6 Januari 2027 · Hari 4
Hari 4: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Halaman 312-313 | Pasal 30, Paragraf 14-17 | KSZ1 312.4-KSZ1 313.3
Ayat Inti
Markus 3:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 312.4 Sekalipun demikian bila Yudas menggabungkan diri dengan muridmurid itu, ia tidak dapat melihat tabiat Yesus yang indah itu. Ia merasa pengaruh kuasa Ilahi yang sedang menarik jiwa-jiwa kepada Juruselamat. Ia yang datang bukan untuk mematahkan gelagah yang lemah dan memadamkan sumbu lilin yang bernyala kecil tidak akan menekan jiwa yang hanya memiliki satu keinginan menuju kepada terang itu. Juruselamat membaca hati Yudas; Ia tahu betapa dalamnya kejahatan yang jika tidak dilepaskan oleh kemurahan Allah, Yudas akan tenggelam. Dalam menghubungkan orang ini kepada diri-Nya sendiri, Ia menempatkannya di mana ia boleh berhubungan dengan kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Jika ia mau membuka hati kepada Kristus, kemurahan Ilahi akan membuangkan hati yang mementingkan diri sendiri, dan Yudas akan menjadi warga kerajaan Allah.
KSZ1 313.1 Allah menerima manusia sebagaimana adanya, dengan segala sifat kemanusiaannya, dan mendidik mereka untuk pekerjaan-Nya, jikalau mereka mau patuh dan belajar dari pada-Nya. Mereka tidak dipilih sebab mereka sempurna, tetapi sekalipun mereka tidak sempurna, melalui pe-ngetahuan dan perbuatan kebenaran, melalui kemurahan Kristus, mereka itu boleh diubahkan kepada peta-Nya.
KSZ1 313.2 Yudas mempunyai kesempatan seperti murid-murid yang lain. Ia mendengarkan pelajaran yang sama. Akan tetapi praktik kebenaran yang dituntut oleh Yesus adalah berbeda dengan kehendak dan tujuan Yudas, dan ia tidak menyerahkan pikirannya agar dapat menerima akal budi dari surga.
KSZ1 313.3 Juruselamat menunjukkan kelemahlembutan-Nya, walaupun ia mengkhianati-Nya. Di dalam pengajaran-Nya, Kristus merenungkan prinsip yang baik yang menegur akar ketamakannya. Ia memperlihatkan kepada Yudas keburukan tabiat yang loba, dan acapkali murid itu sadar bahwa tabiatnya telah dilukiskan, dan dosanya ditunjukkan; tetapi ia tidak mau mengaku dan meninggalkan kejahatannya. Ia seorang yang membesarkan dirinya saja, dan gantinya melawan pencobaan, ia selalu meneruskan penipuannya. Kristus ada di hadapannya, sebagai teladan yang hidup yang harus ia tiru jika ia mengambil manfaat dari meditasi dan pelayan Ilahi.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
6 Januari 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Halaman 312-313 | Pasal 30, Paragraf 14-17 | KSZ1 312.4-KSZ1 313.3
Ayat Inti:
Markus 3:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-27-hari-4-2027-01-06
Teks Lengkap:
Sekalipun demikian bila Yudas menggabungkan diri dengan muridmurid itu, ia tidak dapat melihat tabiat Yesus yang indah itu. Ia merasa pengaruh kuasa Ilahi yang sedang menarik jiwa-jiwa kepada Juruselamat. Ia yang datang bukan untuk mematahkan gelagah yang lemah dan memadamkan sumbu lilin yang bernyala kecil tidak akan menekan jiwa yang hanya memiliki satu keinginan menuju kepada terang itu. Juruselamat membaca hati Yudas; Ia tahu betapa dalamnya kejahatan yang jika tidak dilepaskan oleh kemurahan Allah, Yudas akan tenggelam. Dalam menghubungkan orang ini kepada diri-Nya sendiri, Ia menempatkannya di mana ia boleh berhubungan dengan kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Jika ia mau membuka hati kepada Kristus, kemurahan Ilahi akan membuangkan hati yang mementingkan diri sendiri, dan Yudas akan menjadi warga kerajaan Allah. [KSZ1 312.4]
Allah menerima manusia sebagaimana adanya, dengan segala sifat kemanusiaannya, dan mendidik mereka untuk pekerjaan-Nya, jikalau mereka mau patuh dan belajar dari pada-Nya. Mereka tidak dipilih sebab mereka sempurna, tetapi sekalipun mereka tidak sempurna, melalui pe-ngetahuan dan perbuatan kebenaran, melalui kemurahan Kristus, mereka itu boleh diubahkan kepada peta-Nya. [KSZ1 313.1]
Yudas mempunyai kesempatan seperti murid-murid yang lain. Ia mendengarkan pelajaran yang sama. Akan tetapi praktik kebenaran yang dituntut oleh Yesus adalah berbeda dengan kehendak dan tujuan Yudas, dan ia tidak menyerahkan pikirannya agar dapat menerima akal budi dari surga. [KSZ1 313.2]
Juruselamat menunjukkan kelemahlembutan-Nya, walaupun ia mengkhianati-Nya. Di dalam pengajaran-Nya, Kristus merenungkan prinsip yang baik yang menegur akar ketamakannya. Ia memperlihatkan kepada Yudas keburukan tabiat yang loba, dan acapkali murid itu sadar bahwa tabiatnya telah dilukiskan, dan dosanya ditunjukkan; tetapi ia tidak mau mengaku dan meninggalkan kejahatannya. Ia seorang yang membesarkan dirinya saja, dan gantinya melawan pencobaan, ia selalu meneruskan penipuannya. Kristus ada di hadapannya, sebagai teladan yang hidup yang harus ia tiru jika ia mengambil manfaat dari meditasi dan pelayan Ilahi. [KSZ1 313.3]