7 Desember 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Halaman 262-264 | Pasal 26, Paragraf 7-12 | KSZ1 262.4-KSZ1 264.2
Ayat Inti
Markus 1:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 262.4 Yesus tidak menghiraukan segala macam perselisihan yang berlaku di antara bangsa Yahudi. Tugas-Nya ialah menyampaikan kebenaran. Perkataan-Nya memberi cahaya kepada ajaran bapa-bapa dan nabi-nabi dan Kitab Suci itu datang kepada manusia sebagai suatu kenyataan yang baru. Belum pernah para pendengar-Nya memahami sedalam saat ini akan maksud yang tersembunyi di dalam firman Allah.
KSZ1 262.5 Yesus menemui orang banyak itu dengan latar belakang hidup masing-masing, sebagai seorang yang telah mengenal akan kebimbangan mereka. Ia menjadikan kebenaran itu sangat indah, karena Ia menge-mukakannya dengan jalan yang sangat ringkas dan sederhana. BahasaNya suci, halus, jelas bagai air yang mengalir. Suara-Nya bagaikan musik kepada mereka yang telah biasa mendengar nada suara rabi-rabi yang merata. Tetapi walaupun pengajaran-Nya sederhana, Ia berkata sebagai seorang yang mempunyai kuasa. Hal inilah menjadikan pengajaran-Nya itu berbeda dari ajaran-ajaran yang lain. Rabi-rabi berkata dengan perasaan bimbang dan ragu-ragu, seakan-akan Kitab Suci itu dapat ditafsirkan pada arti yang lain atau sama sekali bertentangan. Para pendengar tiap hari terlibat dalam keragu-raguan. Tetapi Yesus mengajarkan Kitab Suci sebagai suatu kuasa yang tidak dapat dipersoalkan lagi. Apa saja judul pelajaran-Nya, semuanya disampaikan dengan kuasa, seakan-akan perkataan-Nya tidak dapat dibantah lagi.
KSZ1 263.1 Tetapi Ia sungguh-sungguh, bukan hanya bersemangat. Ia berkata se-bagai seorang yang mempunyai maksud yang tentu untuk dicapai. Ia menghamparkan kenyataan-kenyataan dunia kekal. Di dalam segala tema pembicaraan-Nya. Allah yang dinyatakan. Yesus berusaha untuk menghancurkan perangkap kebodohan yang mengikat manusia yang mengisap akan perkara-perkara duniawi. Ia menempatkan perkara-perkara kehidupan ini di dalam hubungan yang sebenarnya, sebagai lebih rendah dari perhatian yang kekal; tetapi Ia tidak mempersalahkan akan kepentingannya. Diajar-Nya bahwa surga dan dunia ini adalah berhu-bungan satu sama lain, maka oleh sebab itu suatu pengetahuan akan ke-benaran Ilahi menyediakan manusia itu lebih baik untuk melaksanakan tugas-tugas hidup setiap hari. Ia berkata sebagai seorang yang telah me-ngenal surga, dan sadar akan hubungan-Nya dengan Allah, tetapi mengenal juga persatuan-Nya dengan tiap-tiap anggota keluarga manusia.
KSZ1 263.2 Pekabaran anugerah-Nya berbeda sesuai dengan pendengar-Nya. Ia tahu “memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.” Yesaya 50:4. Karena rahmat tertuang dari bibir-Nya, sehingga Ia dapat menyatakan kepada manusia dengan jalan yang paling menarik akan harta-harta kebenaran. Ia memiliki taktik untuk menemui pikiran yang mempunyai prasangka dan menakjubkan mereka dengan ilustrasi-ilustrasi yang me-narik perhatian. Oleh angan-angan-Nya saja Ia dapat menembusi hati tiap-tiap manusia. Perumpamaan-Nya diambil dari perkara-perkara hidup setiap hari, dan walaupun hal itu sederhana, tetapi padanya terkandung atti yang dalam dan ajaib. Burung-burung di udara, bunga bakung di padang, benih, gembala dan domba-domba dengan hal-hal .n, Kristus menjelaskan kebenaran yang baka; dan setelah itu apabila oendengar-pendengar-Nya mendapat kesempatan melihat perkara-perkara alam ini, mereka mengingat akan perkataan-Nya. Ilustrasi Kristus senan-tiasa mengulangi isi pelajaran-Nya.
