Hari 4: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
23 Desember 2026 · Hari 4

Hari 4: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Halaman 290-291 | Pasal 28, Paragraf 19-24 | KSZ1 290.3-KSZ1 291.5

Ayat Inti

Matius 9:9

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 290.3 Orang-orang Farisi tidak mau memikirkan bahwa Yesus duduk makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa ini untuk membawa terang surga kepada mereka yang sedang berada dalam kegelapan. Mereka tidak melihat bahwa tiap-tiap perkataan yang terbit dari bibir Guru Besar ini adalah sebagai suatu benih yang hidup yang akan bertumbuh dan menge-luarkan buah-buah bagi kemuliaan Allah. Mereka telah bertekad untuk tidak menerima terang itu; dan walaupun mereka telah menentang peker-jaan Yohanes Pembaptis, mereka kini sedia untuk mengadakan persa-habatan dengan murid-muridnya sambil mengharap dapat bekerja sama dengan mereka itu untuk menentang Yesus. Mereka mengatakan bahwa Yesus telah meniadakan tradisi-tradisi dahulu kala; dan mereka mem-bandingkan kesucian dan kesetiaan Yohanes Pembaptis dengan sikap Yesus di dalam turut bersama dalam pesta pemungut cukai dan orang berdosa.

KSZ1 291.1 Murid-murid Yohanes saat itu sedang berada dalam dukacita yang besar. Saat itu ialah sebelum kunjungan mereka kepada Yesus dengan menyampaikan berita mengenai Yohanes. Guru mereka yang sangat di-kasihi kini meringkuk di dalam penjara dan mereka sangat bersusah hati dengan hal ini. Dan Yesus pun tidak berusaha untuk melepaskan Yo-hanes, dan juga seakan-akan merendahkan pengajarannya. Jikalau Yo-hanes telah diutus oleh Allah, mengapakah Yesus dan murid-murid-Nya memberikan pelajaran yang sangat berbeda?

KSZ1 291.2 Murid-murid Yohanes tidak mempunyai pengertian yang jelas me-ngenai pekerjaan Kristus; mereka merasa bahwa ada alasan untuk tuduh-an orang Farisi. Mereka mengikuti banyak peraturan yang dikeluarkan oleh para rabi dan juga mengharap dibenarkan oleh perbuatan Taurat. Berpuasa dijalankan oleh orang Yahudi sebagai suatu perbuatan keba-jikan dan orang yang benar-benar beragama berpuasa dua hari dalam se-tiap minggu. Orang-orang Farisi serta murid-murid Yohanes sedang ber-puasa bila mereka datang pada Yesus dengan pertanyaan, “Mengapa ka-mi dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

KSZ1 291.3 Dengan sangat lemah lembut Yesus menjawab mereka itu. Ia tidak mencoba mengoreksi pengertian mereka yang salah tentang berpuasa, tetapi Ia hanya menjelaskan pada mereka itu mengenai pekerjaan-Nya sendiri.

KSZ1 291.4 Dan Ia mengemukakan hal ini dengan gambaran yang sama yang telah digunakan oleh Yohanes sendiri dalam kesaksiannya dari hal Yesus. Yohanes telah berkata, “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.” Yohanes 3:29. Murid-murid Yohanes tidak dapat melupakan perkataan guru mereka, dan sementara mengemukakan ilustrasi ini, Yesus berkata: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?”

KSZ1 291.5 Putra surga sedang berada di antara umat-Nya. Anugerah Allah yang terbesar telah diberikan kepada dunia. Kesukaan kepada orang miskin; karena Kristus telah datang untuk menjadikan mereka ahli waris kerajaan-Nya. Kesukaan kepada orang kaya; karena Ia akan mengajar mereka itu bagaimana mendapat kekayaan yang kekal. Kesukaan kepada yang kurang pintar; karena Ia akan menjadikan mereka bijaksana kepada ke-selamatan. Kesukaan kepada yang terpelajar; karena Ia akan membuka pada mereka rahasia yang lebih dalam daripada yang mereka pernah selami; kebenaran yang telah tersembunyi sejak bumi ini dialaskan akan dibuka kepada manusia oleh pekerjaan Juruselamat.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

