Hari 1: Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
7 Maret 2027 · Hari 1

Hari 1: Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”

Halaman 395-396 | Pasal 39, Paragraf 1-4 | KSZ1 395.1-KSZ1 396.3

Ayat Inti

Matius 14:16

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 36 membaca Bab 39: Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 395.1 KRISTUS sudah beristirahat ke suatu tempat yang terpencil bersama murid-murid-Nya, tetapi saat tenang yang jarang didapati ini berakhir dengan segera. Murid-murid mengira bahwa mereka harus beristirahat di tempat mereka tidak akan diganggu; tetapi setelah orang banyak kehilangan Guru Ilahi itu, mereka bertanya: “Di manakah Dia? Beberapa dari antara orang banyak itu telah memperhatikan arah mana yang telah ditempuh oleh Kristus bersama murid-murid-Nya. Banyak yang berjalan kaki menempuh daratan untuk menjumpai mereka, sedangkan yang lain mengikuti dengan menggunakan perahu. Hari Raya Paskah telah dekat, dan dari jauh dan dekat, rombongan musafir sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem berkumpul hendak melihat Yesus. Jumlah mereka makin bertambah-tambah banyaknya sehingga telah berkumpul kira-kira lima ribu orang laki-laki banyaknya selain wanita dan anakanak. Sebelum Kristus mencapai pantai, orang banyak itu sedang menunggu Dia. Tetapi Ia mendarat tanpa diperhatikan oleh mereka itu dan menggunakan sedikit waktu bersama murid-murid-Nya. Dari lereng bukit Ia memandang rombongan orang banyak, dan hati-Nya terharu oleh perasaan simpati. Meskipun terganggu dari tidurnya, namun Ia tidak marah. Ia melihat suatu kebutuhan yang lebih besar yang menuntut perhatian-Nya di saat Ia memperhatikan orang banyak datang makin ber-tambah banyak. “Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” Dengan meninggalkan istirahat-Nya Ia mencari suatu tempat yang me-nyenangkan di mana Ia dapat melayani mereka. Mereka tidak mendapat pertolongan dari imam-imam dan para pemimpin agama; tetapi air hidup yang menyembuhkan jiwa itu telah mengalir dari Kristus di saat Ia mengajarkan kepada orang banyak tentang jalan keselamatan.

KSZ1 396.1 Orang banyak mendengar perkataan kemurahan mengalir dengan limpahnya dari bibir Anak Allah. Mereka telah mendengar firman yang penuh belas kasihan, sangat sederhana dan sangat jelas sehingga firman itu bagaikan minyak dari Gilead bagi jiwa mereka. Penyembuhan oleh tangan llahi-Nya membawa kegembiraan dan hidup bagi yang mati serta kesenangan dan kesehatan kepada mereka yang menderita penyakit. Hari itu bagi mereka tampaknya laksana surga di atas bumi, sehingga mereka lupa waktu makan.

KSZ1 396.2 Akhirnya hari telah banyak dipergunakan. Matahari sudah terbenam di ufuk barat, namun orang banyak belum juga pulang. Yesus telah bekerja sepanjang hari itu tanpa makan atau istirahat. Wajah-Nya kelihatan pucat karena lelah dan lapar, dan murid-murid-Nya meminta pada-Nya supaya berhenti bekerja seberat itu. Tetapi Ia tidak dapat menarik Diri dari desakan orang banyak yang mengerumuni Dia.

KSZ1 396.3 Akhirnya murid-murid itu datang kepada-Nya, mendesak supaya demi kepentingan mereka sendiri orang banyak itu disuruh pulang. Banyak yang telah datang dari tempat yang jauh, dan belum makan sejak pagi. Mereka sebenarnya dapat membeli makanan di kampung-kampung dan di kota-kota di sekitar tempat itu. Tetapi Yesus berkata: Kamu harus memberi mereka makan,” lalu Ia berpaling kepada Filipus, bertanya: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Dikatakan-Nya hal ini hanyalah untuk menguji iman murid-murid itu. Fi-lipus melihat lautan manusia itu dan ia merasa sangat mustahil menyeiakan makanan bagi orang yang demikian banyak hingga mereka keyang. Ia menjawab bahwa dengan roti seharga dua ratus dinar belum juga mencukupi keperluan orang yang demikian banyaknya, walaupun tiap-tiap orang mendapat hanya sedikit. Yesus menanyakan berapa banyak makanan yang boleh didapat di antara orang banyak ini. “Di sini ada seorang anak,” kata Andreas, “yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Yesus me-nyuruh agar makanan-makanan itu dibawa kepada-Nya. Kemudian disuruh-Nya murid-murid mendudukkan orang banyak di tempat yang ba-nyak rumputnya dengan berkelompok-kelompok yang terdiri dari lima puluh atau seratus orang, untuk menjaga ketertiban dan agar semua dapat melihat apa yang hendak diperbuat-Nya. Apabila hal ini telah selesai dilakukan Yesus mengambil makanan itu: “Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi- kepada orang-orang itu.” “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.”

