Hari 4: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
3 Maret 2027 · Hari 4

Hari 4: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”

Halaman 391-392 | Pasal 38, Paragraf 10-11 | KSZ1 391.3-KSZ1 392.1

Ayat Inti

Markus 6:31

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 391.3 Walaupun Yesus dapat mengadakan mukjizat, dan menguatkan murid-murid-Nya dengan kuasa untuk dapat mengerjakan mukjizat, la menyuruh hamba-hamba-Nya supaya pergi mengasingkan diri ke dalam negeri itu untuk beristirahat. Apabila Ia mengatakan bahwa tuaian besar adanya, sedang para pekerja hanya sedikit, Ia tidak mendesak muridmurid-Nya agar bekerja dengan tiada berhenti, tetapi mengatakan: “Ka-rena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengi-rimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Matius 9:38. Allah telah menunjuk kepada tiap-tiap orang bagiannya, menurut kesanggupan ma-sing-masing (Efesus 4:11-13), dan Ia tidak memberati beberapa orang dengan berbagai tanggung jawab sedang yang lain tidak menanggung beban, tiada tanggungan jiwa.

KSZ1 392.1 Ucapan Kristus yang penuh belas kasihan kepada pekerja-pekerjaNya sekarang ini adalah sama seperti waktu diucapkan kepada muridmurid-Nya yang dahulu. “Marilah kamu ... beristirahatlah seketika” Ia mengucapkannya kepada orang yang letih dan lelah. Tidaklah bijaksana jika kita selalu berada di bawah tekanan pekerjaan dan ketegangan pera-saan, walaupun melayani keperluan rohani manusia; karena dengan de-mikian ketaatan pribadi dilalaikan, dan kuasa pikiran iiwa dan tubuh terlalu dipaksakan. Penyangkalan diri adalah keharusan bagi muridmurid Kristus, dan pengorbanan harus diadakan; tetapi pemeliharaan diri haruslah dilakukan supaya jangan sampai karena semangat mereka yang berlebihan itu Setan mengambil kesempatan atas kelemahan manusia, sehingga pekerjaan Allah dinodai.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

3 Maret 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Halaman 391-392 | Pasal 38, Paragraf 10-11 | KSZ1 391.3-KSZ1 392.1

Ayat Inti:
Markus 6:31
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-35-hari-4-2027-03-03

Teks Lengkap:

Walaupun Yesus dapat mengadakan mukjizat, dan menguatkan murid-murid-Nya dengan kuasa untuk dapat mengerjakan mukjizat, la menyuruh hamba-hamba-Nya supaya pergi mengasingkan diri ke dalam negeri itu untuk beristirahat. Apabila Ia mengatakan bahwa tuaian besar adanya, sedang para pekerja hanya sedikit, Ia tidak mendesak muridmurid-Nya agar bekerja dengan tiada berhenti, tetapi mengatakan: “Ka-rena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengi-rimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Matius 9:38. Allah telah menunjuk kepada tiap-tiap orang bagiannya, menurut kesanggupan ma-sing-masing (Efesus 4:11-13), dan Ia tidak memberati beberapa orang dengan berbagai tanggung jawab sedang yang lain tidak menanggung beban, tiada tanggungan jiwa. [KSZ1 391.3]

Ucapan Kristus yang penuh belas kasihan kepada pekerja-pekerjaNya sekarang ini adalah sama seperti waktu diucapkan kepada muridmurid-Nya yang dahulu. “Marilah kamu ... beristirahatlah seketika” Ia mengucapkannya kepada orang yang letih dan lelah. Tidaklah bijaksana jika kita selalu berada di bawah tekanan pekerjaan dan ketegangan pera-saan, walaupun melayani keperluan rohani manusia; karena dengan de-mikian ketaatan pribadi dilalaikan, dan kuasa pikiran iiwa dan tubuh terlalu dipaksakan. Penyangkalan diri adalah keharusan bagi muridmurid Kristus, dan pengorbanan harus diadakan; tetapi pemeliharaan diri haruslah dilakukan supaya jangan sampai karena semangat mereka yang berlebihan itu Setan mengambil kesempatan atas kelemahan manusia, sehingga pekerjaan Allah dinodai. [KSZ1 392.1]