Hari 5: Pasal 29 - HARI SABAT
31 Desember 2026 · Hari 5

Hari 5: Pasal 29 - HARI SABAT

Halaman 303-304 | Pasal 29, Paragraf 17-20 | KSZ1 303.2-KSZ1 304.1

Ayat Inti

Markus 2:27

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 26 membaca Bab 29: Hari Sabat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 303.2 Yesus tidak membiarkan hal itu berlalu dengan memberikan teguran kepada musuh-musuh-Nya. Ia mengatakan bahwa di dalam kebutaan itu mereka telah salah dalam tujuan Sabat. Ia berkata: “Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak ber-salah.” Matius 12:7. Adat mereka itu tidak akan mencukupkan apa yang kurang dari semua kejujuran dan kasih yang lemah lembut yang menan-dai penyembah Allah yang benar.

KSZ1 303.3 Kristus mengulangi kebenaran bahwa korban-korban mereka itu tidak berfaedah. Semua itu adalah sarana dan bukan tujuannya. Tujuannya adalah untuk memimpin manusia kepada Juruselamat, dan dengan demikian menyesuaikan mereka dengan Allah. Adalah pelayanan oleh kasih yang dinilai oleh Allah. Jika perkara ini tidak ada, maka rentetan acara-acara itu adalah penghinaan kepada Allah. Demikian pun dengan hari Sabat. Itu telah direncanakan untuk membawa manusia ke dalam persekutuan dengan Allah; tetapi apabila pikiran dikuasai dengan upacara-upacara yang membosankan, tujuan Sabat sudah dirintangi. Jika hanya pemeliharaan secara lahir saja, itu adalah penghinaan.

KSZ1 303.4 Pada suatu Sabat yang lain, sementara Yesus masuk ke dalam Bait Suci, Ia melihat seorang yang mati sebelah tangannya, orang-orang Farisi mengamat-amati Dia. ingin melihat apa yang akan Ia perbuat. Juruselamat mengetahui benar bahwa dalam menyembuhkan pada hari Sabat la akan dituduh sebagai seorang pelanggar, tetapi Ia tidak ragu-ragu merubuhkan tuntutan adat istiadat yang merintangi Sabat. Yesus mengundang orang yang sengsara itu berdiri dan kemudian bertanya. Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Ada peribahasa di antara orang Yahudi bahwa kegagalan berbuat baik, jika seorang mempunyai kesempatan, adalah berbuat yang jahat; melalaikan untuk menyelamatkan hidup adalah membunuh. Jadi Yesus membantah rabi-rabi atas alasan mereka itu: “Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: ‘Ulurkanlah tanganmu!1 Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Markus 3:4, 5.

KSZ1 304.1 Bila ditanyakan, “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Yesus menjawab: “Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lubang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga daripada domba? Karena itu boleh, berbuat baik pada hari Sabat.” Matius 12:10-12.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

31 Desember 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 29 - HARI SABAT

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 29 - HARI SABAT
Halaman 303-304 | Pasal 29, Paragraf 17-20 | KSZ1 303.2-KSZ1 304.1

Ayat Inti:
Markus 2:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 26 membaca Bab 29: Hari Sabat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-26-hari-5-2026-12-31

Teks Lengkap:

Yesus tidak membiarkan hal itu berlalu dengan memberikan teguran kepada musuh-musuh-Nya. Ia mengatakan bahwa di dalam kebutaan itu mereka telah salah dalam tujuan Sabat. Ia berkata: “Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak ber-salah.” Matius 12:7. Adat mereka itu tidak akan mencukupkan apa yang kurang dari semua kejujuran dan kasih yang lemah lembut yang menan-dai penyembah Allah yang benar. [KSZ1 303.2]

Kristus mengulangi kebenaran bahwa korban-korban mereka itu tidak berfaedah. Semua itu adalah sarana dan bukan tujuannya. Tujuannya adalah untuk memimpin manusia kepada Juruselamat, dan dengan demikian menyesuaikan mereka dengan Allah. Adalah pelayanan oleh kasih yang dinilai oleh Allah. Jika perkara ini tidak ada, maka rentetan acara-acara itu adalah penghinaan kepada Allah. Demikian pun dengan hari Sabat. Itu telah direncanakan untuk membawa manusia ke dalam persekutuan dengan Allah; tetapi apabila pikiran dikuasai dengan upacara-upacara yang membosankan, tujuan Sabat sudah dirintangi. Jika hanya pemeliharaan secara lahir saja, itu adalah penghinaan. [KSZ1 303.3]

Pada suatu Sabat yang lain, sementara Yesus masuk ke dalam Bait Suci, Ia melihat seorang yang mati sebelah tangannya, orang-orang Farisi mengamat-amati Dia. ingin melihat apa yang akan Ia perbuat. Juruselamat mengetahui benar bahwa dalam menyembuhkan pada hari Sabat la akan dituduh sebagai seorang pelanggar, tetapi Ia tidak ragu-ragu merubuhkan tuntutan adat istiadat yang merintangi Sabat. Yesus mengundang orang yang sengsara itu berdiri dan kemudian bertanya. Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Ada peribahasa di antara orang Yahudi bahwa kegagalan berbuat baik, jika seorang mempunyai kesempatan, adalah berbuat yang jahat; melalaikan untuk menyelamatkan hidup adalah membunuh. Jadi Yesus membantah rabi-rabi atas alasan mereka itu: “Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: ‘Ulurkanlah tanganmu!1 Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Markus 3:4, 5. [KSZ1 303.4]

Bila ditanyakan, “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Yesus menjawab: “Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lubang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga daripada domba? Karena itu boleh, berbuat baik pada hari Sabat.” Matius 12:10-12. [KSZ1 304.1]