KSZ1 264.1 Kristus tidak pernah memuji-muji seseorang. Ia tidak pernah mengu-capkan sesuatu yang akan meninggikan perasaan an angan angan ti mereka, atau memuji mereka karena kepintaran mereka dalam penemuan mereka itu; tetapi ahli pikir yang dalam dan yang tidak mempunya, prasangka menerima pengajaran-Nya, dan diterima oleh akal mereka itu. Mereka kagum karena kebenaran rohani yang dapat dinyatakan dalam bahasa yang paling sederhana. Orang-orang yang berpendidikan tertinggi pun tertarik dengan perkataan-Nya dan mereka yang tidak berpendidikan pun senantiasa mendapat faedah dari perkataanya. a mempunyai pekabaran bagi mereka yang buta huruf; dan Ia pun menjadikan orang kafir mengerti bahwa Ia mempunyai pekabaran bagi mereka itu.
KSZ1 264.2 Belas kasihan-Nya dinyatakan oleh suatu jamahan kesembuhan bagi hati yang letih dan susah. Sampai di tengah-tengah suasana yang dibungkus oleh musuh-musuh yang dalam amarah. Ia diliputi suasana yang aman dan damai. Keelokan wajah-Nya, kerendahan tabiat-Nya, terlebih pula kasih yang dinyatakan pada wajah dan nada suara-Nya, telah menarik kepada-Nya segala orang yang hatinya belum c Leraskan oleh sifat tidak percaya. Jikalau bukan oleh roh yang manis dan penuh simpati yang bersinar di dalam segala tingkah laku dan perkataan-Nya, maka Ia tidak dapat menarik pendengar-pendengar yang banyak. Orang-orang yang menderita sengsara yang telah datang kepada-Nya. merasa bahwa Ia ber-sama mereka sebagai seorang sahabat yang setia dan lemah-lembut dan mereka rindu mengetahui lebih banyak tentang kebenaran yang diajarkan-Nya. Surga dibawa lebih dekat. Mereka rindu tinggal bersama Dia, agar hiburan kasih-Nya senantiasa bersama mereka itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
7 Desember 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Halaman 262-264 | Pasal 26, Paragraf 7-12 | KSZ1 262.4-KSZ1 264.2
Ayat Inti:
Markus 1:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-23-hari-2-2026-12-07
Teks Lengkap:
Yesus tidak menghiraukan segala macam perselisihan yang berlaku di antara bangsa Yahudi. Tugas-Nya ialah menyampaikan kebenaran. Perkataan-Nya memberi cahaya kepada ajaran bapa-bapa dan nabi-nabi dan Kitab Suci itu datang kepada manusia sebagai suatu kenyataan yang baru. Belum pernah para pendengar-Nya memahami sedalam saat ini akan maksud yang tersembunyi di dalam firman Allah. [KSZ1 262.4]
Yesus menemui orang banyak itu dengan latar belakang hidup masing-masing, sebagai seorang yang telah mengenal akan kebimbangan mereka. Ia menjadikan kebenaran itu sangat indah, karena Ia menge-mukakannya dengan jalan yang sangat ringkas dan sederhana. BahasaNya suci, halus, jelas bagai air yang mengalir. Suara-Nya bagaikan musik kepada mereka yang telah biasa mendengar nada suara rabi-rabi yang merata. Tetapi walaupun pengajaran-Nya sederhana, Ia berkata sebagai seorang yang mempunyai kuasa. Hal inilah menjadikan pengajaran-Nya itu berbeda dari ajaran-ajaran yang lain. Rabi-rabi berkata dengan perasaan bimbang dan ragu-ragu, seakan-akan Kitab Suci itu dapat ditafsirkan pada arti yang lain atau sama sekali bertentangan. Para pendengar tiap hari terlibat dalam keragu-raguan. Tetapi Yesus mengajarkan Kitab Suci sebagai suatu kuasa yang tidak dapat dipersoalkan lagi. Apa saja judul pelajaran-Nya, semuanya disampaikan dengan kuasa, seakan-akan perkataan-Nya tidak dapat dibantah lagi. [KSZ1 262.5]
