Hari 7: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
13 Februari 2027 · Hari 7

Hari 7: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”

Halaman 366-368 | Pasal 35, Paragraf 29-32 | KSZ1 366.2-KSZ1 368.1

Ayat Inti

Markus 4:39

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 366.2 Walaupun orang-orang Gerasa tidak mau menerima Yesus, la tidak membiarkan mereka tinggal dalam kegelapan yang mereka pilih itu. Waktu mereka meminta Dia supaya undur dari mereka, mereka tidak mendengar firman-Nya. Mereka sama sekali tidak mengetahui apa yang ditolak oleh mereka. Oleh sebab itu Ia mengirimkan lagi terang kepada mereka yang olehnya mereka tentu tidak menolak untuk mendengarkanNya.

KSZ1 366.3 Dalam menyebabkan kebinasaan babi, adalah rencana Setan untuk menjauhkan orang banyak dari Juruselamat, untuk mencegah kabar Injil di daerah itu. Tetapi justru peristiwa ini membangunkan seluruh negeri itu seperti tidak dapat diperbuat oleh yang lain, lalu menunjukkan per-hatian mereka kepada Yesus. Sekalipun Juruselamat sendiri telah undur dari sana, orang yang telah disembuhkan-Nya tetap menjadi saksi akan kuasa-Nya di sana. Orang-orang yang tadinya digunakan oleh raja kege-lapan disembuhkan menjadi saluran terang, jurukabar Anak Allah. Orang-orang menjadi kagum mendengarkan berita yang ajaib itu. Suatu pintu telah dibuka buat kabar Injil di seluruh daerah itu. Apabila Yesus ke Dekapolis. orang banyak berhimpun mengelilingi Dia, dan selama tiga hari, bukan hanya penduduk dari satu kota, tetapi ribuan dari segala penjuru daerah itu, mendengar kabar keselamatan. Kekuasaan Setan pun takluk di bawah kuasa Juruselamat kita serta pekerjaan si jahat ditaklukkan untuk kebaikan.

KSZ1 367.1 Pertemuan yang tiba-tiba dengan orang yang dirasuk setan yang dari Gerasa menjadi pelajaran bagi murid-murid itu. Hal itu menunjukkan betapa dalamnya kemerosotan ke dalam mana Setan berusaha meneng-gelamkan seluruh umat manusia, lalu kabar Injil Kristus membebaskan manusia dari kuasa Setan itu. Orang-orang malang, yang tinggal di pekuburan, dikekang oleh setan, di dalam perbudakan hawa nafsu yang tidak terkendalikan serta diliputi nafsu yang keji, menggambarkan ba-gaimana jadinya manusia jika menyerah ke bawah pengawasan Setan. Pengaruh Setan tetap bekerja keras atas manusia untuk mengharubirukan perasaan, menguasai pikiran supaya berbuat jahat, dan mengajak mela-kukan keonaran disertai kekerasan dan kejahatan. Ia melemahkan tubuh, menggelapkan pikiran, serta menghinakan jiwa. Apabila manusia menolak undangan Juruselamat, berarti mereka menyerahkan diri kepada Setan. Banyak orang di dalam setiap aspek kehidupan, di rumah tangga, dalam urusan dagang, bahkan di dalam gereja, sedang melakukan hal ini pada masa sekarang. Hal ini disebabkan perbuatan kekerasan serta kejahatan telah merajalela di seluruh dunia, begitu pun kemerosotan akhlak, bagaikan kain kafan, melingkupi semua tempat kediaman umat manusia. Melalui pencobaan-pencobaannya yang kelihatannya sangat bagus Setan menuntun manusia menuju kepada yang lebih buruk serta jahat, sehingga akhirnya kebusukan dan kebinasaanlah hasilnya. Satu-satunya perisai yang jitu melawan kuasa Setan itu ialah di dalam kehadiran Yesus. Dihadapan manusia dan malaikat-malaikat, Setan telah dinyatakan sebagai musuh manusia dan pembinasa; Kristus, sebagai sahabat manusia serta pelepas. Roh-Nya akan memperkembang di dalam manusia, semua yang dapat meninggikan tabiat dan memuliakan sifat. Ia akan mengangkat manusia demi kemuliaan Allah di dalam tubuh, jiwa, serta roh. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” 2 Tim. 1:7. Ia memanggil kita untuk “memperoleh kemuliaan” —tabiat— “Tuhan kita Yesus Kristus;” telah memanggil kita menjadi “serupa dengan gambaran AnakNya.” 1 Tes. 2:14; Roma 8:29.

KSZ1 368.1 Dan jiwa-jiwa yang sudah direndahkan menjadi alat Setan masih dapat diubahkan melalui kuasa Kristus menjadi jurukabar kebenaran, dan kemudian disuruh keluar oleh Anak Allah untuk memberitakan “Segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!”

