27 November 2026 · Hari 6
Hari 6: Pasal 24 - “BUKANKAH IA INI ANAK TUKANG KAYU ITU?”
Halaman 249-250 | Pasal 24, Paragraf 23-26 | KSZ1 249.2-KSZ1 250.2
Ayat Inti
Matius 13:55
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 21 membaca Bab 24: Bukankah ini Anak tukang kayu?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 249.2 Sekali lagi di saat mereka mendengar perkataan-Nya, orang Nazaret tergerak oleh Roh Nabi. Tetapi kini mereka tidak mau mengakui bahwa orang ini, yang telah dibesarkan di antara mereka adalah lain atau lebih besar daripada mereka itu sendiri. Masih mendengung di gendang telinga mereka itu ingatan yang pahit ketika Yesus mengakui bahwa Ia sendiri Yang Dijanjikan itu, Ia telah menyangkal adanya satu tempat bagi mereka pada bangsa Israel; karena telah ditunjukkan-Nya bahwa mereka itu kurang layak pada pemandangan Allah ketimbang seorang kafir. Dari saat inilah walaupun mereka bertanya, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat-mukjizat itu?” Mereka tidak mau menerima Dia sebagai Kristus yang datang daripada Allah. Karena ketidakpercayaan mereka, Juruselamat tidak dapat mengadakan banyak mukjizat di antara mereka. Hanya beberapa hati yang dibuka untuk menerima berkat-Nya, dan dengan terpaksa Ia meninggalkan tempat itu dan tidak pernah lagi.
KSZ1 249.3 Sekali roh tidak percaya itu digemari, maka roh itu mengendalikan orang-orang Nazaret. Roh itu pun telah mengendalikan anggota Sanhedrin dan seluruh bangsanya. Dengan imam-imam dan orang banyak, penolakan pertama akan pernyataan kuasa Roh Kudus adalah menjadi permulaan kebinasaan mereka. Untuk membuktikan bahwa penolakan yang pertama benar adanya, mereka meneruskan untuk mencari kesalahan pada perkataan Kristus. Penolakan mereka akan Roh Kudus yang berpuncak di kayu Salib Golgota, menghasilkan kebinasaan kotanya, dan tercerai-berainya bangsa laksana ditiup oleh angin.
KSZ1 250.1 Oh, alangkah rindunya Kristus untuk membuka pada orang Israel harta kebenaran yang indah itu! Tetapi karena kebutaan kerohanian mereka yang semacam itu sehingga mustahillah bagi Dia untuk menyatakan pada mereka itu kebenaran yang berhubungan dengan kerajaan-Nya. Mereka bergantung kepada kepercayaan dan upacara-upacara mereka yang tidak ada gunanya, di kala kebenaran surga menanti penerimaan mereka. Mereka menghabiskan uang mereka hanya untuk sampah dan sekam duniawi, di saat roti hidup dapat mereka peroleh. Mengapakah mereka tidak pergi kepada firman Allah dan menyelidik dengan rajin untuk mengetahui kalau mereka berada dalam kesalahan? Petjanjian Lama menyatakan dengan jelas segala seluk beluk pelayanan Kristus, dan berulang-ulang Ia kutip dari tulisan nabi-nabi dan menyatakan “Pada hari ini genaplah nasa ini sewaktu kamu mendengarnya.” Jikalau mereka dengan setia telah menyelidik Kitab Suci, membawa segala teori mereka untuk diuji oleh firman Allah, Yesus tidak perlu meratapi akan penyesalan mereka. Ia tidak perlu lagi mengatakan, “Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.” Lukas 13:35. Mungkin mereka telah mengenal akan bukti Ia sebagai Mesias, sehingga bahaya yang sedang mengancam kota mereka yang sombong itu dapat disingkirkan. Tetapi pikiran orang Yahudi telah menjadi sempit oleh kesombongan yang tidak masuk akal. Ajaran Kristus menyatakan kekurangan tabiat mereka dan menuntut pertobatan. Jika mereka menerima akan pengajaran-Nya, perbuatan mereka harus diubah, dan harapan mereka yang disimpan dalam hati itu ditinggalkan. Agar dihormati oleh surga, mereka patut mengorbankan kehormatan mknusia. Jika mereka hendak menurut perkataan rabi yang baru ini, mereka harus menjalani arah yang bertentangan dengan pikiran ahli pikir dan guru besar zaman itu.
KSZ1 250.2 Kebenaran tidak populer pada zaman Kristus. Begitu pula pada zaman kita ini. Tidak populer sejak Setan pertama-tama memberikan pada manusia tipuan oleh mengemukakan dongeng yang membawa pada kesom bongan diri. Tidakkah kita zaman ini menemui teori-teori dan doktrindoktrin yang tidak berdasarkan firman Allah? Manusia bergantung dengan teguhnya pada ajaran dan teori itu, sebagaimana orang Yahudi bergantung pada tradisi mereka.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
27 November 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 24 - “BUKANKAH IA INI ANAK TUKANG KAYU ITU?”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 24 - “BUKANKAH IA INI ANAK TUKANG KAYU ITU?”