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

7 Maret 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
Halaman 395-396 | Pasal 39, Paragraf 1-4 | KSZ1 395.1-KSZ1 396.3

Ayat Inti:
Matius 14:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 36 membaca Bab 39: Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-36-hari-1-2027-03-07

Teks Lengkap:

KRISTUS sudah beristirahat ke suatu tempat yang terpencil bersama murid-murid-Nya, tetapi saat tenang yang jarang didapati ini berakhir dengan segera. Murid-murid mengira bahwa mereka harus beristirahat di tempat mereka tidak akan diganggu; tetapi setelah orang banyak kehilangan Guru Ilahi itu, mereka bertanya: “Di manakah Dia? Beberapa dari antara orang banyak itu telah memperhatikan arah mana yang telah ditempuh oleh Kristus bersama murid-murid-Nya. Banyak yang berjalan kaki menempuh daratan untuk menjumpai mereka, sedangkan yang lain mengikuti dengan menggunakan perahu. Hari Raya Paskah telah dekat, dan dari jauh dan dekat, rombongan musafir sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem berkumpul hendak melihat Yesus. Jumlah mereka makin bertambah-tambah banyaknya sehingga telah berkumpul kira-kira lima ribu orang laki-laki banyaknya selain wanita dan anakanak. Sebelum Kristus mencapai pantai, orang banyak itu sedang menunggu Dia. Tetapi Ia mendarat tanpa diperhatikan oleh mereka itu dan menggunakan sedikit waktu bersama murid-murid-Nya. Dari lereng bukit Ia memandang rombongan orang banyak, dan hati-Nya terharu oleh perasaan simpati. Meskipun terganggu dari tidurnya, namun Ia tidak marah. Ia melihat suatu kebutuhan yang lebih besar yang menuntut perhatian-Nya di saat Ia memperhatikan orang banyak datang makin ber-tambah banyak. “Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” Dengan meninggalkan istirahat-Nya Ia mencari suatu tempat yang me-nyenangkan di mana Ia dapat melayani mereka. Mereka tidak mendapat pertolongan dari imam-imam dan para pemimpin agama; tetapi air hidup yang menyembuhkan jiwa itu telah mengalir dari Kristus di saat Ia mengajarkan kepada orang banyak tentang jalan keselamatan. [KSZ1 395.1]

Orang banyak mendengar perkataan kemurahan mengalir dengan limpahnya dari bibir Anak Allah. Mereka telah mendengar firman yang penuh belas kasihan, sangat sederhana dan sangat jelas sehingga firman itu bagaikan minyak dari Gilead bagi jiwa mereka. Penyembuhan oleh tangan llahi-Nya membawa kegembiraan dan hidup bagi yang mati serta kesenangan dan kesehatan kepada mereka yang menderita penyakit. Hari itu bagi mereka tampaknya laksana surga di atas bumi, sehingga mereka lupa waktu makan. [KSZ1 396.1]

Akhirnya hari telah banyak dipergunakan. Matahari sudah terbenam di ufuk barat, namun orang banyak belum juga pulang. Yesus telah bekerja sepanjang hari itu tanpa makan atau istirahat. Wajah-Nya kelihatan pucat karena lelah dan lapar, dan murid-murid-Nya meminta pada-Nya supaya berhenti bekerja seberat itu. Tetapi Ia tidak dapat menarik Diri dari desakan orang banyak yang mengerumuni Dia. [KSZ1 396.2]

Akhirnya murid-murid itu datang kepada-Nya, mendesak supaya demi kepentingan mereka sendiri orang banyak itu disuruh pulang. Banyak yang telah datang dari tempat yang jauh, dan belum makan sejak pagi. Mereka sebenarnya dapat membeli makanan di kampung-kampung dan di kota-kota di sekitar tempat itu. Tetapi Yesus berkata: Kamu harus memberi mereka makan,” lalu Ia berpaling kepada Filipus, bertanya: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Dikatakan-Nya hal ini hanyalah untuk menguji iman murid-murid itu. Fi-lipus melihat lautan manusia itu dan ia merasa sangat mustahil menyeiakan makanan bagi orang yang demikian banyak hingga mereka keyang. Ia menjawab bahwa dengan roti seharga dua ratus dinar belum juga mencukupi keperluan orang yang demikian banyaknya, walaupun tiap-tiap orang mendapat hanya sedikit. Yesus menanyakan berapa banyak makanan yang boleh didapat di antara orang banyak ini. “Di sini ada seorang anak,” kata Andreas, “yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Yesus me-nyuruh agar makanan-makanan itu dibawa kepada-Nya. Kemudian disuruh-Nya murid-murid mendudukkan orang banyak di tempat yang ba-nyak rumputnya dengan berkelompok-kelompok yang terdiri dari lima puluh atau seratus orang, untuk menjaga ketertiban dan agar semua dapat melihat apa yang hendak diperbuat-Nya. Apabila hal ini telah selesai dilakukan Yesus mengambil makanan itu: “Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi- kepada orang-orang itu.” “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.” [KSZ1 396.3]