24 Januari 2027 · Hari 1
Hari 1: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 343-344 | Pasal 33, Paragraf 1-4 | KSZ1 343.1-KSZ1 344.2
Ayat Inti
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 343.1 ANAK-ANAK Yusuf tidak menaruh simpati kepada Yesus dalam pekerjaan-Nya. Berita yang sampai kepada mereka mengenai kehidupan-Nya dan pekerjaan-Nya mengherankan dan mengejutkan mereka itu. Mereka mendengar bahwa Ia berdoa semalam-malaman, bahwa sehari-harian Ia dikerumuni oleh orang banyak, dan hampir tidak ada waktu makan bagi-Nya. Sahabat-sahabat-Nya merasa bahwa Ia me-nyusahkan diri-Nya sendiri dengan pekerjaan yang tidak henti-hentinya; mereka tidak sanggup menceritakan sikap-Nya terhadap orang-orang Farisi, dan ada pula beberapa yang takut bahwa pertimbangan-Nya sedang tidak menentu.
KSZ1 343.2 Saudara-saudara-Nya mendengar tentang ini, dan juga tuduhan yang dihadapkan oleh orang-orang Farisi bahwa Ia membuangkan Setan de-ngan kuasa Setan. Mereka merasakan teguran tajam yang menimpa me-reka karena hubungan mereka dengan Yesus. Mereka mengetahui huruhara apa yang terjadi oleh sebab perkataan dan pekerjaan-Nya, dan bukan hanya takut karena ucapan-ucapan-Nya yang keras, tetapi marah atas celaan Yesus di hadapan ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka telah mengambil keputusan bahwa Ia mesti dibujuk atau terpaksa menghentikan cara bekerja yang demikian dan mereka memaksa Maria bersatu dengan mereka, dengan anggapan bahwa oleh kasih-Nya kepada Maria mereka dapat membujuk dengan lebih bijaksana.
KSZ1 344.1 Yesus telah mengadakan tanda mukjizat yang kedua kali menyembuhkan seorang yang dirasuk Setan, buta dan bisu, dan orangorang Farisi mengulangi tuduhannya. “Dengan kuasa penghulu Setan Ia mengusir Setan.” Mat. 9:34. Kristus dengan jelas menerangkan bahwa mempertalikan pekerjaan Roh Kudus dengan Setan, itu berarti dengan sendirinya mereka telah putus dari pancaran berkat. Orang-orang yang berbicara melawan Yesus sendiri, dengan tidak mengindahkan Keilahian-Nya, masih dapat menerima pengampunan; karena melalui Roh Kudus mereka dibawa melihat kesalahan mereka dan bertobat. Dosa apa pun, jika jiwa bertobat dan percaya, kesalahan itu akan dibasuhkan di dalam darah Kristus; tetapi barangsiapa yang menolak pekerjaan Roh Kudus berarti menempatkan dirinya sendiri di tempat pertobatan dan iman tidak dapat datang lagi padanya. Dengan Roh Kudus Tuhan bekerja dalam hati; jika manusia dengan sengaja menolak Roh Kudus, dan mengatakan bahwa itu datangnya dari Setan, mereka memutuskan saluran yang olehnya Allah dapat berhubungan dengan mereka. Jika akhirnya Roh itu ditolak, tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh Allah untuk jiwa yang demikian.
KSZ1 344.2 Orang-orang Farisi kepada siapa Yesus mengucapkan amaran ini tidak percaya akan tuduhan yang mereka lemparkan kepada-Nya. Tidak seorang pun dari antara pembesar-pembesar itu yang tidak merasa tertarik kepada Juruselamat. Mereka telah mendengar suara Roh di dalam hati mereka yang menyatakan bahwa Ialah yang diurapi bagi Israel, dan mendorong mereka mengaku bahwa mereka sendirilah murid-muridNya. Di dalam terang hadirat-Nya mereka insaf akan ketidaksucian mereka, dan telah lama merindukan satu kebenaran yang tidak dapat mereka ciptakan. Tetapi sesudah penolakan mereka pada-Nya maka terlalu hina untuk menerima Dia sebagai Mesias. Mereka berjalan pada jalan kurang percaya, sehingga mereka terlalu sombong untuk mengakui kesalahan mereka. Untuk mencegah mengakui kebenaran, mereka berusaha dengan sengit serta putus asa melawan ajaran Juruselamat. Bukti kuasa dan kemurahan-Nya menggusarkan mereka. Mereka tidak dapat mencegah Juruselamat untuk mengadakan mukjizat, mereka tidak dapat mendi-amkan ajaran-Nya; tetapi dengan segala daya upaya mereka berusaha menyalahkan Dia dan memalsukan perkataan-Nya. Roh Tuhan yang me-yakinkan masih mengikuti mereka, dan mereka harus mendirikan rin-tangan untuk menahan kuasa itu. Alat yang paling berkuasa yang telah datang atas hati manusia sedang bergumul dengan mereka, tetapi mereka tidak mau menyerah.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
