3 Desember 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 257-257 | Pasal 25, Paragraf 13-15 | KSZ1 257.1-KSZ1 257.3
Ayat Inti
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 257.1 Selama malam yang sedih di atas danau, bila mereka terpisah dari Kristus, murid-murid sangat ditekan oleh perasaan kebimbangan dan letih karena usaha yang tidak berhasil. Tetapi hadirat-Nya menyalakan iman mereka, dan membawa kepada mereka kesukaan dan kemajuan. Demikian pula dengan kita; jika terpisah dari Kristus, maka pekerjaan kita akan sia-sia dan mudahlah untuk tidak percaya dan bersungut-sungut. Tetapi bila Ia dekat dan kita bekerja di bawah petunjuk-Nya, kita bersuka-suka di dalam bukti kuasa-Nya. Adalah pekerjaan Setan untuk mengecewakan jiwa; adalah pekerjaan Kristus untuk mengilhami jiwa itu dengan percaya dan pengharapan.
KSZ1 257.2 Suatu pelajaran yang dalam yang telah digambarkan oleh mukjizat ini kepada murid-murid menjadi suatu pelajaran bagi kita juga,—bahwa Ia oleh perkataan-Nya dapat mengumpulkan ikan-ikan dari lautan, dapat juga menekan hati manusia dan menarik mereka itu oleh tali cinta-Nya, agar hamba-hamba-Nya pun boleh menjadi “penjala manusia.”
KSZ1 257.3 Mereka adalah orang-orang yang hina dan tidak terpelajar karena hanya nelayan dari Galilea; tetapi Kristus, Terang dunia, dengan limpahnya dapat menyanggupkan mereka itu bagi suatu jabatan yang atasnya Ia telah memilih mereka itu. Juruselamat tidak memandang rendah akan pendidikan; karena apabila seorang dikendalikan oleh kasih Allah dan diabdikan bagi pekerjaan-Nya, pikiran itu menjadi suatu berkat. Tetapi Ia melewati orang-orang pintar pada zaman-Nya, karena mereka itu hanya bersandar pada diri mereka sendiri sehingga mereka tidak dapat merasakan penderitaan manusia dan menjadi teman sekerja dengan orang yang dari Nazaret itu. Dalam kesombongan mereka merasa hina jika diajar oleh Kristus. Tuhan Yesus mencari kerjasama mereka yang akan menjadi saluran yang tidak akan pecah bagi hubungan anugerah-Nya. Hal utama yang patut dipelajari oleh orang yang akan menjadi pekerja bersama Allah adalah pelajaran tentang tidak bersandar pada diri sendiri; lalu mereka bersedia untuk diberi tabiat Kristus. Hal ini tidaklah didapat oleh pendidikan dalam kebanyakan sekolah ilmu pengetahuan di dunia ini. Buah-buah kebijaksanaanlah yang didapat dari Guru Ilahi sendiri.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
3 Desember 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 257-257 | Pasal 25, Paragraf 13-15 | KSZ1 257.1-KSZ1 257.3
Ayat Inti:
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-22-hari-5-2026-12-03
Teks Lengkap:
Selama malam yang sedih di atas danau, bila mereka terpisah dari Kristus, murid-murid sangat ditekan oleh perasaan kebimbangan dan letih karena usaha yang tidak berhasil. Tetapi hadirat-Nya menyalakan iman mereka, dan membawa kepada mereka kesukaan dan kemajuan. Demikian pula dengan kita; jika terpisah dari Kristus, maka pekerjaan kita akan sia-sia dan mudahlah untuk tidak percaya dan bersungut-sungut. Tetapi bila Ia dekat dan kita bekerja di bawah petunjuk-Nya, kita bersuka-suka di dalam bukti kuasa-Nya. Adalah pekerjaan Setan untuk mengecewakan jiwa; adalah pekerjaan Kristus untuk mengilhami jiwa itu dengan percaya dan pengharapan. [KSZ1 257.1]
Suatu pelajaran yang dalam yang telah digambarkan oleh mukjizat ini kepada murid-murid menjadi suatu pelajaran bagi kita juga,—bahwa Ia oleh perkataan-Nya dapat mengumpulkan ikan-ikan dari lautan, dapat juga menekan hati manusia dan menarik mereka itu oleh tali cinta-Nya, agar hamba-hamba-Nya pun boleh menjadi “penjala manusia.” [KSZ1 257.2]
Mereka adalah orang-orang yang hina dan tidak terpelajar karena hanya nelayan dari Galilea; tetapi Kristus, Terang dunia, dengan limpahnya dapat menyanggupkan mereka itu bagi suatu jabatan yang atasnya Ia telah memilih mereka itu. Juruselamat tidak memandang rendah akan pendidikan; karena apabila seorang dikendalikan oleh kasih Allah dan diabdikan bagi pekerjaan-Nya, pikiran itu menjadi suatu berkat. Tetapi Ia melewati orang-orang pintar pada zaman-Nya, karena mereka itu hanya bersandar pada diri mereka sendiri sehingga mereka tidak dapat merasakan penderitaan manusia dan menjadi teman sekerja dengan orang yang dari Nazaret itu. Dalam kesombongan mereka merasa hina jika diajar oleh Kristus. Tuhan Yesus mencari kerjasama mereka yang akan menjadi saluran yang tidak akan pecah bagi hubungan anugerah-Nya. Hal utama yang patut dipelajari oleh orang yang akan menjadi pekerja bersama Allah adalah pelajaran tentang tidak bersandar pada diri sendiri; lalu mereka bersedia untuk diberi tabiat Kristus. Hal ini tidaklah didapat oleh pendidikan dalam kebanyakan sekolah ilmu pengetahuan di dunia ini. Buah-buah kebijaksanaanlah yang didapat dari Guru Ilahi sendiri. [KSZ1 257.3]