Hari 4: Pasal 32 - SANG PERWIRA
20 Januari 2027 · Hari 4

Hari 4: Pasal 32 - SANG PERWIRA

Halaman 339-339 | Pasal 32, Paragraf 10-12 | KSZ1 339.1-KSZ1 339.3

Ayat Inti

Matius 8:10

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 339.1 Bagi Yesus inilah pekerjaan yang sungguh yakni kabar Injil diselesai-kan di antara orang kafir. Dengan gembira Ia melihat ke depan untuk me-ngumpulkan jiwa-jiwa dari segala bangsa ke dalam kerajaan-Nya. Dengan kesedihan yang mendalam Ia menggambarkan kepada orang-orang Yahudi akibat penolakan mereka akan kemurahan-Nya: “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kera-jaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke da-lam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan ker-tak gigi.” Aduh, berapa banyak yang bersedia akan kekecewaan yang hebat itu! Sedangkan jiwa-jiwa orang kafir yang di dalam kegelapan me-nerima anugerah-Nya, berapa banyak orang di negeri Kristen di mana ada terang diabaikan begitu saja.

KSZ1 339.2 Lebih dua puluh mil dari Kapernaum, di atas suatu daratan tempat da-pat menatap dengan luas keelokan Lembah Esdraelon, terdapatlah kam-pung Nain, dan kemudian Kristus menuju ke sana. Kebanyakan muridmurid-Nya dan orang-orang lain yang bersama-sama dengan Dia, dan sepanjang jalan orang banyak datang berduyun-duyun, rindu mende-ngarkan firman-Nya yang penuh kasih dan kemurahan, membawa orang sakit untuk disembuhkan-Nya, dan dengan pengharapan bahwa Ia yang berkuasa besar itu akan mengumumkan diri-Nya sendiri sebagai Raja orang Israel. Orang banyak mengikuti jalan-Nya, dan hal itu menggem-birakan sekali, rombongan yang penuh harapan itu mengikuti Dia men-daki jalan yang berbatu menuju gerbang kampung di gunung itu.

KSZ1 339.3 Ketika mereka datang lebih dekat, suatu iring-iringan penguburan tampak keluar dari pintu gerbang. Dengan langkah yang perlahan-lahan dan susah rombongan itu mendekati tempat kuburan. Pada usungan yang terbuka di depan terdapatlah jenazah orang mati itu, dikelilingi oleh orang-orang yang meratap, memenuhi udara dengan ratapan mereka. Semua penduduk kota itu berkumpul untuk menunjukkan penghormatan mereka kepada yang mati dan simpati mereka bagi yang berdukacita.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

20 Januari 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 32 - SANG PERWIRA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 339-339 | Pasal 32, Paragraf 10-12 | KSZ1 339.1-KSZ1 339.3

Ayat Inti:
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-29-hari-4-2027-01-20

Teks Lengkap:

Bagi Yesus inilah pekerjaan yang sungguh yakni kabar Injil diselesai-kan di antara orang kafir. Dengan gembira Ia melihat ke depan untuk me-ngumpulkan jiwa-jiwa dari segala bangsa ke dalam kerajaan-Nya. Dengan kesedihan yang mendalam Ia menggambarkan kepada orang-orang Yahudi akibat penolakan mereka akan kemurahan-Nya: “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kera-jaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke da-lam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan ker-tak gigi.” Aduh, berapa banyak yang bersedia akan kekecewaan yang hebat itu! Sedangkan jiwa-jiwa orang kafir yang di dalam kegelapan me-nerima anugerah-Nya, berapa banyak orang di negeri Kristen di mana ada terang diabaikan begitu saja. [KSZ1 339.1]

Lebih dua puluh mil dari Kapernaum, di atas suatu daratan tempat da-pat menatap dengan luas keelokan Lembah Esdraelon, terdapatlah kam-pung Nain, dan kemudian Kristus menuju ke sana. Kebanyakan muridmurid-Nya dan orang-orang lain yang bersama-sama dengan Dia, dan sepanjang jalan orang banyak datang berduyun-duyun, rindu mende-ngarkan firman-Nya yang penuh kasih dan kemurahan, membawa orang sakit untuk disembuhkan-Nya, dan dengan pengharapan bahwa Ia yang berkuasa besar itu akan mengumumkan diri-Nya sendiri sebagai Raja orang Israel. Orang banyak mengikuti jalan-Nya, dan hal itu menggem-birakan sekali, rombongan yang penuh harapan itu mengikuti Dia men-daki jalan yang berbatu menuju gerbang kampung di gunung itu. [KSZ1 339.2]

Ketika mereka datang lebih dekat, suatu iring-iringan penguburan tampak keluar dari pintu gerbang. Dengan langkah yang perlahan-lahan dan susah rombongan itu mendekati tempat kuburan. Pada usungan yang terbuka di depan terdapatlah jenazah orang mati itu, dikelilingi oleh orang-orang yang meratap, memenuhi udara dengan ratapan mereka. Semua penduduk kota itu berkumpul untuk menunjukkan penghormatan mereka kepada yang mati dan simpati mereka bagi yang berdukacita. [KSZ1 339.3]