27 Maret 2027 · Hari 7
Hari 7: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 426-428 | Pasal 41, Paragraf 44-50 | KSZ1 426.3-KSZ1 428.1
Ayat Inti
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 426.3 Petrus menyahut dengan bertanya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah yang kudus dari Allah.”
KSZ1 426.4 “Kepada siapakah kami akan pergi?” Guru-guru Israel diperbudak dengan ketelitian dalam upacara secara lahiriah. Orang-orang Farisi dan Saduki senantiasa bertengkar. Meninggalkan Yesus berarti jatuh di antara para penyokong upacara agama, serta orang-orang yang bercita-cita mencari kemuliaan bagi diri sendiri. Murid-murid telah mendapat lebih banyak damai dan kesukaan sejak mereka menerima Kristus daripada dalam segala kehidupan mereka pada masa yang silam. Bagaimanakah mereka dapat kepada orang-orang yang telah menghina dan menganiaya Sahabat orang berdosa? Sudah lama mereka mengharapkan Mesias, dan kini Ia sudah datang, dan mereka tidak dapat berbalik dari hadirat-Nya dan pergi kepada orang-orang yang sedang memburu nyawa-Nya, dan telah menganiaya mereka karena menjadi pengikut-Nya.
KSZ1 426.5 “Kepada siapakah kami akan pergi?” Tidak mungkin meninggalkan ajaran Kristus, pelajaran-Nya tentang kasih dan kemurahan, lalu pergi kepada kegelapan kurang percaya, kepada kejahatan dunia. Sementara Juruselamat ditinggalkan oleh banyak orang yang sudah menyaksikan perbuatan-Nya yang ajaib. Petrus mengungkapkan iman murid-murid— “Engkau adalah Mesias.” Pemikiran akan kehilangan jangkar bagi jiwa mereka memenuhi mereka dengan ketakutan dan kepedihan. Tidak mempunyai Juruselamat berarti hanyut di lautan yang gelap dan banyak angin ribut.
KSZ1 427.1 Banyak perkataan dan perbuatan Yesus kelihatan sukar dipahami de-ngan pikiran yang terbatas, tetapi setiap perkataan dan perbuatan mem-punyai maksud tertentu dalam pekerjaan penebusan kita; setiap perkara itu diperhitungkan untuk memberikan hasilnya sendiri. Jika kita sanggup mengerti maksud-maksud-Nya, semuanya akan kelihatan penting, sem-purna dan sesuai dengan tugas-Nya.
KSZ1 427.2 Meskipun kite tidak dapat mengerti segala perbuatan dan jalan Allah, .V3 melihat kasih-Nya yang besar, yang menjadi dasar segala perlakuan-Nya terhadap manusia, Ia yang tinggal dekat Yesus akan me-ngerti banyak tentang rahasia kesalehan. Ia akan mengakui kemurahan yang memberikan teguran, yang menguji tabiat, dan menyatakan niat hati.
KSZ1 427.3 Ketika Yesus mengemukakan kebenaran yang menguji, yang menye-babkan begitu banyak dari murid-murid-Nya berbalik, Ia mengetahui apa yang akan diakibatkan oleh perkataan-Nya; tetapi Ia hendak memenuhi suatu maksud kemurahan. Ia melihat jauh ke depan bahwa pada saat pen-cobaan setiap murid-Nya yang kekasih akan diuji dengan keras. Sengsara-Nya di Getsemani, perihal Ia dikhianati dan disalibkan, merupakan suatu ujian yang paling berat bagi mereka. Sekiranya tidak diberikan uji-an lebih dulu, banyak orang yang didorong hanya oleh motif yang me-mentingkan diri akan bergabung dengan mereka. Ketika Tuhan mereka dihukum di ruang pengadilan; ketika orang banyak yang pernah menye-rukan Dia sebagai raja kini mencemooh Dia serta menghina Dia; ketika orang banyak yang mengejek berseru, “Salibkan Dia!”; ketika mereka dikecewakan dalam cita-cita dunrawi, oleh mengingkari kesetiaan mereka kepada Yesus, sebenarnya orang-orang yang mencari kepentingan diri sendiri ini akan membawa kesusahan yang pahit dan membebani hati, selain dari kesedihan dan kekecewaan mereka karena hilangnya harapan mereka yang paling disukai. Pada saat kegelapan itu, teladan di pihak orang-orang yang berbalik dari Dia sebenarnya dapat menyeret orang lain mengikuti mereka. Tetapi Yesus mendatangkan krisis ini namun oleh hadirat-Nya sendiri Ia dapat menguatkan iman para pengikut-Nya yang benar.
