian pada keluarga Allah di atas dunia ini, bahwa pesuruh-pesuruh dari takhta Allah menyertai langkah kita setiap hari.
KSZ1 248.3 Apabila Yesus di dalam rumah sembahyang membaca suratan nubuatan, Ia berhenti sejenak untuk penjelasan terakhir mengenai pekerjaan Mesias. Setelah membaca perkataan ini “untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan,” Ia lewatkan bagian kalimat, “hari pembalasan Allah kita.” Yesaya 61:2. Hal ini adalah kebenaran sebagaimana juga yang pertama dalam nubuatan tersebut, dan dengan tenang Yesus tidak menyangkal akan kebenarannya. Ucapan yang terakhir ini dengan senang hati diterima oleh para pendengar-Nya dan mereka rindu akan digenapi. Mereka mengumumkan hukuman terhadap orang kafir, dengan tidak menyadari bahwa kesalahan mereka sendiri lebih besar dari kesalahan orang lain. Mereka sendiri sebenarnya sangat memerlukan rahmat yang mereka ingkari pada orang kafir. Pada hari itu di dalam rumah sem-bahyang, waktu Yesus berdiri di hadapan mereka itu adalah menjadi ke-sempatan mereka untuk menerima panggilan surga. Ia yang “berkenan kepada kasih setia” (Mikha 7:18) dengan seorang akan menyelamatkan mereka dari kebinasaan yang disebabkan oleh dosa-dosa mereka.
KSZ1 249.1 Tidak ada suatu panggilan lagi yang Ia dapat berikan pada mereka untuk bertobat. Menjelang akhir masa kerja-Nya di Galilea Ia mengunjungi rumah di mana Ia tinggal di masa kanak-kanak. Sejak Ia ditolak di sana, kemasyhuran pengajaran dan mukjizat-Nya tersebar di seluruh negeri itu. Tidak dapat disangkal lagi bahwa Ia mempunyai kuasa yang melebihi kuasa manusia. Orang Nazaret mengetahui bahwa Ia berjalan keliiing berbuat baik dan menyembuhkan sekalian orang yang ditindas oleh Setan. Di seluruh negeri tidak kedengaran lagi keluhan penyakit karena Ia telah melalui rumah mereka, menyembuhkan segala penyakit. Rahmat dinyatakan dalam tiap-tiap tindakan hidup-Nya yang membuktikan pengurapan Ilahi.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
26 November 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 24 - “BUKANKAH IA INI ANAK TUKANG KAYU ITU?”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 24 - “BUKANKAH IA INI ANAK TUKANG KAYU ITU?”
Halaman 248-249 | Pasal 24, Paragraf 19-22 | KSZ1 248.1-KSZ1 249.1
Ayat Inti:
Matius 13:55
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 21 membaca Bab 24: Bukankah ini Anak tukang kayu?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-21-hari-5-2026-11-26
Teks Lengkap:
Demikianlah caranya malaikat melindungi Lot, dan memimpin dia keluar dengan selamat dari dalam negeri Sodom. Demikian pula caranya mereka melindungi Elisa di suatu bukit kecil di dalam kota. Bila bukitbukit yang melingkar itu telah dipenuhi oleh kuda dan kereta raja Siria, dan sejumlah besar tentara yang lengkap, Elisa melihat lereng bukit yang lebih dekat telah ditutupi oleh tentara Allah—kuda dan kereta perang mengelilingi hamba Allah. [KSZ1 248.1]
Demikian pula, pada sepanjang zaman, malaikat Tuhan menyertai pengikut-pengikut Kristus yang setia. Pasukan kejahatan yang sangat besar dikerahkan melawan segala orang yang akan menang; tetapi Kristus mengajak kita memandang kepada perkara yang tidak kelihatan, kepada tentara surga yang berpasukan mengelilingi segala orang yang kasih akan Allah, untuk melepaskan mereka itu. Dari bahaya apa pun, kelihatan dan tidak kelihatan, kita telah dipelihara oleh perantaraan malaikat-malaikat, kita tidak akan pernah mengetahui rahasia penjagaan Allah sampai dalam terang kekekalan kita melihat pemeliharaan Allah. Maka kita akan mengetahui bahwa seluruh keluarga surga menaruh perhatian pada keluarga Allah di atas dunia ini, bahwa pesuruh-pesuruh dari takhta Allah menyertai langkah kita setiap hari. [KSZ1 248.2]
Apabila Yesus di dalam rumah sembahyang membaca suratan nubuatan, Ia berhenti sejenak untuk penjelasan terakhir mengenai pekerjaan Mesias. Setelah membaca perkataan ini “untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan,” Ia lewatkan bagian kalimat, “hari pembalasan Allah kita.” Yesaya 61:2. Hal ini adalah kebenaran sebagaimana juga yang pertama dalam nubuatan tersebut, dan dengan tenang Yesus tidak menyangkal akan kebenarannya. Ucapan yang terakhir ini dengan senang hati diterima oleh para pendengar-Nya dan mereka rindu akan digenapi. Mereka mengumumkan hukuman terhadap orang kafir, dengan tidak menyadari bahwa kesalahan mereka sendiri lebih besar dari kesalahan orang lain. Mereka sendiri sebenarnya sangat memerlukan rahmat yang mereka ingkari pada orang kafir. Pada hari itu di dalam rumah sem-bahyang, waktu Yesus berdiri di hadapan mereka itu adalah menjadi ke-sempatan mereka untuk menerima panggilan surga. Ia yang “berkenan kepada kasih setia” (Mikha 7:18) dengan seorang akan menyelamatkan mereka dari kebinasaan yang disebabkan oleh dosa-dosa mereka. [KSZ1 248.3]
Tidak ada suatu panggilan lagi yang Ia dapat berikan pada mereka untuk bertobat. Menjelang akhir masa kerja-Nya di Galilea Ia mengunjungi rumah di mana Ia tinggal di masa kanak-kanak. Sejak Ia ditolak di sana, kemasyhuran pengajaran dan mukjizat-Nya tersebar di seluruh negeri itu. Tidak dapat disangkal lagi bahwa Ia mempunyai kuasa yang melebihi kuasa manusia. Orang Nazaret mengetahui bahwa Ia berjalan keliiing berbuat baik dan menyembuhkan sekalian orang yang ditindas oleh Setan. Di seluruh negeri tidak kedengaran lagi keluhan penyakit karena Ia telah melalui rumah mereka, menyembuhkan segala penyakit. Rahmat dinyatakan dalam tiap-tiap tindakan hidup-Nya yang membuktikan pengurapan Ilahi. [KSZ1 249.1]