Hari 7: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
16 Januari 2027 · Hari 7

Hari 7: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT

Halaman 333-335 | Pasal 31, Paragraf 52-59 | KSZ1 333.4-KSZ1 335.4

Ayat Inti

Matius 5:3

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 333.4 Peraturan dunia dan prinsip kebenaran yang tidak tergoyahkan jangan-lah dipadukan dengan yang lain, sebagaimana warna-warna dari pelangi. Di antara keduanya, garis yang lebar dan jelas ditarik oleh Allah yang kekal. Keserupaan Kristus berbeda daripada Setan, seperti siang yang te-rang berbeda dengan gelap gulita. Dan hanyalah mereka yang menghi-dupkan kehidupan Kristus yang akan bekerjasama dengan Dia. Jikalau satu dosa ditaruh dalam jiwa atau satu kebiasaan yang salah masih ada dalam kehidupan, maka seluruh tubuh itu ternoda. Manusia menjadi alat kejahatan.

KSZ1 334.1 Semua yang memilih melayani Tuhan tinggal di dalam penjagaanNya. Kristus menunjuk pada burung-burung yang terbang di udara, kepada bunga-bunga di ladang, dan meminta pendengar-pendengar mem-perhatikan benda-benda kejadian Tuhan. “Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” kata-Nya. Matius 6:26. Ukuran perhatian Ilahi yang dicurahkan kepada sesuatu benda sesuai dengan tingkatannya di dalam neraca makhluk. Burung pipit yang kecil dijaga oleh Allah. Bunga-bunga di ladang, rumput-rumput yang menutupi bumi turut dalam perhatian dan penjagaan Bapa yang di surga. Guru Besar itu memperhatikan bunga ba-kung, menjadikan mereka begitu indah sehingga mereka melebihi ke-muliaan Salomo. Betapa besar lagi penjagaan-Nya kepada manusia, yang dijadikan menurut peta dan kemuliaan Allah. Ia ingin agar anakanak-Nya menyatakan tabiat yang serupa dengan Dia di hadapan orang banyak itu. Sebagaimana sinar matahari membuat bunga-bunga itu berwama-wami, demikian juga Allah memberikan kepada jiwa keindahan tabiat-Nya.

KSZ1 334.2 Semua yang memilih kerajaan kasih, kebenaran dan damai Kristus, menjadikan perhatiannya lebih penting dari yang lain, dihubungkan de-ngan dunia yang di atas, dan tiap-tiap berkat yang diperlukan untuk kehi-dupan ini menjadi milik mereka. Di dalam buku Tuhan, masing-masing kita diberi suatu halaman. Halaman itu berisi sejarah hidup kita; sekali pun rambut kepala dihitung. Anak-anak Allah tidak pernah dilupakanNya.

KSZ1 334.3 “Janganlah kamu khawatir akan hari besok.” Mat. 6:34. Kita mengikut Kristus hari demi hari. Tuhan tidak menganugerahkan bantuan untuk be-sok. Ia tidak memberikan kepada anak-anak-Nya semua petunjuk untuk perjalanan hidup mereka sekaligus, supaya jangan mereka itu menjadi bingung. Ia mengatakan kepada mereka seberapa banyak yang dapat mereka ingat dan perbuat. Kekuatan dan akal budi yang diberikan adalah untuk keadaan darurat sekarang ini. “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat,”-untuk hari ini,--“hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” Yakobus 1:5.

KSZ1 335.1 “Janganlah kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi.” Janganlah kamu berpikir bahwa kamu lebih baik dari orang lain, dan jangan angkat dirimu sebagai hakim mereka. Sedang kamu tidak dapat melihat motif, engkau tidak sanggup menghukumkan orang lain. Di dalam mengritik dia, kamu mengundang hukuman atasmu; karena nyatalah kamu turut campur dengan Setan, penuduh saudara-saudaramu itu. Allah berkata: “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!” Inilah tugas kita. “Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.” 2 Kor. 13:5; 1 Kor. 11:31.

KSZ1 335.2 Pohon yang baik itu akan menghasilkan buah yang baik. Jikalau buah-nya tidak enak dan tidak berharga, pohon itu tidak baik. Demikian pula buah yang dihasilkan di dalam kehidupan menjadi saksi keadaan hati dan kesempurnaan tabiat. Perbuatan yang baik tidak dapat membeli kesela-matan, tetapi perbuatan itu ialah bukti iman yang bekerja oleh kasih dan yang membersihkan jiwa. Dan walaupun upah yang kekal itu tidak di-berikan sebab jasa kita, tetapi itu akan sepadan dengan pekerjaan yang telah dikerjakan melalui anugerah Kristus.

KSZ1 335.3 Jadi Kristus menyatakan asas-asas kerajaan-Nya, dan menunjukkan kepada mereka menjadi peraturan hidup yang besar, supaya pelajaran itu lebih berkesan Ia menambahkan sebuah perumpamaan. Tidaklah cukup, kataNya, bagimu hanya mendengar perkataan-Ku. Oleh penurutan eng-kau harus menjadikannya dasar tabiatmu. Diri sendiri itu adalah seperti pasir yang berpindah. Jikalau engkau mengalaskannya di atas teori dan penemuan manusia, rumahmu akan rubuh. Oleh angin pencobaan, ujian yang hebat, ia akan dihanyutkan. Tetapi dengan prinsip yang telah Aku berikan itu akan tetap berdiri. Terimalah Aku, atas firman-Ku.

