9 Maret 2027 · Hari 3
Hari 3: Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
Halaman 398-400 | Pasal 39, Paragraf 9-11 | KSZ1 398.3-KSZ1 400.1
Ayat Inti
Matius 14:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 36 membaca Bab 39: Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 398.3 Dalam memberi makan lima ribu orang ini, Yesus mengangkat tudung dari dunia alam, lalu menunjukkan kuasa yang senantiasa dipraktikkan demi kebaikan itu. Di dalam hasil panen di bumi Allah sedang mengada-kan suatu mukjizat setiap hari. Melalui perantaraan alam pekerjaan yang serupa itu juga dilaksanakan di dalam memberi makan orang banyak itu. Manusia menyediakan tanah dan menabur benih, tetapi hidup yang dari Allah yang menyebabkan benih itu berkecambah. Hujan, udara dan cahaya matahari yang dari Allah itulah yang menyebabkan benih itu mengeluarkan, “mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butirbutir yang penuh isinya dalam bulir itu.” Mrk. 4:28. Aliahlah yang memberi makan berjuta-juta manusia setiap hari dari tuaian ladang-la-dang di bumi. Manusia dipanggil untuk mengerjakannya bersama Allah di dalam pemeliharaan gandum dan penyediaan ketul roti, dan oleh sebab ini mereka kehilangan pandangan akan wakil Ilahi itu. Mereka tidak memuliakan Allah yang sepatutnya karena nama-Nya suci. Pekerjaan kuasa-Nya dianggap sebagai hasil penyebab alamiah atau alat manusia. Manusia dipermuliakan di tempat Allah, dan pemberian-Nya yang mulia diselewengkan untuk kepentingan diri sendiri, dan menjadi suatu kutuk gantinya menjadi berkat. Allah berusaha mengubah semua perkara ini. Ia rindu agar perasaan kita yang tumpul ini dipertajam untuk memperhatikan kebajikan-Nya yang penuh kasihan itu lalu memuliakan Dia karena pekerjaan kuasa-Nya. Ia rindu agar kita mengenal Dia di dalam pemberian-Nya, supaya itu dapat menjadi suatu berkat bagi kita seperti yang dikehendaki-Nya. Untuk maksud inilah maka mukjizat-mukjizat Kristus diadakan.
KSZ1 399.1 Setelah orang banyak itu diberi makan, masih berkelimpahan juga sisanya. Tetapi Ia yang mempunyai segala sumber kuasa yang tiada ter-batas itu berkata: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” Perkataan ini lebih berarti daripada sekadar menaruh roti ke dalam bakul. Di dalamnya terkandung dua buah pela-jaran. Tiada yang boleh terbuang-buang. Janganlah kita menyia-nyiakan keuntungan jasmani. Kita jangan melalaikan sesuatu yang dapat berman-faat bagi seseorang. Biarlah segala sesuatu dikumpulkan yang dapat memenuhi keperluan seseorang yang lapar di dunia ini. Demikian pu-lalah yang patut dilakukan terhadap perkara-perkara rohani. Apabila sisa-sisa, yang dimasukkan dalam bakul sudah dikumpulkan, orang ba-nyak itu teringat akan sahabat-sahabat mereka di rumah. Mereka mau agar sahabat-sahabatnya juga dapat menikmati roti yang telah diberkati Kristus. Isi bakul-bakul roti itu telah dibagi-bagi pada mereka yang me-merlukannya, dan dibawa pulang ke tempat mereka yang terpencar-pen-car di sekitar daerah itu. Demikian juga orang yang telah hadir pada pesta ini memberikan kepada orang lain roti yang telah turun dari surga, untuk memuaskan jiwa yang lapar. Mereka patut mengulangi apa yang mereka telah pelajari mengenai perkara-perkara ajaib yang datang dari Allah. Tiada yang patut terbuang percuma. Tiada sepatah kata pun yang berhu-bungan dengan keselamatan kekal yang terbuang percuma di atas tanah.
