20 Juli 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 42-43 | Pasal 5, Paragraf 5-8 | KSZ1 42.2-KSZ1 43.1
Ayat Inti
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Doa
Tuhan, bentuk hati kami agar rela dipakai dalam misi-Mu. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 42.2 Dalam kelepasan bani Israel dari Mesir, penyerahan anak sulung diperintahkan. Ketika bani Israel terikat dalam perhambaan kepada bangsa Mesir, Tuhan menyuruh Musa pergi kepada Firaun, raja Mesir, untuk mengatakan, ‘’Inilah sabda Tuhan: Bahwa Israel itulah anak-Kuyaitu anak-Ku yang sulung. Maka sebab itu sabda-Ku kepadamu: Biankanlah anak-Ku pergi, supaya ia berbuat ibadat kepada-Ku; jikalau enggan engkau melepaskan dia pergi, niscaya Aku akan membunuh anakmu laki-laki yang sulung.”
KSZ1 42.3 Musa menyampaikan kabamya itu; akan tetapi jawab raja yang angkuh itu, “Siapakah Tuhan itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi?” Tuhan bekerja bagi umat-Nya dengan berbagai tanda dan mukjizat, menjatuhkan hukuman yang maha dahsyat atas Firaun. Akhirnya malaikat maut disuruh membunuh anak sulung manusia dan hewan di antara bangsa Mesir. Supaya orang Israel terhindar, mereka itu disuruh membubuhkan di ambang pintu rumahnya masing-masing darah seekor anak domba yang telah tersembelih. Tiap rumah harus ditandai, supaya bilamana malaikat itu datang untuk melaksanakan tugas mautnya itu, dapatlah ia melalui rumah-rumah bani Israel.
KSZ1 42.4 Setelah menjatuhkan hukuman ini atas Mesir, bersabdalah T uhan kepada Musa, “Sucikanlah bagi-Ku segala anak sulung,.. . baik manusia, baik binatang, Akulah yang empunya mereka;” “pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, maka Aku menguduskan bagi-Ku semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan semuanya itu kepunyaan-Ku; Akulah Tuhan.” Setelah upacara baitulmukadis dibentuk, diangkat Allah suku Lewi untuk mengambil tempat anak sulung seluruh bani Israel guna bekerja di dalam Bait Suci itu. Akan tetapi anak sulung masih tetap juga dianggap sebagai milik Tuhan, dan harus dibeli dengan tebusan.
KSZ1 43.1 Demikianlah hukum untuk mempersembahkan anak sulung itu dibuat mengandung arti yang istimewa. Meskipun merupakan peringatan untuk bagaimana ajaib Tuhan telah melepaskan bani Israel, dibayangkannya pula suatu kelepasan yang lebih besar, yang akan dilakukan oleh Anak Allah Yang Tunggal. Sebagaimana darah yang dipercikkan di ambang pintu telah menyelamatkan anak-anak sulung Israel, demikian juga darah Kristus berkuasa menyelamatkan dunia.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
20 Juli 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 5 - PENYERAHAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 42-43 | Pasal 5, Paragraf 5-8 | KSZ1 42.2-KSZ1 43.1
Ayat Inti:
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-3-hari-2-2026-07-20
Teks Lengkap:
Dalam kelepasan bani Israel dari Mesir, penyerahan anak sulung diperintahkan. Ketika bani Israel terikat dalam perhambaan kepada bangsa Mesir, Tuhan menyuruh Musa pergi kepada Firaun, raja Mesir, untuk mengatakan, ‘’Inilah sabda Tuhan: Bahwa Israel itulah anak-Kuyaitu anak-Ku yang sulung. Maka sebab itu sabda-Ku kepadamu: Biankanlah anak-Ku pergi, supaya ia berbuat ibadat kepada-Ku; jikalau enggan engkau melepaskan dia pergi, niscaya Aku akan membunuh anakmu laki-laki yang sulung.” [KSZ1 42.2]
Musa menyampaikan kabamya itu; akan tetapi jawab raja yang angkuh itu, “Siapakah Tuhan itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi?” Tuhan bekerja bagi umat-Nya dengan berbagai tanda dan mukjizat, menjatuhkan hukuman yang maha dahsyat atas Firaun. Akhirnya malaikat maut disuruh membunuh anak sulung manusia dan hewan di antara bangsa Mesir. Supaya orang Israel terhindar, mereka itu disuruh membubuhkan di ambang pintu rumahnya masing-masing darah seekor anak domba yang telah tersembelih. Tiap rumah harus ditandai, supaya bilamana malaikat itu datang untuk melaksanakan tugas mautnya itu, dapatlah ia melalui rumah-rumah bani Israel. [KSZ1 42.3]
Setelah menjatuhkan hukuman ini atas Mesir, bersabdalah T uhan kepada Musa, “Sucikanlah bagi-Ku segala anak sulung,.. . baik manusia, baik binatang, Akulah yang empunya mereka;” “pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, maka Aku menguduskan bagi-Ku semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan semuanya itu kepunyaan-Ku; Akulah Tuhan.” Setelah upacara baitulmukadis dibentuk, diangkat Allah suku Lewi untuk mengambil tempat anak sulung seluruh bani Israel guna bekerja di dalam Bait Suci itu. Akan tetapi anak sulung masih tetap juga dianggap sebagai milik Tuhan, dan harus dibeli dengan tebusan. [KSZ1 42.4]
Demikianlah hukum untuk mempersembahkan anak sulung itu dibuat mengandung arti yang istimewa. Meskipun merupakan peringatan untuk bagaimana ajaib Tuhan telah melepaskan bani Israel, dibayangkannya pula suatu kelepasan yang lebih besar, yang akan dilakukan oleh Anak Allah Yang Tunggal. Sebagaimana darah yang dipercikkan di ambang pintu telah menyelamatkan anak-anak sulung Israel, demikian juga darah Kristus berkuasa menyelamatkan dunia. [KSZ1 43.1]