Hari 4: Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
17 Februari 2027 · Hari 4

Hari 4: Pasal 36 - JAMAHAN IMAN

Halaman 371-371 | Pasal 36, Paragraf 10-12 | KSZ1 371.1-KSZ1 371.3

Ayat Inti

Markus 5:34

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 33 membaca Bab 36: Jamahan Iman. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 371.1 Kesempatan yang indah telah datang. Ia berada di hadapan Tabib Be-sar itu! Tetapi di tengah-tengah hiruk pikuk orang banyak itu ia tidak da-pat berbicara kepada-Nya, sekalipun hanya memandang wajah-Nya. Ka-rena takut kehilangan satu-satunya kesempatan untuk memperoleh ke-sembuhan, ia desak ke depan, sambil berkata kepada diri sendiri: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Sementara Yesus berlalu, perempuan itu maju ke depan, dan dapat menjamah pinggir jubah-Nya. Sekejap itu juga ia merasa sembuh. Di dalam satu jamahan itu seluruh iman hidupnya dipusatkan, dan pada waktu itu penyakit dan tubuhnya yang lemah dipulihkan dan diganti dengan kekuatan dan kesehatan tubuhnya.

KSZ1 371.2 Dengan berterima kasih dalam hati ia mencoba mengundurkan diri dari antara orang banyak; tetapi tiba-tiba Yesus berhenti, dan orang banyak pun berhenti dengan Dia. Ia berbalik, dan memandang sekeliling serta bertanya dengan suara yang nyaring sekalipun di dalam keributan orang banyak dapat didengar: “Siapa yang menjamah Aku?” Orang banyak menjawab pertanyaan yang aneh itu dengan roman muka yang keheranan. Dikerumuni dari segala penjuru, didesak ke sana ke mari, kelihatannya merupakan satu pertanyaan yang aneh sekali.

KSZ1 371.3 Petrus yang selalu siap sedia berbicara, berkata: “Engkau melihat ba-gaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau ber-tanya: Siapa yang menjamah Aku?” Maka jawab Yesus “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.” Juruselamat dapat membedakan jamahan iman dari sentuhan yang ke-betulan oleh orang banyak yang kurang peduli. Iman yang demikian ti-dak patut dilalukan tanpa komentar. Ia mau berbicara kepada perempuan itu perkataan penghiburan yang baginya menjadi mata air kesukaan, per-kataan yang dapat menjadi berkat kepada pengikut-pengikut-Nya hingga pada akhir zaman.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

17 Februari 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 36 - JAMAHAN IMAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 36 - JAMAHAN IMAN
Halaman 371-371 | Pasal 36, Paragraf 10-12 | KSZ1 371.1-KSZ1 371.3

Ayat Inti:
Markus 5:34
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 33 membaca Bab 36: Jamahan Iman. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-33-hari-4-2027-02-17

Teks Lengkap:

Kesempatan yang indah telah datang. Ia berada di hadapan Tabib Be-sar itu! Tetapi di tengah-tengah hiruk pikuk orang banyak itu ia tidak da-pat berbicara kepada-Nya, sekalipun hanya memandang wajah-Nya. Ka-rena takut kehilangan satu-satunya kesempatan untuk memperoleh ke-sembuhan, ia desak ke depan, sambil berkata kepada diri sendiri: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Sementara Yesus berlalu, perempuan itu maju ke depan, dan dapat menjamah pinggir jubah-Nya. Sekejap itu juga ia merasa sembuh. Di dalam satu jamahan itu seluruh iman hidupnya dipusatkan, dan pada waktu itu penyakit dan tubuhnya yang lemah dipulihkan dan diganti dengan kekuatan dan kesehatan tubuhnya. [KSZ1 371.1]

Dengan berterima kasih dalam hati ia mencoba mengundurkan diri dari antara orang banyak; tetapi tiba-tiba Yesus berhenti, dan orang banyak pun berhenti dengan Dia. Ia berbalik, dan memandang sekeliling serta bertanya dengan suara yang nyaring sekalipun di dalam keributan orang banyak dapat didengar: “Siapa yang menjamah Aku?” Orang banyak menjawab pertanyaan yang aneh itu dengan roman muka yang keheranan. Dikerumuni dari segala penjuru, didesak ke sana ke mari, kelihatannya merupakan satu pertanyaan yang aneh sekali. [KSZ1 371.2]

Petrus yang selalu siap sedia berbicara, berkata: “Engkau melihat ba-gaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau ber-tanya: Siapa yang menjamah Aku?” Maka jawab Yesus “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.” Juruselamat dapat membedakan jamahan iman dari sentuhan yang ke-betulan oleh orang banyak yang kurang peduli. Iman yang demikian ti-dak patut dilalukan tanpa komentar. Ia mau berbicara kepada perempuan itu perkataan penghiburan yang baginya menjadi mata air kesukaan, per-kataan yang dapat menjadi berkat kepada pengikut-pengikut-Nya hingga pada akhir zaman. [KSZ1 371.3]