Halaman 249-250 | Pasal 24, Paragraf 23-26 | KSZ1 249.2-KSZ1 250.2
Ayat Inti:
Matius 13:55
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 21 membaca Bab 24: Bukankah ini Anak tukang kayu?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-21-hari-6-2026-11-27
Teks Lengkap:
Sekali lagi di saat mereka mendengar perkataan-Nya, orang Nazaret tergerak oleh Roh Nabi. Tetapi kini mereka tidak mau mengakui bahwa orang ini, yang telah dibesarkan di antara mereka adalah lain atau lebih besar daripada mereka itu sendiri. Masih mendengung di gendang telinga mereka itu ingatan yang pahit ketika Yesus mengakui bahwa Ia sendiri Yang Dijanjikan itu, Ia telah menyangkal adanya satu tempat bagi mereka pada bangsa Israel; karena telah ditunjukkan-Nya bahwa mereka itu kurang layak pada pemandangan Allah ketimbang seorang kafir. Dari saat inilah walaupun mereka bertanya, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat-mukjizat itu?” Mereka tidak mau menerima Dia sebagai Kristus yang datang daripada Allah. Karena ketidakpercayaan mereka, Juruselamat tidak dapat mengadakan banyak mukjizat di antara mereka. Hanya beberapa hati yang dibuka untuk menerima berkat-Nya, dan dengan terpaksa Ia meninggalkan tempat itu dan tidak pernah lagi. [KSZ1 249.2]
Sekali roh tidak percaya itu digemari, maka roh itu mengendalikan orang-orang Nazaret. Roh itu pun telah mengendalikan anggota Sanhedrin dan seluruh bangsanya. Dengan imam-imam dan orang banyak, penolakan pertama akan pernyataan kuasa Roh Kudus adalah menjadi permulaan kebinasaan mereka. Untuk membuktikan bahwa penolakan yang pertama benar adanya, mereka meneruskan untuk mencari kesalahan pada perkataan Kristus. Penolakan mereka akan Roh Kudus yang berpuncak di kayu Salib Golgota, menghasilkan kebinasaan kotanya, dan tercerai-berainya bangsa laksana ditiup oleh angin. [KSZ1 249.3]
Oh, alangkah rindunya Kristus untuk membuka pada orang Israel harta kebenaran yang indah itu! Tetapi karena kebutaan kerohanian mereka yang semacam itu sehingga mustahillah bagi Dia untuk menyatakan pada mereka itu kebenaran yang berhubungan dengan kerajaan-Nya. Mereka bergantung kepada kepercayaan dan upacara-upacara mereka yang tidak ada gunanya, di kala kebenaran surga menanti penerimaan mereka. Mereka menghabiskan uang mereka hanya untuk sampah dan sekam duniawi, di saat roti hidup dapat mereka peroleh. Mengapakah mereka tidak pergi kepada firman Allah dan menyelidik dengan rajin untuk mengetahui kalau mereka berada dalam kesalahan? Petjanjian Lama menyatakan dengan jelas segala seluk beluk pelayanan Kristus, dan berulang-ulang Ia kutip dari tulisan nabi-nabi dan menyatakan “Pada hari ini genaplah nasa ini sewaktu kamu mendengarnya.” Jikalau mereka dengan setia telah menyelidik Kitab Suci, membawa segala teori mereka untuk diuji oleh firman Allah, Yesus tidak perlu meratapi akan penyesalan mereka. Ia tidak perlu lagi mengatakan, “Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.” Lukas 13:35. Mungkin mereka telah mengenal akan bukti Ia sebagai Mesias, sehingga bahaya yang sedang mengancam kota mereka yang sombong itu dapat disingkirkan. Tetapi pikiran orang Yahudi telah menjadi sempit oleh kesombongan yang tidak masuk akal. Ajaran Kristus menyatakan kekurangan tabiat mereka dan menuntut pertobatan. Jika mereka menerima akan pengajaran-Nya, perbuatan mereka harus diubah, dan harapan mereka yang disimpan dalam hati itu ditinggalkan. Agar dihormati oleh surga, mereka patut mengorbankan kehormatan mknusia. Jika mereka hendak menurut perkataan rabi yang baru ini, mereka harus menjalani arah yang bertentangan dengan pikiran ahli pikir dan guru besar zaman itu. [KSZ1 250.1]
Kebenaran tidak populer pada zaman Kristus. Begitu pula pada zaman kita ini. Tidak populer sejak Setan pertama-tama memberikan pada manusia tipuan oleh mengemukakan dongeng yang membawa pada kesom bongan diri. Tidakkah kita zaman ini menemui teori-teori dan doktrindoktrin yang tidak berdasarkan firman Allah? Manusia bergantung dengan teguhnya pada ajaran dan teori itu, sebagaimana orang Yahudi bergantung pada tradisi mereka. [KSZ1 250.2]