Hari 6: Pasal 28 - MATIUS — LEWI
25 Desember 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Halaman 293-295 | Pasal 28, Paragraf 30-34 | KSZ1 293.3-KSZ1 295.2

Ayat Inti

Matius 9:9

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 293.3 Melanjutkan jawab-Nya kepada murid-murid Yohanes, Yesus telah memberikan sebuah perumpamaan katanya: “Tidak seorang pun menam-balkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika de-mikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.” Pekabaran Yohanes Pembaptis tidak patut dicampur baur de-ngan tradisi dan takhayul. Suatu usaha untuk mencampurkan kemunafikan orang Farisi dengan penyerahan Yohanes, hanyalah lebih menyatakan perbedaan di antara mereka itu.

KSZ1 294.1 Atau sama pula dengan mencampurkan asas pengajaran Kristus dengan agama orang Farisi yang secara bentuk saja. Kristus tidak akan menutup keretakan yang telah dibuat oleh ajaran Yohanes. Ia akan lebih menjelaskan pemisahan di antara yang lama dan yang baru. Lebih lanjut Yesus menerangkan fakta ini katanya: “Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru di dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu. Kantong kulit yang dipergunakan untuk mengisi anggur baru, setelah beberapa waktu akan menjadi kering dan rapuh dan tidak layak lagi dipakai untuk maksud yang sama. Dalam ilustrasi yang biasa ini Yesus mengemukakan keadaan para pemimpin Yahudi. Para imam dan ahli-ahli Taurat serta para penguasa telah diikat oleh roda upacara dan tradisi. Hati mereka telah rapuh, sebagaimana kantong kulit air anggur yang telah kering itu. Selama mereka tetap merasa puas dengan suatu agama legal isme, maka mustahillah bagi mereka untuk menjadi tempat simpanan kebenaran surga yang hidup itu. Mereka merasa bahwa cukuplah dengan kebenaran mereka sendiri, dan tidak menghendaki lagi suatu bahan yang baru yang harus dimasukkan ke dalam agama mereka. Kehendak Allah yang baik bagi manusia tidak diterima oleh mereka karena sesuatu yang terpisah dari diri mereka sendiri. Mereka menghubungkan hal itu dengan kebaji-. kan mereka sendiri karena perbuatan-perbuatan baik mereka. Iman yang bekerja oleh kasih dan menyucikan jiwa tidak mendapat tempat di dalam agama orang Farisi yang hanya terdiri dari upacara-upacara dan syaratsyarat buatan manusia. Usaha untuk mempersatukan ajaran Kristus dengan agama buatan itu akan sia-sia belaka. Kebenaran Allah yang penting ini, sebagai anggur yang baru, akan memecahkan berkas tradisi bangsa Farisi yang lama serta yang sedang membusuk itu.

KSZ1 294.2 Orang Farisi merasa diri mereka terlalu pandai sehingga mereka tidak lagi memerlukan petunjuk; merasa diri mereka terlalu benar sehingga tidak lagi memerlukan keselamatan: merasa diri mereka terlalu tinggi sehingga tak lagi memerlukan penghormatan yang berasal dari Kristus. Juruselamat berbalik dari mereka dan mencari orang lain yang akan menerima pekabaran dari surga. Dalam diri nelayan yang tidak terdidik ini, dalam diri pemungut cukai yang bekerja di pasar-pasar, dalam diri perempuan Samaria, dalam diri orang banyak yang suka mendengar Dia dengan suka hati inilah Ia mendapat kantong untuk anggur yang baru itu. Perkakas yang akan dipergunakan di dalam pekeriaan Injil ini adalah jiwa-jiwa yang dengan gembira menerima terang yang diberikan Allah kepada mereka itu. Mereka inilah yang menjadi alat-alat-Nya untuk memberikan pengetahuan dari hal kebenaran kepada seluruh isi dunia. Jika oleh anugerah Kristus umat-Nya akan menjadi kantong yang baru, Ia akan mengisi mereka itu dengan anggur yang baru pula.

KSZ1 295.1 Ajaran Kristus, walaupun itu diumpamakan dengan air anggur yang baru, bukanlah berarti bahwa itu adalah suatu doktrin yang baru pula tetapi sebaliknya adalah suatu kenyataan tentang apa yang telah diajarkan sejak permulaan dunia. Tetapi kepada orang Farisi kebenaran Allah itu telah hilang artinya yang asli serta keindahannya. Bagi mereka itu ajaran Kristus adalah sangat baru hampir dalam segala segi, dan hal itu tidak dikenal serta tidak diketahui.

KSZ1 295.2 Yesus menunjukkan kuasa pengajaran palsu yang membinasakan penghargaan dan kerinduan seseorang terhadap kebenaran. “Tiada seorang pun” kata-Nya, “yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.” Segala kebenaran yang telah diberikan kepada dunia melalui para nabi dan bapa bersinar dalam suatu keindahan yang baru dalam perkataan Kristus. Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang Farisi tidak merindukan anggur yang baru itu. Sehingga walaupun kosong dari tradisi lama, adat istiadat, serta kebiasaan, dalam hati mereka tidak terdapat suatu tempat apa pun bagi pengajaran Kristus. Mereka bergantung pada syarat-syarat agama yang mati, dan berpaling dari kebenaran yang hidup dan dari kuasa Allah.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

