16 Desember 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Halaman 279-280 | Pasal 27, Paragraf 19-23 | KSZ1 279.3-KSZ1 280.3
Ayat Inti
Matius 8:2-3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 279.3 Di dalam penyembuhan seorang yang berpenyakit lumpuh di Kapernaum sekali lagi Kristus mengajarkan kebenaran yang sama. Adalah untuk menyatakan kuasa-Nya dalam mengampuni dosa-dosa sehingga mukjizat itu dilakukan. Dan pehyembuhan akan orang yang berpenyakit lumpuh ini juga menjelaskan kebenaran indah yang lain. Hal ini penuh dengan pengharapan dan kekuatan, dan hubungannya dengan penipuan orang-orang Farisi, juga mengandung suatu pelajaran berupa amaran.
KSZ1 279.4 Sebagaimana orang kusta, maka orang lumpuh ini telah hilang segala pengharapannya, untuk kesembuhan. Penyakitnya adalah akibat suatu hidup yang berdosa, dan penderitaannya diperhebat dengan rasa penye-salan. Telah lama ia memohon pada orang Farisi dan dokter-dokter, dan menunggu kelepasan dari penderitaan pikiran dan penyakit tubuhnya. Tetapi hanya secara dingin mereka menyatakan bahwa ia tidak dapat lagi disembuhkan dan meninggalkan dia dalam murka Allah. Orang Farisi menganggap bahwa segala kesukaran hidup itu adalah karena Allah tidak senang dan itu sebabnya mereka menjauhkan diri dari orang yang ber-penyakit dan yang berkekurangan. Tetapi sering orang yang merasa diri mereka itu tinggi dan suci adalah lebih bersalah daripada orang sakit yang mereka persalahkan itu.
KSZ1 280.1 Orang lumpuh ini telah kecewa dan merasa bahwa ia tidak akan men-dapat pertolongan dari siapa pun. Lalu ia mendengar akan keajaiban pe-kerjaan Yesus. Ia mendengar orang berkata bahwa ada orang yang berdosa dan tidak berdaya sebagaimana dia juga telah disembuhkan hingga orang yang berpenyakit kusta pun telah sehat . Dan sahabat-sahabatnya yang membawa berita ini menguatkan hatinya, dengan mengatakan bahwa jika ia dibawa kepada Yesus dia juga akan dapat disembuhkan. Tetapi harapannya jatuh bila ia teringat bagaimana penyakitnya telah menimpa kepadanya. Ia takut kalau-kalau Tabib sejati itu tidak mau membiarkan dia dalam hadirat-Nya.
KSZ1 280.2 Tetapi kerinduannya yang terbesar itu ialah bukannya kesembuhan tu-buh saja tetapi juga kelepasan dari beban dosa. Jika ia dapat melihat Yesus, dan menerima jaminan keampunan serta mendapat kedamaian dengan surga, ia telah puas walaupun hidup atau mati, dalam menurut akan kehendak Allah. Tangisan orang yang akan mati ini adalah agar dia dapat datang dan menghampiri hadirat-Nya. Ia tidak mau membuangbuang waktu; dagingnya makin menjadi busuk. Ia memohon pada sahabat-sahabatnya untuk membawa dia di atas tempat tidumya kepada Yesus, dan permohonannya itu mereka kabulkan dengan kerelaan hati. Tetapi oleh karena begitu padat orang banyak telah berkumpul di sekeliling rumah di mana Juruselamat sedang berada, maka agak sulitlah bagi orang sakit ini bersama teman-temannya untuk mendapatkan Dia, atau mendengar suara-Nya.
