8 Desember 2026 · Hari 3
Hari 3: Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Halaman 264-266 | Pasal 26, Paragraf 13-18 | KSZ1 264.3-KSZ1 266.1
Ayat Inti
Markus 1:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 264.3 Yesus memperhatikan perubahan wajah pendengar-pendengar-Nya. Wajah yang menyatakan perhatian dan kesukaan, memberikan pada-Nya suatu kepuasan hati yang besar. Bilamana anak panah kebenaran menembusi jiwa, memecahkan segala rintangan cinta diri, dan mengadakan pe-nyesalan, dan akhirnya perasaan syukur, Juruselamat digembirakan hati-Nya. Apabila mata-Nya memandang seluruh pendengar-Nya, dan Ia me-ngenal wajah yang pernah dilihat-Nya dulu, wajah-Nya pun bersinar kegirangan. Ia melihat bahwa di antara mereka terdapatlah rakyat yang diharapkan bagi kerajaa^-Nya. Apabila kebenaran dengan jelas diutarakan dan menyentuh beberapa ilah yang dipelihara dalam hati, Ia memper-hatikan perubahan wajah, rupa dan sikap yang dingin, yang menyatakan bahwa terang itu tidak mendapat sambutan. Apabila Ia melihat orang banyak menolak pekabaran damai itu, sakitlah hati-Nya.
KSZ1 265.1 Di dalam rumah ibadah Yesus menjelaskan mengenai kerajaan yang hendak dibangun-Nya, dan mengenai tugasnya untuk membebaskan segala tawanan Setan. Ia telah diganggu oleh suatu teriakan yang mengerikan. Seorang yang dirasuk Setan telah keluar dari orang banyak itu sambil berseru, katanya: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
KSZ1 265.2 Hadirin menjadi kacau dan takut. Perhatian orang banyak beralih dari Kristus serta perkataan-Nya tidak diperhatikan lagi. Inilah maksud Setan membawa mangsanya ke dalam rumah ibadah. Tetapi Yesus menghardik orang yang dirasuk ini, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya! Dan Setan itu pun menghepaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak mengikutinya.”
KSZ1 265.3 Pikiran orang yang malang ini telah digelapkan oleh Setan, tetapi di hadapan Juruselamat suatu pancaran cahaya telah menembusi kegelapan. Ia dibangunkan untuk merindukan kebebasan dari genggaman Setan; tetapi Setan menolak kuasa Kristus. Apabila orang yang dirasuk ini tergerak hatinya untuk meminta pertolongan kepada Yesus, roh jahat telah menaruh perkataan di dalam mulutnya dan berteriak dengan perasaan takut. Orang yang dirasuk ini mengerti sedikit saja bahwa ia berada di hadapan Seorang yang dapat membebaskan dia: tetapi bila ia berusaha untuk mencapai tangan yang berkuasa itu, ada yang menahan dia. ada perkataan yang lain keluar melalui bibirnya. Pergumulan di antara kuasa Setan dan kerinduannya sendiri untuk kebebasan sangatlah hebat.
KSZ1 265.4 Ia yang telah mengalahkan Setan di padang belantara sekali lagi berhadapan muka dengan muka dengan musuh-Nya. Setan mengeluarkan seluruh kuasanya untuk mempertahankan mangsanya. Kalah tempat ini, berarti akan memberikan suatu kemenangan kepada Yesus. Nampaknya orang yang tersiksa ini akan kehilangan nyawanya dalam pergumulan melawan musuhnya yang telah merusak hidupnya di masa dewasa. Tetapi Juruselamat berkata dengan kuasa dan telah membebas-kan orang ini. Orang yang dulu dirasuk Setan itu, kini berdiri di hadapan orang banyak dengan perasaan gembira karena bebas dari jajahan Iblis. Hingga Setan pun bersaksi akan kuasa Ilahi Juruselamat.
KSZ1 266.1 Orang ini memuji Allah karena kelepasannya. Matanya yang tadinya kejam kini menyinarkan cahaya kecerdasan yang baru, dan meneteskan air mata syukur. Orang banyak terpaku keheranan. Apabila mereka dapat berbicara , mereka telah berkata satu sama lain. Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Markus 1:27 .
