18 Januari 2027 · Hari 2
Hari 2: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 337-338 | Pasal 32, Paragraf 4-6 | KSZ1 337.2-KSZ1 338.1
Ayat Inti
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 337.2 Dengan segera Yesus menuju rumah pejabat itu, tetapi oleh karena di-desak oleh orang banyak, Ia maju dengan pelahan. Kabar kedatanganNya mendahului Dia, dan perwira, di dalam kekurangpercayaan kepada dirinya sendiri, mengirim pesan kepada Yesus, “Tuan, janganlah ber-susah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.” Tetapi Juruselamat meneruskan jalan-Nya, dan akhirnya perwira meng-hampiri Dia, melengkapi beritanya, lalu berkata, “Aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawah-an, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah se-orang prajurit itu: “Pergi! maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Da-tang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Sebagaimana aku mewakili kuasa Roma dan pra-jurit-prajuritku mengetahui kuasaku yang lebih tinggi, demikian pula Engkau mewakili kuasa Allah yang tiada batasnya dan segala sesuatu yang dijadikannya menurut firman-Mu. Engkau dapat memerintahkan supaya penyakit itu enyah daripadanya, dan akan diturutnya Engkau. Engkau dapat memanggil suruhan dari surga, dan mereka akan menyem-buhkannya. Katakan sajalah, hamba sahaya akan sembuh.
KSZ1 337.3 “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikut-Nya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Dan kepada perwira itu Ia berkata: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya. Maka pada saat itu juga sem-buhlah hambanya.”
KSZ1 338.1 Tua-tua orang Yahudi yang memuji perwira itu di hadapan Kristus te-lah menunjukkan betapa jauhnya mereka dari memiliki Roh Injil. Mereka tidak menyadari bahwa keperluan kita yang besar hanyalah tuntutan kita atas kemurahan Allah. Di dalam sifat mereka yang membenarkan diri sendiri mereka memuji perwira itu sebab ia telah menunjukkan kebaik-annya kepada “bangsa kita.” Tetapi perwira itu berkata tentang dirinya sendiri: “Aku tidak layak.” Hatinya telah dijamah oleh anugerah Kristus. Ia melihat ketidaklayakannya; tetapi ia takut tidak meminta pertolongan. Ia tidak bergantung kepada kebaikannya; alasannya merupakan keper-luannya yang besar. Imannya berpegang teguh pada Kristus, di dalam tabiat-Nya yang benar itu. Ia bukannya percaya kepada-Nya hanya karena mengadakan tanda-tanda ajaib, melainkan sebagai sahabat dan Jurusela-mat umat manusia.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
18 Januari 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 337-338 | Pasal 32, Paragraf 4-6 | KSZ1 337.2-KSZ1 338.1
Ayat Inti:
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-29-hari-2-2027-01-18
Teks Lengkap:
Dengan segera Yesus menuju rumah pejabat itu, tetapi oleh karena di-desak oleh orang banyak, Ia maju dengan pelahan. Kabar kedatanganNya mendahului Dia, dan perwira, di dalam kekurangpercayaan kepada dirinya sendiri, mengirim pesan kepada Yesus, “Tuan, janganlah ber-susah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.” Tetapi Juruselamat meneruskan jalan-Nya, dan akhirnya perwira meng-hampiri Dia, melengkapi beritanya, lalu berkata, “Aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawah-an, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah se-orang prajurit itu: “Pergi! maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Da-tang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Sebagaimana aku mewakili kuasa Roma dan pra-jurit-prajuritku mengetahui kuasaku yang lebih tinggi, demikian pula Engkau mewakili kuasa Allah yang tiada batasnya dan segala sesuatu yang dijadikannya menurut firman-Mu. Engkau dapat memerintahkan supaya penyakit itu enyah daripadanya, dan akan diturutnya Engkau. Engkau dapat memanggil suruhan dari surga, dan mereka akan menyem-buhkannya. Katakan sajalah, hamba sahaya akan sembuh. [KSZ1 337.2]
“Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikut-Nya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Dan kepada perwira itu Ia berkata: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya. Maka pada saat itu juga sem-buhlah hambanya.” [KSZ1 337.3]
Tua-tua orang Yahudi yang memuji perwira itu di hadapan Kristus te-lah menunjukkan betapa jauhnya mereka dari memiliki Roh Injil. Mereka tidak menyadari bahwa keperluan kita yang besar hanyalah tuntutan kita atas kemurahan Allah. Di dalam sifat mereka yang membenarkan diri sendiri mereka memuji perwira itu sebab ia telah menunjukkan kebaik-annya kepada “bangsa kita.” Tetapi perwira itu berkata tentang dirinya sendiri: “Aku tidak layak.” Hatinya telah dijamah oleh anugerah Kristus. Ia melihat ketidaklayakannya; tetapi ia takut tidak meminta pertolongan. Ia tidak bergantung kepada kebaikannya; alasannya merupakan keper-luannya yang besar. Imannya berpegang teguh pada Kristus, di dalam tabiat-Nya yang benar itu. Ia bukannya percaya kepada-Nya hanya karena mengadakan tanda-tanda ajaib, melainkan sebagai sahabat dan Jurusela-mat umat manusia. [KSZ1 338.1]