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

13 Februari 2027 | Hari 7
Hari 7: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Halaman 366-368 | Pasal 35, Paragraf 29-32 | KSZ1 366.2-KSZ1 368.1

Ayat Inti:
Markus 4:39
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-32-hari-7-2027-02-13

Teks Lengkap:

Walaupun orang-orang Gerasa tidak mau menerima Yesus, la tidak membiarkan mereka tinggal dalam kegelapan yang mereka pilih itu. Waktu mereka meminta Dia supaya undur dari mereka, mereka tidak mendengar firman-Nya. Mereka sama sekali tidak mengetahui apa yang ditolak oleh mereka. Oleh sebab itu Ia mengirimkan lagi terang kepada mereka yang olehnya mereka tentu tidak menolak untuk mendengarkanNya. [KSZ1 366.2]

Dalam menyebabkan kebinasaan babi, adalah rencana Setan untuk menjauhkan orang banyak dari Juruselamat, untuk mencegah kabar Injil di daerah itu. Tetapi justru peristiwa ini membangunkan seluruh negeri itu seperti tidak dapat diperbuat oleh yang lain, lalu menunjukkan per-hatian mereka kepada Yesus. Sekalipun Juruselamat sendiri telah undur dari sana, orang yang telah disembuhkan-Nya tetap menjadi saksi akan kuasa-Nya di sana. Orang-orang yang tadinya digunakan oleh raja kege-lapan disembuhkan menjadi saluran terang, jurukabar Anak Allah. Orang-orang menjadi kagum mendengarkan berita yang ajaib itu. Suatu pintu telah dibuka buat kabar Injil di seluruh daerah itu. Apabila Yesus ke Dekapolis. orang banyak berhimpun mengelilingi Dia, dan selama tiga hari, bukan hanya penduduk dari satu kota, tetapi ribuan dari segala penjuru daerah itu, mendengar kabar keselamatan. Kekuasaan Setan pun takluk di bawah kuasa Juruselamat kita serta pekerjaan si jahat ditaklukkan untuk kebaikan. [KSZ1 366.3]

Pertemuan yang tiba-tiba dengan orang yang dirasuk setan yang dari Gerasa menjadi pelajaran bagi murid-murid itu. Hal itu menunjukkan betapa dalamnya kemerosotan ke dalam mana Setan berusaha meneng-gelamkan seluruh umat manusia, lalu kabar Injil Kristus membebaskan manusia dari kuasa Setan itu. Orang-orang malang, yang tinggal di pekuburan, dikekang oleh setan, di dalam perbudakan hawa nafsu yang tidak terkendalikan serta diliputi nafsu yang keji, menggambarkan ba-gaimana jadinya manusia jika menyerah ke bawah pengawasan Setan. Pengaruh Setan tetap bekerja keras atas manusia untuk mengharubirukan perasaan, menguasai pikiran supaya berbuat jahat, dan mengajak mela-kukan keonaran disertai kekerasan dan kejahatan. Ia melemahkan tubuh, menggelapkan pikiran, serta menghinakan jiwa. Apabila manusia menolak undangan Juruselamat, berarti mereka menyerahkan diri kepada Setan. Banyak orang di dalam setiap aspek kehidupan, di rumah tangga, dalam urusan dagang, bahkan di dalam gereja, sedang melakukan hal ini pada masa sekarang. Hal ini disebabkan perbuatan kekerasan serta kejahatan telah merajalela di seluruh dunia, begitu pun kemerosotan akhlak, bagaikan kain kafan, melingkupi semua tempat kediaman umat manusia. Melalui pencobaan-pencobaannya yang kelihatannya sangat bagus Setan menuntun manusia menuju kepada yang lebih buruk serta jahat, sehingga akhirnya kebusukan dan kebinasaanlah hasilnya. Satu-satunya perisai yang jitu melawan kuasa Setan itu ialah di dalam kehadiran Yesus. Dihadapan manusia dan malaikat-malaikat, Setan telah dinyatakan sebagai musuh manusia dan pembinasa; Kristus, sebagai sahabat manusia serta pelepas. Roh-Nya akan memperkembang di dalam manusia, semua yang dapat meninggikan tabiat dan memuliakan sifat. Ia akan mengangkat manusia demi kemuliaan Allah di dalam tubuh, jiwa, serta roh. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” 2 Tim. 1:7. Ia memanggil kita untuk “memperoleh kemuliaan” —tabiat— “Tuhan kita Yesus Kristus;” telah memanggil kita menjadi “serupa dengan gambaran AnakNya.” 1 Tes. 2:14; Roma 8:29. [KSZ1 367.1]

Dan jiwa-jiwa yang sudah direndahkan menjadi alat Setan masih dapat diubahkan melalui kuasa Kristus menjadi jurukabar kebenaran, dan kemudian disuruh keluar oleh Anak Allah untuk memberitakan “Segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!” [KSZ1 368.1]