KSZ1 280.3 Yesus sedang mengajar di rumah Petrus. Menurut kebiasaan mereka, murid-murid-Nya duduk mengelilingi Dia, “ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem.” Orang-orang ini telah datang sebagai mata-mata untuk mencari tuduhan melawan Yesus. Selain dari hadirin yang terhormat ini ada pula orang-orang lain yang hadir, yaitu dari berbagai-bagai bangsa, yang rindu melihat Dia. yang beribadah, yang hanya ingin mengetahui dan termasuk orang-orang tidak percaya. Berbagai-bagai bangsa dan segala lapisan masyarakat diwakili, “kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan.” Roh kehidupan ada di antara orang banyak, tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tidak melihat akan kehadiran-Nya. Mereka tidak merasa perlu dan kesembuhan itu bukanlah untuk mereka. “Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa.” Lukas 1: 53.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
16 Desember 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Halaman 279-280 | Pasal 27, Paragraf 19-23 | KSZ1 279.3-KSZ1 280.3
Ayat Inti:
Matius 8:2-3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-24-hari-4-2026-12-16
Teks Lengkap:
Di dalam penyembuhan seorang yang berpenyakit lumpuh di Kapernaum sekali lagi Kristus mengajarkan kebenaran yang sama. Adalah untuk menyatakan kuasa-Nya dalam mengampuni dosa-dosa sehingga mukjizat itu dilakukan. Dan pehyembuhan akan orang yang berpenyakit lumpuh ini juga menjelaskan kebenaran indah yang lain. Hal ini penuh dengan pengharapan dan kekuatan, dan hubungannya dengan penipuan orang-orang Farisi, juga mengandung suatu pelajaran berupa amaran. [KSZ1 279.3]
Sebagaimana orang kusta, maka orang lumpuh ini telah hilang segala pengharapannya, untuk kesembuhan. Penyakitnya adalah akibat suatu hidup yang berdosa, dan penderitaannya diperhebat dengan rasa penye-salan. Telah lama ia memohon pada orang Farisi dan dokter-dokter, dan menunggu kelepasan dari penderitaan pikiran dan penyakit tubuhnya. Tetapi hanya secara dingin mereka menyatakan bahwa ia tidak dapat lagi disembuhkan dan meninggalkan dia dalam murka Allah. Orang Farisi menganggap bahwa segala kesukaran hidup itu adalah karena Allah tidak senang dan itu sebabnya mereka menjauhkan diri dari orang yang ber-penyakit dan yang berkekurangan. Tetapi sering orang yang merasa diri mereka itu tinggi dan suci adalah lebih bersalah daripada orang sakit yang mereka persalahkan itu. [KSZ1 279.4]
Orang lumpuh ini telah kecewa dan merasa bahwa ia tidak akan men-dapat pertolongan dari siapa pun. Lalu ia mendengar akan keajaiban pe-kerjaan Yesus. Ia mendengar orang berkata bahwa ada orang yang berdosa dan tidak berdaya sebagaimana dia juga telah disembuhkan hingga orang yang berpenyakit kusta pun telah sehat . Dan sahabat-sahabatnya yang membawa berita ini menguatkan hatinya, dengan mengatakan bahwa jika ia dibawa kepada Yesus dia juga akan dapat disembuhkan. Tetapi harapannya jatuh bila ia teringat bagaimana penyakitnya telah menimpa kepadanya. Ia takut kalau-kalau Tabib sejati itu tidak mau membiarkan dia dalam hadirat-Nya. [KSZ1 280.1]
Tetapi kerinduannya yang terbesar itu ialah bukannya kesembuhan tu-buh saja tetapi juga kelepasan dari beban dosa. Jika ia dapat melihat Yesus, dan menerima jaminan keampunan serta mendapat kedamaian dengan surga, ia telah puas walaupun hidup atau mati, dalam menurut akan kehendak Allah. Tangisan orang yang akan mati ini adalah agar dia dapat datang dan menghampiri hadirat-Nya. Ia tidak mau membuangbuang waktu; dagingnya makin menjadi busuk. Ia memohon pada sahabat-sahabatnya untuk membawa dia di atas tempat tidumya kepada Yesus, dan permohonannya itu mereka kabulkan dengan kerelaan hati. Tetapi oleh karena begitu padat orang banyak telah berkumpul di sekeliling rumah di mana Juruselamat sedang berada, maka agak sulitlah bagi orang sakit ini bersama teman-temannya untuk mendapatkan Dia, atau mendengar suara-Nya. [KSZ1 280.2]
Yesus sedang mengajar di rumah Petrus. Menurut kebiasaan mereka, murid-murid-Nya duduk mengelilingi Dia, “ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem.” Orang-orang ini telah datang sebagai mata-mata untuk mencari tuduhan melawan Yesus. Selain dari hadirin yang terhormat ini ada pula orang-orang lain yang hadir, yaitu dari berbagai-bagai bangsa, yang rindu melihat Dia. yang beribadah, yang hanya ingin mengetahui dan termasuk orang-orang tidak percaya. Berbagai-bagai bangsa dan segala lapisan masyarakat diwakili, “kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan.” Roh kehidupan ada di antara orang banyak, tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tidak melihat akan kehadiran-Nya. Mereka tidak merasa perlu dan kesembuhan itu bukanlah untuk mereka. “Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa.” Lukas 1: 53. [KSZ1 280.3]