25 Desember 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 28 - MATIUS — LEWI

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 28 - MATIUS — LEWI
Halaman 293-295 | Pasal 28, Paragraf 30-34 | KSZ1 293.3-KSZ1 295.2

Ayat Inti:
Matius 9:9
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 25 membaca Bab 28: Matius-Lewi. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-25-hari-6-2026-12-25

Teks Lengkap:

Melanjutkan jawab-Nya kepada murid-murid Yohanes, Yesus telah memberikan sebuah perumpamaan katanya: “Tidak seorang pun menam-balkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika de-mikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.” Pekabaran Yohanes Pembaptis tidak patut dicampur baur de-ngan tradisi dan takhayul. Suatu usaha untuk mencampurkan kemunafikan orang Farisi dengan penyerahan Yohanes, hanyalah lebih menyatakan perbedaan di antara mereka itu. [KSZ1 293.3]

Atau sama pula dengan mencampurkan asas pengajaran Kristus dengan agama orang Farisi yang secara bentuk saja. Kristus tidak akan menutup keretakan yang telah dibuat oleh ajaran Yohanes. Ia akan lebih menjelaskan pemisahan di antara yang lama dan yang baru. Lebih lanjut Yesus menerangkan fakta ini katanya: “Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru di dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu. Kantong kulit yang dipergunakan untuk mengisi anggur baru, setelah beberapa waktu akan menjadi kering dan rapuh dan tidak layak lagi dipakai untuk maksud yang sama. Dalam ilustrasi yang biasa ini Yesus mengemukakan keadaan para pemimpin Yahudi. Para imam dan ahli-ahli Taurat serta para penguasa telah diikat oleh roda upacara dan tradisi. Hati mereka telah rapuh, sebagaimana kantong kulit air anggur yang telah kering itu. Selama mereka tetap merasa puas dengan suatu agama legal isme, maka mustahillah bagi mereka untuk menjadi tempat simpanan kebenaran surga yang hidup itu. Mereka merasa bahwa cukuplah dengan kebenaran mereka sendiri, dan tidak menghendaki lagi suatu bahan yang baru yang harus dimasukkan ke dalam agama mereka. Kehendak Allah yang baik bagi manusia tidak diterima oleh mereka karena sesuatu yang terpisah dari diri mereka sendiri. Mereka menghubungkan hal itu dengan kebaji-. kan mereka sendiri karena perbuatan-perbuatan baik mereka. Iman yang bekerja oleh kasih dan menyucikan jiwa tidak mendapat tempat di dalam agama orang Farisi yang hanya terdiri dari upacara-upacara dan syaratsyarat buatan manusia. Usaha untuk mempersatukan ajaran Kristus dengan agama buatan itu akan sia-sia belaka. Kebenaran Allah yang penting ini, sebagai anggur yang baru, akan memecahkan berkas tradisi bangsa Farisi yang lama serta yang sedang membusuk itu. [KSZ1 294.1]

Orang Farisi merasa diri mereka terlalu pandai sehingga mereka tidak lagi memerlukan petunjuk; merasa diri mereka terlalu benar sehingga tidak lagi memerlukan keselamatan: merasa diri mereka terlalu tinggi sehingga tak lagi memerlukan penghormatan yang berasal dari Kristus. Juruselamat berbalik dari mereka dan mencari orang lain yang akan menerima pekabaran dari surga. Dalam diri nelayan yang tidak terdidik ini, dalam diri pemungut cukai yang bekerja di pasar-pasar, dalam diri perempuan Samaria, dalam diri orang banyak yang suka mendengar Dia dengan suka hati inilah Ia mendapat kantong untuk anggur yang baru itu. Perkakas yang akan dipergunakan di dalam pekeriaan Injil ini adalah jiwa-jiwa yang dengan gembira menerima terang yang diberikan Allah kepada mereka itu. Mereka inilah yang menjadi alat-alat-Nya untuk memberikan pengetahuan dari hal kebenaran kepada seluruh isi dunia. Jika oleh anugerah Kristus umat-Nya akan menjadi kantong yang baru, Ia akan mengisi mereka itu dengan anggur yang baru pula. [KSZ1 294.2]

Ajaran Kristus, walaupun itu diumpamakan dengan air anggur yang baru, bukanlah berarti bahwa itu adalah suatu doktrin yang baru pula tetapi sebaliknya adalah suatu kenyataan tentang apa yang telah diajarkan sejak permulaan dunia. Tetapi kepada orang Farisi kebenaran Allah itu telah hilang artinya yang asli serta keindahannya. Bagi mereka itu ajaran Kristus adalah sangat baru hampir dalam segala segi, dan hal itu tidak dikenal serta tidak diketahui. [KSZ1 295.1]

Yesus menunjukkan kuasa pengajaran palsu yang membinasakan penghargaan dan kerinduan seseorang terhadap kebenaran. “Tiada seorang pun” kata-Nya, “yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.” Segala kebenaran yang telah diberikan kepada dunia melalui para nabi dan bapa bersinar dalam suatu keindahan yang baru dalam perkataan Kristus. Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang Farisi tidak merindukan anggur yang baru itu. Sehingga walaupun kosong dari tradisi lama, adat istiadat, serta kebiasaan, dalam hati mereka tidak terdapat suatu tempat apa pun bagi pengajaran Kristus. Mereka bergantung pada syarat-syarat agama yang mati, dan berpaling dari kebenaran yang hidup dan dari kuasa Allah. [KSZ1 295.2]