24 Januari 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 343-344 | Pasal 33, Paragraf 1-4 | KSZ1 343.1-KSZ1 344.2
Ayat Inti:
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-30-hari-1-2027-01-24
Teks Lengkap:
ANAK-ANAK Yusuf tidak menaruh simpati kepada Yesus dalam pekerjaan-Nya. Berita yang sampai kepada mereka mengenai kehidupan-Nya dan pekerjaan-Nya mengherankan dan mengejutkan mereka itu. Mereka mendengar bahwa Ia berdoa semalam-malaman, bahwa sehari-harian Ia dikerumuni oleh orang banyak, dan hampir tidak ada waktu makan bagi-Nya. Sahabat-sahabat-Nya merasa bahwa Ia me-nyusahkan diri-Nya sendiri dengan pekerjaan yang tidak henti-hentinya; mereka tidak sanggup menceritakan sikap-Nya terhadap orang-orang Farisi, dan ada pula beberapa yang takut bahwa pertimbangan-Nya sedang tidak menentu. [KSZ1 343.1]
Saudara-saudara-Nya mendengar tentang ini, dan juga tuduhan yang dihadapkan oleh orang-orang Farisi bahwa Ia membuangkan Setan de-ngan kuasa Setan. Mereka merasakan teguran tajam yang menimpa me-reka karena hubungan mereka dengan Yesus. Mereka mengetahui huruhara apa yang terjadi oleh sebab perkataan dan pekerjaan-Nya, dan bukan hanya takut karena ucapan-ucapan-Nya yang keras, tetapi marah atas celaan Yesus di hadapan ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka telah mengambil keputusan bahwa Ia mesti dibujuk atau terpaksa menghentikan cara bekerja yang demikian dan mereka memaksa Maria bersatu dengan mereka, dengan anggapan bahwa oleh kasih-Nya kepada Maria mereka dapat membujuk dengan lebih bijaksana. [KSZ1 343.2]
Yesus telah mengadakan tanda mukjizat yang kedua kali menyembuhkan seorang yang dirasuk Setan, buta dan bisu, dan orangorang Farisi mengulangi tuduhannya. “Dengan kuasa penghulu Setan Ia mengusir Setan.” Mat. 9:34. Kristus dengan jelas menerangkan bahwa mempertalikan pekerjaan Roh Kudus dengan Setan, itu berarti dengan sendirinya mereka telah putus dari pancaran berkat. Orang-orang yang berbicara melawan Yesus sendiri, dengan tidak mengindahkan Keilahian-Nya, masih dapat menerima pengampunan; karena melalui Roh Kudus mereka dibawa melihat kesalahan mereka dan bertobat. Dosa apa pun, jika jiwa bertobat dan percaya, kesalahan itu akan dibasuhkan di dalam darah Kristus; tetapi barangsiapa yang menolak pekerjaan Roh Kudus berarti menempatkan dirinya sendiri di tempat pertobatan dan iman tidak dapat datang lagi padanya. Dengan Roh Kudus Tuhan bekerja dalam hati; jika manusia dengan sengaja menolak Roh Kudus, dan mengatakan bahwa itu datangnya dari Setan, mereka memutuskan saluran yang olehnya Allah dapat berhubungan dengan mereka. Jika akhirnya Roh itu ditolak, tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh Allah untuk jiwa yang demikian. [KSZ1 344.1]
Orang-orang Farisi kepada siapa Yesus mengucapkan amaran ini tidak percaya akan tuduhan yang mereka lemparkan kepada-Nya. Tidak seorang pun dari antara pembesar-pembesar itu yang tidak merasa tertarik kepada Juruselamat. Mereka telah mendengar suara Roh di dalam hati mereka yang menyatakan bahwa Ialah yang diurapi bagi Israel, dan mendorong mereka mengaku bahwa mereka sendirilah murid-muridNya. Di dalam terang hadirat-Nya mereka insaf akan ketidaksucian mereka, dan telah lama merindukan satu kebenaran yang tidak dapat mereka ciptakan. Tetapi sesudah penolakan mereka pada-Nya maka terlalu hina untuk menerima Dia sebagai Mesias. Mereka berjalan pada jalan kurang percaya, sehingga mereka terlalu sombong untuk mengakui kesalahan mereka. Untuk mencegah mengakui kebenaran, mereka berusaha dengan sengit serta putus asa melawan ajaran Juruselamat. Bukti kuasa dan kemurahan-Nya menggusarkan mereka. Mereka tidak dapat mencegah Juruselamat untuk mengadakan mukjizat, mereka tidak dapat mendi-amkan ajaran-Nya; tetapi dengan segala daya upaya mereka berusaha menyalahkan Dia dan memalsukan perkataan-Nya. Roh Tuhan yang me-yakinkan masih mengikuti mereka, dan mereka harus mendirikan rin-tangan untuk menahan kuasa itu. Alat yang paling berkuasa yang telah datang atas hati manusia sedang bergumul dengan mereka, tetapi mereka tidak mau menyerah. [KSZ1 344.2]