Tetapi Ia sungguh-sungguh, bukan hanya bersemangat. Ia berkata se-bagai seorang yang mempunyai maksud yang tentu untuk dicapai. Ia menghamparkan kenyataan-kenyataan dunia kekal. Di dalam segala tema pembicaraan-Nya. Allah yang dinyatakan. Yesus berusaha untuk menghancurkan perangkap kebodohan yang mengikat manusia yang mengisap akan perkara-perkara duniawi. Ia menempatkan perkara-perkara kehidupan ini di dalam hubungan yang sebenarnya, sebagai lebih rendah dari perhatian yang kekal; tetapi Ia tidak mempersalahkan akan kepentingannya. Diajar-Nya bahwa surga dan dunia ini adalah berhu-bungan satu sama lain, maka oleh sebab itu suatu pengetahuan akan ke-benaran Ilahi menyediakan manusia itu lebih baik untuk melaksanakan tugas-tugas hidup setiap hari. Ia berkata sebagai seorang yang telah me-ngenal surga, dan sadar akan hubungan-Nya dengan Allah, tetapi mengenal juga persatuan-Nya dengan tiap-tiap anggota keluarga manusia. [KSZ1 263.1]
Pekabaran anugerah-Nya berbeda sesuai dengan pendengar-Nya. Ia tahu “memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.” Yesaya 50:4. Karena rahmat tertuang dari bibir-Nya, sehingga Ia dapat menyatakan kepada manusia dengan jalan yang paling menarik akan harta-harta kebenaran. Ia memiliki taktik untuk menemui pikiran yang mempunyai prasangka dan menakjubkan mereka dengan ilustrasi-ilustrasi yang me-narik perhatian. Oleh angan-angan-Nya saja Ia dapat menembusi hati tiap-tiap manusia. Perumpamaan-Nya diambil dari perkara-perkara hidup setiap hari, dan walaupun hal itu sederhana, tetapi padanya terkandung atti yang dalam dan ajaib. Burung-burung di udara, bunga bakung di padang, benih, gembala dan domba-domba dengan hal-hal .n, Kristus menjelaskan kebenaran yang baka; dan setelah itu apabila oendengar-pendengar-Nya mendapat kesempatan melihat perkara-perkara alam ini, mereka mengingat akan perkataan-Nya. Ilustrasi Kristus senan-tiasa mengulangi isi pelajaran-Nya. [KSZ1 263.2]
Kristus tidak pernah memuji-muji seseorang. Ia tidak pernah mengu-capkan sesuatu yang akan meninggikan perasaan an angan angan ti mereka, atau memuji mereka karena kepintaran mereka dalam penemuan mereka itu; tetapi ahli pikir yang dalam dan yang tidak mempunya, prasangka menerima pengajaran-Nya, dan diterima oleh akal mereka itu. Mereka kagum karena kebenaran rohani yang dapat dinyatakan dalam bahasa yang paling sederhana. Orang-orang yang berpendidikan tertinggi pun tertarik dengan perkataan-Nya dan mereka yang tidak berpendidikan pun senantiasa mendapat faedah dari perkataanya. a mempunyai pekabaran bagi mereka yang buta huruf; dan Ia pun menjadikan orang kafir mengerti bahwa Ia mempunyai pekabaran bagi mereka itu. [KSZ1 264.1]
Belas kasihan-Nya dinyatakan oleh suatu jamahan kesembuhan bagi hati yang letih dan susah. Sampai di tengah-tengah suasana yang dibungkus oleh musuh-musuh yang dalam amarah. Ia diliputi suasana yang aman dan damai. Keelokan wajah-Nya, kerendahan tabiat-Nya, terlebih pula kasih yang dinyatakan pada wajah dan nada suara-Nya, telah menarik kepada-Nya segala orang yang hatinya belum c Leraskan oleh sifat tidak percaya. Jikalau bukan oleh roh yang manis dan penuh simpati yang bersinar di dalam segala tingkah laku dan perkataan-Nya, maka Ia tidak dapat menarik pendengar-pendengar yang banyak. Orang-orang yang menderita sengsara yang telah datang kepada-Nya. merasa bahwa Ia ber-sama mereka sebagai seorang sahabat yang setia dan lemah-lembut dan mereka rindu mengetahui lebih banyak tentang kebenaran yang diajarkan-Nya. Surga dibawa lebih dekat. Mereka rindu tinggal bersama Dia, agar hiburan kasih-Nya senantiasa bersama mereka itu. [KSZ1 264.2]