KSZ1 335.4 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” Mat. 7:24, 25.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

16 Januari 2027 | Hari 7
Hari 7: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
Halaman 333-335 | Pasal 31, Paragraf 52-59 | KSZ1 333.4-KSZ1 335.4

Ayat Inti:
Matius 5:3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-28-hari-7-2027-01-16

Teks Lengkap:

Peraturan dunia dan prinsip kebenaran yang tidak tergoyahkan jangan-lah dipadukan dengan yang lain, sebagaimana warna-warna dari pelangi. Di antara keduanya, garis yang lebar dan jelas ditarik oleh Allah yang kekal. Keserupaan Kristus berbeda daripada Setan, seperti siang yang te-rang berbeda dengan gelap gulita. Dan hanyalah mereka yang menghi-dupkan kehidupan Kristus yang akan bekerjasama dengan Dia. Jikalau satu dosa ditaruh dalam jiwa atau satu kebiasaan yang salah masih ada dalam kehidupan, maka seluruh tubuh itu ternoda. Manusia menjadi alat kejahatan. [KSZ1 333.4]

Semua yang memilih melayani Tuhan tinggal di dalam penjagaanNya. Kristus menunjuk pada burung-burung yang terbang di udara, kepada bunga-bunga di ladang, dan meminta pendengar-pendengar mem-perhatikan benda-benda kejadian Tuhan. “Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” kata-Nya. Matius 6:26. Ukuran perhatian Ilahi yang dicurahkan kepada sesuatu benda sesuai dengan tingkatannya di dalam neraca makhluk. Burung pipit yang kecil dijaga oleh Allah. Bunga-bunga di ladang, rumput-rumput yang menutupi bumi turut dalam perhatian dan penjagaan Bapa yang di surga. Guru Besar itu memperhatikan bunga ba-kung, menjadikan mereka begitu indah sehingga mereka melebihi ke-muliaan Salomo. Betapa besar lagi penjagaan-Nya kepada manusia, yang dijadikan menurut peta dan kemuliaan Allah. Ia ingin agar anakanak-Nya menyatakan tabiat yang serupa dengan Dia di hadapan orang banyak itu. Sebagaimana sinar matahari membuat bunga-bunga itu berwama-wami, demikian juga Allah memberikan kepada jiwa keindahan tabiat-Nya. [KSZ1 334.1]

Semua yang memilih kerajaan kasih, kebenaran dan damai Kristus, menjadikan perhatiannya lebih penting dari yang lain, dihubungkan de-ngan dunia yang di atas, dan tiap-tiap berkat yang diperlukan untuk kehi-dupan ini menjadi milik mereka. Di dalam buku Tuhan, masing-masing kita diberi suatu halaman. Halaman itu berisi sejarah hidup kita; sekali pun rambut kepala dihitung. Anak-anak Allah tidak pernah dilupakanNya. [KSZ1 334.2]

“Janganlah kamu khawatir akan hari besok.” Mat. 6:34. Kita mengikut Kristus hari demi hari. Tuhan tidak menganugerahkan bantuan untuk be-sok. Ia tidak memberikan kepada anak-anak-Nya semua petunjuk untuk perjalanan hidup mereka sekaligus, supaya jangan mereka itu menjadi bingung. Ia mengatakan kepada mereka seberapa banyak yang dapat mereka ingat dan perbuat. Kekuatan dan akal budi yang diberikan adalah untuk keadaan darurat sekarang ini. “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat,”-untuk hari ini,--“hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” Yakobus 1:5. [KSZ1 334.3]

“Janganlah kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi.” Janganlah kamu berpikir bahwa kamu lebih baik dari orang lain, dan jangan angkat dirimu sebagai hakim mereka. Sedang kamu tidak dapat melihat motif, engkau tidak sanggup menghukumkan orang lain. Di dalam mengritik dia, kamu mengundang hukuman atasmu; karena nyatalah kamu turut campur dengan Setan, penuduh saudara-saudaramu itu. Allah berkata: “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!” Inilah tugas kita. “Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.” 2 Kor. 13:5; 1 Kor. 11:31. [KSZ1 335.1]

Pohon yang baik itu akan menghasilkan buah yang baik. Jikalau buah-nya tidak enak dan tidak berharga, pohon itu tidak baik. Demikian pula buah yang dihasilkan di dalam kehidupan menjadi saksi keadaan hati dan kesempurnaan tabiat. Perbuatan yang baik tidak dapat membeli kesela-matan, tetapi perbuatan itu ialah bukti iman yang bekerja oleh kasih dan yang membersihkan jiwa. Dan walaupun upah yang kekal itu tidak di-berikan sebab jasa kita, tetapi itu akan sepadan dengan pekerjaan yang telah dikerjakan melalui anugerah Kristus. [KSZ1 335.2]

Jadi Kristus menyatakan asas-asas kerajaan-Nya, dan menunjukkan kepada mereka menjadi peraturan hidup yang besar, supaya pelajaran itu lebih berkesan Ia menambahkan sebuah perumpamaan. Tidaklah cukup, kataNya, bagimu hanya mendengar perkataan-Ku. Oleh penurutan eng-kau harus menjadikannya dasar tabiatmu. Diri sendiri itu adalah seperti pasir yang berpindah. Jikalau engkau mengalaskannya di atas teori dan penemuan manusia, rumahmu akan rubuh. Oleh angin pencobaan, ujian yang hebat, ia akan dihanyutkan. Tetapi dengan prinsip yang telah Aku berikan itu akan tetap berdiri. Terimalah Aku, atas firman-Ku. [KSZ1 335.3]

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” Mat. 7:24, 25. [KSZ1 335.4]