8 Maret 2027 · Hari 2
Hari 2: Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
Halaman 397-398 | Pasal 39, Paragraf 5-8 | KSZ1 397.1-KSZ1 398.2
Ayat Inti
Matius 14:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 36 membaca Bab 39: Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 397.1 Ia yang mengajar orang banyak mengenai jalan untuk memperoleh damai dan kebahagiaan juga sangat memikirkan keperluan jasmani sama seperti keperluan rohani mereka. Orang banyak telah letih dan lemah. Di antara orang banyak itu terdapatlah ibu-ibu yang sedang menggendong bayi-bayi mereka, dan kanak-kanak yang bergayut pada baju mereka. Banyak yang berdiri berjam-jam lamanya. Perhatian mereka begitu terpaku pada perkataan Kristus, sehingga mereka lupa duduk, dan begitu padatnya orang banyak itu sehingga ada bahaya untuk saling menginjak satu dengan yang lain. Yesus memberikan mereka kesempatan untuk beristirahat, dan Ia menyuruh mereka supaya duduk. Di tempat itu banyak rumput, dan mereka semua dapat beristirahat dengan senang.
KSZ1 397.2 Kristus tidak pemah mengadakan suatu mukjizat kecuali untuk keper-luan yang sungguh-sungguh dan tiap-tiap mukjizat itu bersifat memimpin orang banyak kepada pohon kehidupan yang daun-daunnya untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Makanan yang sederhana yang diedar-kan oleh tangan murid-murid mengandung suatu pelajaran yang amat penting. Makanan yang sederhanalah yang telah disediakan: ikan dan roti adalah makanan sehari-hari bagi para nelayan yang hidup di pesisir Danau Galilea. Sebenarnya Kristus dapat menghidangkan di hadapan orang banyak itu suatu santapan yang mewah, tetapi makanan yang hanya memuaskan hawa nafsu itu tidak mengandung pelajaran buat mereka. Kristus mengajar mereka dengan pelajaran ini bahwa bekal alamiah yang disediakan Allah bagi manusia telah diputarbalikkan. Belum pemah orang banyak itu menikmati pesta mewah yang disediakan untuk memuaskan nafsu buruk sebagaimana yang orang banyak ini dapat menikmati istirahat dan makanan yang sederhana yang diadakan Kristus yang begitu jauh dari kediaman manusia.
KSZ1 398.1 Jikalau manusia dewasa ini berlaku sederhana di dalam kebiasaan me-reka, hidup sesuai dengan hukum alam, sebagaimana Adam dan Hawa pada awal dunia, maka akan limpahlah persediaan bagi keperluan ma-nusia. Akan berkuranglah keperluan yang diangan-angankan, dan lebih banyak kesempatan bekerja di dalam cara-cara Allah. Tetapi roh cinta diri dan pemanjaan hawa nafsu itulah yang telah membawa dosa dan malapetaka ke dalam dunia ini, oleh sifat bermewah-mewahan di satu pihak dan kekurangan di pihak yang lain.