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
8 Desember 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Halaman 264-266 | Pasal 26, Paragraf 13-18 | KSZ1 264.3-KSZ1 266.1
Ayat Inti:
Markus 1:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-23-hari-3-2026-12-08
Teks Lengkap:
Yesus memperhatikan perubahan wajah pendengar-pendengar-Nya. Wajah yang menyatakan perhatian dan kesukaan, memberikan pada-Nya suatu kepuasan hati yang besar. Bilamana anak panah kebenaran menembusi jiwa, memecahkan segala rintangan cinta diri, dan mengadakan pe-nyesalan, dan akhirnya perasaan syukur, Juruselamat digembirakan hati-Nya. Apabila mata-Nya memandang seluruh pendengar-Nya, dan Ia me-ngenal wajah yang pernah dilihat-Nya dulu, wajah-Nya pun bersinar kegirangan. Ia melihat bahwa di antara mereka terdapatlah rakyat yang diharapkan bagi kerajaa^-Nya. Apabila kebenaran dengan jelas diutarakan dan menyentuh beberapa ilah yang dipelihara dalam hati, Ia memper-hatikan perubahan wajah, rupa dan sikap yang dingin, yang menyatakan bahwa terang itu tidak mendapat sambutan. Apabila Ia melihat orang banyak menolak pekabaran damai itu, sakitlah hati-Nya. [KSZ1 264.3]
Di dalam rumah ibadah Yesus menjelaskan mengenai kerajaan yang hendak dibangun-Nya, dan mengenai tugasnya untuk membebaskan segala tawanan Setan. Ia telah diganggu oleh suatu teriakan yang mengerikan. Seorang yang dirasuk Setan telah keluar dari orang banyak itu sambil berseru, katanya: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” [KSZ1 265.1]
Hadirin menjadi kacau dan takut. Perhatian orang banyak beralih dari Kristus serta perkataan-Nya tidak diperhatikan lagi. Inilah maksud Setan membawa mangsanya ke dalam rumah ibadah. Tetapi Yesus menghardik orang yang dirasuk ini, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya! Dan Setan itu pun menghepaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak mengikutinya.” [KSZ1 265.2]
Pikiran orang yang malang ini telah digelapkan oleh Setan, tetapi di hadapan Juruselamat suatu pancaran cahaya telah menembusi kegelapan. Ia dibangunkan untuk merindukan kebebasan dari genggaman Setan; tetapi Setan menolak kuasa Kristus. Apabila orang yang dirasuk ini tergerak hatinya untuk meminta pertolongan kepada Yesus, roh jahat telah menaruh perkataan di dalam mulutnya dan berteriak dengan perasaan takut. Orang yang dirasuk ini mengerti sedikit saja bahwa ia berada di hadapan Seorang yang dapat membebaskan dia: tetapi bila ia berusaha untuk mencapai tangan yang berkuasa itu, ada yang menahan dia. ada perkataan yang lain keluar melalui bibirnya. Pergumulan di antara kuasa Setan dan kerinduannya sendiri untuk kebebasan sangatlah hebat. [KSZ1 265.3]
Ia yang telah mengalahkan Setan di padang belantara sekali lagi berhadapan muka dengan muka dengan musuh-Nya. Setan mengeluarkan seluruh kuasanya untuk mempertahankan mangsanya. Kalah tempat ini, berarti akan memberikan suatu kemenangan kepada Yesus. Nampaknya orang yang tersiksa ini akan kehilangan nyawanya dalam pergumulan melawan musuhnya yang telah merusak hidupnya di masa dewasa. Tetapi Juruselamat berkata dengan kuasa dan telah membebas-kan orang ini. Orang yang dulu dirasuk Setan itu, kini berdiri di hadapan orang banyak dengan perasaan gembira karena bebas dari jajahan Iblis. Hingga Setan pun bersaksi akan kuasa Ilahi Juruselamat. [KSZ1 265.4]
Orang ini memuji Allah karena kelepasannya. Matanya yang tadinya kejam kini menyinarkan cahaya kecerdasan yang baru, dan meneteskan air mata syukur. Orang banyak terpaku keheranan. Apabila mereka dapat berbicara , mereka telah berkata satu sama lain. Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Markus 1:27 . [KSZ1 266.1]