KSZ1 400.1 Mukjizat tentang beberapa ketul roti ini mengajarkan suatu pelajaran tentang ketergantungan pada Allah. Bila Kristus memberi makan lima ribu orang, tiada bahan makanan di tangan-Nya. Kelihatannya Ia tidak mempunyai ikhtiar atas perintah-Nya. Di sinilah Ia, bersama lima ribu orang, di samping wanita dan anak-anak di padang gurun. Ia tidak meng-undang orang banyak itu supaya mengikut Dia; mereka datang tanpa undangan atau perintah; tetapi Ia tahu bahwa sesudah mereka mendengar petunjuk-petunjuk-Nya begitu lama, mereka akan merasa lapar dan letih; karena la juga satu dengan mereka di dalam memerlukan makanan. Mereka sangat jauh dari rumah, dan malam sudah hampir tiba. Banyak dari antara mereka itu tidak mempunyai apa-apa untuk membeli makanan. la yang demi kepentingan mereka telah berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun tidak akan membiarkan mereka menderita pulang ke rumah dengan puasa pula. Penentuan Allah telah menempatkan Yesus di mana Ia berada; dan Ia bergantung kepada Bapa-Nya yang di surga untuk menyediakan sesuatu dalam meringankan kekurangan orang banyak.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
9 Maret 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 39 - “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN”
Halaman 398-400 | Pasal 39, Paragraf 9-11 | KSZ1 398.3-KSZ1 400.1
Ayat Inti:
Matius 14:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 36 membaca Bab 39: Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-36-hari-3-2027-03-09
Teks Lengkap:
Dalam memberi makan lima ribu orang ini, Yesus mengangkat tudung dari dunia alam, lalu menunjukkan kuasa yang senantiasa dipraktikkan demi kebaikan itu. Di dalam hasil panen di bumi Allah sedang mengada-kan suatu mukjizat setiap hari. Melalui perantaraan alam pekerjaan yang serupa itu juga dilaksanakan di dalam memberi makan orang banyak itu. Manusia menyediakan tanah dan menabur benih, tetapi hidup yang dari Allah yang menyebabkan benih itu berkecambah. Hujan, udara dan cahaya matahari yang dari Allah itulah yang menyebabkan benih itu mengeluarkan, “mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butirbutir yang penuh isinya dalam bulir itu.” Mrk. 4:28. Aliahlah yang memberi makan berjuta-juta manusia setiap hari dari tuaian ladang-la-dang di bumi. Manusia dipanggil untuk mengerjakannya bersama Allah di dalam pemeliharaan gandum dan penyediaan ketul roti, dan oleh sebab ini mereka kehilangan pandangan akan wakil Ilahi itu. Mereka tidak memuliakan Allah yang sepatutnya karena nama-Nya suci. Pekerjaan kuasa-Nya dianggap sebagai hasil penyebab alamiah atau alat manusia. Manusia dipermuliakan di tempat Allah, dan pemberian-Nya yang mulia diselewengkan untuk kepentingan diri sendiri, dan menjadi suatu kutuk gantinya menjadi berkat. Allah berusaha mengubah semua perkara ini. Ia rindu agar perasaan kita yang tumpul ini dipertajam untuk memperhatikan kebajikan-Nya yang penuh kasihan itu lalu memuliakan Dia karena pekerjaan kuasa-Nya. Ia rindu agar kita mengenal Dia di dalam pemberian-Nya, supaya itu dapat menjadi suatu berkat bagi kita seperti yang dikehendaki-Nya. Untuk maksud inilah maka mukjizat-mukjizat Kristus diadakan. [KSZ1 398.3]
Setelah orang banyak itu diberi makan, masih berkelimpahan juga sisanya. Tetapi Ia yang mempunyai segala sumber kuasa yang tiada ter-batas itu berkata: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” Perkataan ini lebih berarti daripada sekadar menaruh roti ke dalam bakul. Di dalamnya terkandung dua buah pela-jaran. Tiada yang boleh terbuang-buang. Janganlah kita menyia-nyiakan keuntungan jasmani. Kita jangan melalaikan sesuatu yang dapat berman-faat bagi seseorang. Biarlah segala sesuatu dikumpulkan yang dapat memenuhi keperluan seseorang yang lapar di dunia ini. Demikian pu-lalah yang patut dilakukan terhadap perkara-perkara rohani. Apabila sisa-sisa, yang dimasukkan dalam bakul sudah dikumpulkan, orang ba-nyak itu teringat akan sahabat-sahabat mereka di rumah. Mereka mau agar sahabat-sahabatnya juga dapat menikmati roti yang telah diberkati Kristus. Isi bakul-bakul roti itu telah dibagi-bagi pada mereka yang me-merlukannya, dan dibawa pulang ke tempat mereka yang terpencar-pen-car di sekitar daerah itu. Demikian juga orang yang telah hadir pada pesta ini memberikan kepada orang lain roti yang telah turun dari surga, untuk memuaskan jiwa yang lapar. Mereka patut mengulangi apa yang mereka telah pelajari mengenai perkara-perkara ajaib yang datang dari Allah. Tiada yang patut terbuang percuma. Tiada sepatah kata pun yang berhu-bungan dengan keselamatan kekal yang terbuang percuma di atas tanah. [KSZ1 399.1]
Mukjizat tentang beberapa ketul roti ini mengajarkan suatu pelajaran tentang ketergantungan pada Allah. Bila Kristus memberi makan lima ribu orang, tiada bahan makanan di tangan-Nya. Kelihatannya Ia tidak mempunyai ikhtiar atas perintah-Nya. Di sinilah Ia, bersama lima ribu orang, di samping wanita dan anak-anak di padang gurun. Ia tidak meng-undang orang banyak itu supaya mengikut Dia; mereka datang tanpa undangan atau perintah; tetapi Ia tahu bahwa sesudah mereka mendengar petunjuk-petunjuk-Nya begitu lama, mereka akan merasa lapar dan letih; karena la juga satu dengan mereka di dalam memerlukan makanan. Mereka sangat jauh dari rumah, dan malam sudah hampir tiba. Banyak dari antara mereka itu tidak mempunyai apa-apa untuk membeli makanan. la yang demi kepentingan mereka telah berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun tidak akan membiarkan mereka menderita pulang ke rumah dengan puasa pula. Penentuan Allah telah menempatkan Yesus di mana Ia berada; dan Ia bergantung kepada Bapa-Nya yang di surga untuk menyediakan sesuatu dalam meringankan kekurangan orang banyak. [KSZ1 400.1]