KSZ1 428.1 Penebus yang menaruh belas kasihan, yang sangat mengetahui nasib yang menunggu Dia, memuluskan jalan bagi murid-murid, menyiapkan mereka untuk ujian tertinggi, serta menguatkan mereka untuk menghadapi ujian terakhir.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
27 Maret 2027 | Hari 7
Hari 7: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 426-428 | Pasal 41, Paragraf 44-50 | KSZ1 426.3-KSZ1 428.1
Ayat Inti:
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-38-hari-7-2027-03-27
Teks Lengkap:
Petrus menyahut dengan bertanya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah yang kudus dari Allah.” [KSZ1 426.3]
“Kepada siapakah kami akan pergi?” Guru-guru Israel diperbudak dengan ketelitian dalam upacara secara lahiriah. Orang-orang Farisi dan Saduki senantiasa bertengkar. Meninggalkan Yesus berarti jatuh di antara para penyokong upacara agama, serta orang-orang yang bercita-cita mencari kemuliaan bagi diri sendiri. Murid-murid telah mendapat lebih banyak damai dan kesukaan sejak mereka menerima Kristus daripada dalam segala kehidupan mereka pada masa yang silam. Bagaimanakah mereka dapat kepada orang-orang yang telah menghina dan menganiaya Sahabat orang berdosa? Sudah lama mereka mengharapkan Mesias, dan kini Ia sudah datang, dan mereka tidak dapat berbalik dari hadirat-Nya dan pergi kepada orang-orang yang sedang memburu nyawa-Nya, dan telah menganiaya mereka karena menjadi pengikut-Nya. [KSZ1 426.4]
“Kepada siapakah kami akan pergi?” Tidak mungkin meninggalkan ajaran Kristus, pelajaran-Nya tentang kasih dan kemurahan, lalu pergi kepada kegelapan kurang percaya, kepada kejahatan dunia. Sementara Juruselamat ditinggalkan oleh banyak orang yang sudah menyaksikan perbuatan-Nya yang ajaib. Petrus mengungkapkan iman murid-murid— “Engkau adalah Mesias.” Pemikiran akan kehilangan jangkar bagi jiwa mereka memenuhi mereka dengan ketakutan dan kepedihan. Tidak mempunyai Juruselamat berarti hanyut di lautan yang gelap dan banyak angin ribut. [KSZ1 426.5]
Banyak perkataan dan perbuatan Yesus kelihatan sukar dipahami de-ngan pikiran yang terbatas, tetapi setiap perkataan dan perbuatan mem-punyai maksud tertentu dalam pekerjaan penebusan kita; setiap perkara itu diperhitungkan untuk memberikan hasilnya sendiri. Jika kita sanggup mengerti maksud-maksud-Nya, semuanya akan kelihatan penting, sem-purna dan sesuai dengan tugas-Nya. [KSZ1 427.1]
Meskipun kite tidak dapat mengerti segala perbuatan dan jalan Allah, .V3 melihat kasih-Nya yang besar, yang menjadi dasar segala perlakuan-Nya terhadap manusia, Ia yang tinggal dekat Yesus akan me-ngerti banyak tentang rahasia kesalehan. Ia akan mengakui kemurahan yang memberikan teguran, yang menguji tabiat, dan menyatakan niat hati. [KSZ1 427.2]
Ketika Yesus mengemukakan kebenaran yang menguji, yang menye-babkan begitu banyak dari murid-murid-Nya berbalik, Ia mengetahui apa yang akan diakibatkan oleh perkataan-Nya; tetapi Ia hendak memenuhi suatu maksud kemurahan. Ia melihat jauh ke depan bahwa pada saat pen-cobaan setiap murid-Nya yang kekasih akan diuji dengan keras. Sengsara-Nya di Getsemani, perihal Ia dikhianati dan disalibkan, merupakan suatu ujian yang paling berat bagi mereka. Sekiranya tidak diberikan uji-an lebih dulu, banyak orang yang didorong hanya oleh motif yang me-mentingkan diri akan bergabung dengan mereka. Ketika Tuhan mereka dihukum di ruang pengadilan; ketika orang banyak yang pernah menye-rukan Dia sebagai raja kini mencemooh Dia serta menghina Dia; ketika orang banyak yang mengejek berseru, “Salibkan Dia!”; ketika mereka dikecewakan dalam cita-cita dunrawi, oleh mengingkari kesetiaan mereka kepada Yesus, sebenarnya orang-orang yang mencari kepentingan diri sendiri ini akan membawa kesusahan yang pahit dan membebani hati, selain dari kesedihan dan kekecewaan mereka karena hilangnya harapan mereka yang paling disukai. Pada saat kegelapan itu, teladan di pihak orang-orang yang berbalik dari Dia sebenarnya dapat menyeret orang lain mengikuti mereka. Tetapi Yesus mendatangkan krisis ini namun oleh hadirat-Nya sendiri Ia dapat menguatkan iman para pengikut-Nya yang benar. [KSZ1 427.3]
Penebus yang menaruh belas kasihan, yang sangat mengetahui nasib yang menunggu Dia, memuluskan jalan bagi murid-murid, menyiapkan mereka untuk ujian tertinggi, serta menguatkan mereka untuk menghadapi ujian terakhir. [KSZ1 428.1]