23 Desember 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 290-291 | Pasal 28, Paragraf 19-24 | KSZ1 290.3-KSZ1 291.5

Ayat Inti:
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-25-hari-4-2026-12-23

Teks Lengkap:

Orang-orang Farisi tidak mau memikirkan bahwa Yesus duduk makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa ini untuk membawa terang surga kepada mereka yang sedang berada dalam kegelapan. Mereka tidak melihat bahwa tiap-tiap perkataan yang terbit dari bibir Guru Besar ini adalah sebagai suatu benih yang hidup yang akan bertumbuh dan menge-luarkan buah-buah bagi kemuliaan Allah. Mereka telah bertekad untuk tidak menerima terang itu; dan walaupun mereka telah menentang peker-jaan Yohanes Pembaptis, mereka kini sedia untuk mengadakan persa-habatan dengan murid-muridnya sambil mengharap dapat bekerja sama dengan mereka itu untuk menentang Yesus. Mereka mengatakan bahwa Yesus telah meniadakan tradisi-tradisi dahulu kala; dan mereka mem-bandingkan kesucian dan kesetiaan Yohanes Pembaptis dengan sikap Yesus di dalam turut bersama dalam pesta pemungut cukai dan orang berdosa. [KSZ1 290.3]

Murid-murid Yohanes saat itu sedang berada dalam dukacita yang besar. Saat itu ialah sebelum kunjungan mereka kepada Yesus dengan menyampaikan berita mengenai Yohanes. Guru mereka yang sangat di-kasihi kini meringkuk di dalam penjara dan mereka sangat bersusah hati dengan hal ini. Dan Yesus pun tidak berusaha untuk melepaskan Yo-hanes, dan juga seakan-akan merendahkan pengajarannya. Jikalau Yo-hanes telah diutus oleh Allah, mengapakah Yesus dan murid-murid-Nya memberikan pelajaran yang sangat berbeda? [KSZ1 291.1]

Murid-murid Yohanes tidak mempunyai pengertian yang jelas me-ngenai pekerjaan Kristus; mereka merasa bahwa ada alasan untuk tuduh-an orang Farisi. Mereka mengikuti banyak peraturan yang dikeluarkan oleh para rabi dan juga mengharap dibenarkan oleh perbuatan Taurat. Berpuasa dijalankan oleh orang Yahudi sebagai suatu perbuatan keba-jikan dan orang yang benar-benar beragama berpuasa dua hari dalam se-tiap minggu. Orang-orang Farisi serta murid-murid Yohanes sedang ber-puasa bila mereka datang pada Yesus dengan pertanyaan, “Mengapa ka-mi dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” [KSZ1 291.2]

Dengan sangat lemah lembut Yesus menjawab mereka itu. Ia tidak mencoba mengoreksi pengertian mereka yang salah tentang berpuasa, tetapi Ia hanya menjelaskan pada mereka itu mengenai pekerjaan-Nya sendiri. [KSZ1 291.3]

Dan Ia mengemukakan hal ini dengan gambaran yang sama yang telah digunakan oleh Yohanes sendiri dalam kesaksiannya dari hal Yesus. Yohanes telah berkata, “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.” Yohanes 3:29. Murid-murid Yohanes tidak dapat melupakan perkataan guru mereka, dan sementara mengemukakan ilustrasi ini, Yesus berkata: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?” [KSZ1 291.4]

Putra surga sedang berada di antara umat-Nya. Anugerah Allah yang terbesar telah diberikan kepada dunia. Kesukaan kepada orang miskin; karena Kristus telah datang untuk menjadikan mereka ahli waris kerajaan-Nya. Kesukaan kepada orang kaya; karena Ia akan mengajar mereka itu bagaimana mendapat kekayaan yang kekal. Kesukaan kepada yang kurang pintar; karena Ia akan menjadikan mereka bijaksana kepada ke-selamatan. Kesukaan kepada yang terpelajar; karena Ia akan membuka pada mereka rahasia yang lebih dalam daripada yang mereka pernah selami; kebenaran yang telah tersembunyi sejak bumi ini dialaskan akan dibuka kepada manusia oleh pekerjaan Juruselamat. [KSZ1 291.5]