KSZ1 398.2 Yesus tidak berusaha menarik orang banyak kepada-Nya dengan memuaskan keinginan akan kemewahan. Kepada rombongan yang amat besar itu, yang telah letih dan lapar sepanjang hari-hari yang mengesan-kan itu, makanan yang sederhana itu adalah suatu jaminan bukan hanya mengenai kuasa-Nya, tetapi juga mengenai pemeliharaan-Nya yang pe-nuh kasih sayang bagi mereka akan kebutuhan hidup sehari-hari. Juruse-lamat tidak menjanjikan kemewahan dunia kepada pengikut-pengikutNya; makanan mereka sederhana, bahkan berkekurangan; nasib mereka mungkin di dalam kemiskinan, tetapi firman-Nya menjanjikan bahwa keperluan mereka akan dicukupkan, dan Ia telah menjanjikan yang jauh lebih baik daripada kekayaan duniawi,—penghiburan yang kekal akan kehadiran-Nya sendiri.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
8 Maret 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
Halaman 397-398 | Pasal 39, Paragraf 5-8 | KSZ1 397.1-KSZ1 398.2
Ayat Inti:
Matius 14:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 36 membaca Bab 39: Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-36-hari-2-2027-03-08
Teks Lengkap:
Ia yang mengajar orang banyak mengenai jalan untuk memperoleh damai dan kebahagiaan juga sangat memikirkan keperluan jasmani sama seperti keperluan rohani mereka. Orang banyak telah letih dan lemah. Di antara orang banyak itu terdapatlah ibu-ibu yang sedang menggendong bayi-bayi mereka, dan kanak-kanak yang bergayut pada baju mereka. Banyak yang berdiri berjam-jam lamanya. Perhatian mereka begitu terpaku pada perkataan Kristus, sehingga mereka lupa duduk, dan begitu padatnya orang banyak itu sehingga ada bahaya untuk saling menginjak satu dengan yang lain. Yesus memberikan mereka kesempatan untuk beristirahat, dan Ia menyuruh mereka supaya duduk. Di tempat itu banyak rumput, dan mereka semua dapat beristirahat dengan senang. [KSZ1 397.1]
Kristus tidak pemah mengadakan suatu mukjizat kecuali untuk keper-luan yang sungguh-sungguh dan tiap-tiap mukjizat itu bersifat memimpin orang banyak kepada pohon kehidupan yang daun-daunnya untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Makanan yang sederhana yang diedar-kan oleh tangan murid-murid mengandung suatu pelajaran yang amat penting. Makanan yang sederhanalah yang telah disediakan: ikan dan roti adalah makanan sehari-hari bagi para nelayan yang hidup di pesisir Danau Galilea. Sebenarnya Kristus dapat menghidangkan di hadapan orang banyak itu suatu santapan yang mewah, tetapi makanan yang hanya memuaskan hawa nafsu itu tidak mengandung pelajaran buat mereka. Kristus mengajar mereka dengan pelajaran ini bahwa bekal alamiah yang disediakan Allah bagi manusia telah diputarbalikkan. Belum pemah orang banyak itu menikmati pesta mewah yang disediakan untuk memuaskan nafsu buruk sebagaimana yang orang banyak ini dapat menikmati istirahat dan makanan yang sederhana yang diadakan Kristus yang begitu jauh dari kediaman manusia. [KSZ1 397.2]
Jikalau manusia dewasa ini berlaku sederhana di dalam kebiasaan me-reka, hidup sesuai dengan hukum alam, sebagaimana Adam dan Hawa pada awal dunia, maka akan limpahlah persediaan bagi keperluan ma-nusia. Akan berkuranglah keperluan yang diangan-angankan, dan lebih banyak kesempatan bekerja di dalam cara-cara Allah. Tetapi roh cinta diri dan pemanjaan hawa nafsu itulah yang telah membawa dosa dan malapetaka ke dalam dunia ini, oleh sifat bermewah-mewahan di satu pihak dan kekurangan di pihak yang lain. [KSZ1 398.1]
Yesus tidak berusaha menarik orang banyak kepada-Nya dengan memuaskan keinginan akan kemewahan. Kepada rombongan yang amat besar itu, yang telah letih dan lapar sepanjang hari-hari yang mengesan-kan itu, makanan yang sederhana itu adalah suatu jaminan bukan hanya mengenai kuasa-Nya, tetapi juga mengenai pemeliharaan-Nya yang pe-nuh kasih sayang bagi mereka akan kebutuhan hidup sehari-hari. Juruse-lamat tidak menjanjikan kemewahan dunia kepada pengikut-pengikutNya; makanan mereka sederhana, bahkan berkekurangan; nasib mereka mungkin di dalam kemiskinan, tetapi firman-Nya menjanjikan bahwa keperluan mereka akan dicukupkan, dan Ia telah menjanjikan yang jauh lebih baik daripada kekayaan duniawi,—penghiburan yang kekal akan kehadiran-Nya sendiri. [KSZ1 398.2]