26 Juli 2026 · Hari 1
Hari 1: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 49-50 | Pasal 6, Paragraf 1-4 | KSZ1 49.1-KSZ1 50.1
Ayat Inti
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 49.1 “Sesudah Yesus Dilahirkan Di Betlehem Di Tanah Yudea, Pada Zaman Raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem, dan bertanya-tanya: Di manakah raja orang Yahudi yang baru lahir itu? karena kami sudah melihat bintang-Nya di sebelah Timur, maka kami datang hendak menyembah Dia.”
KSZ1 49.2 Orang Majus yang datang dari Timur itu adalah ahli-ahli filsafat. Mereka termasuk dalam golongan yang besar dan berpengaruh, yang meliputi orang bangsawan, dan memiliki banyak harta dan pengetahuan bangsa mereka. Di antara orang-orang ini banyak yang memperdayakan kepercayaan yang bukan-bukan dari khalayak ramai. Yang lainnya adalah orang-orang yang tulus hati, yang suka mempelajari segala petunjuk Allah dalam alam kejadian dan yang dihormati atas kejujuran serta akal budi mereka. Inilah sifat orang Majus yang datang kepada Yesus.
KSZ1 49.3 Terang Allah selamanya bersinar di tengah kegelapan kekafiran. Sementara orang Majus ini mempelajari angkasa yang penuh bintang itu, dan berusaha menduga rahasia yang tersembunyi pada jalan-jalannya yang gemerlapan itu, nampaklah oleh mereka kemuliaan Khalik. Dalam usaha mencari pengetahuan yang lebih terang, mereka berpaling kepada Alkitab Ibrani. Di negeri mereka sendiri ada tulisan-tulisan nubuat yang meramalkan kedatangan seorang guru Ilahi. Bileam termasuk golongan para ahli nujum, sungguhpun ia pernah menjadi nabi Allah; oleh Roh Kudus ia telah meramalkan kemakmuran Israel dan kedatangan Mesias; dan nubuatan-nubuatannya itu telah disampaikan oleh tradisi dari abad ke abad. Tetapi dalam Perjanjian Lama kedatangan Juruselamat dinyatakan lebih jelas. Orang Majus itu mempelajari dengan kesukaan bahwa kedatangan-Nya sudah dekat, dan seluruh dunia harus dipenuhi dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan.
KSZ1 50.1 Orang Majus itu telah melihat sebuah cahaya ajaib di angkasa pada malam ketika kemuliaan Allah meliputi bukit-bukit Betlehem. Ketika cahaya tersebut berangsur-angsur pudar timbullah sebuah bintang yang gemerlapan, dan berpindah perlahan-lahan di angkasa. Itu bukannya se-buah bintang biasa ataupun sebuah planet, dan pemandangan itu mem-bangkitkan perhatian yang amat sangat. Bintang itu adalah sepasukan malaikat yang bercahaya-cahaya jauh di angkasa, akan tetapi tentang ini tiada diketahui apa-apa oleh orang Majus itu. Namun mereka mendapat kesan bahwa bintang tersebut mengandung arti yang istimewa bagi mereka. Mereka pergi bertanya kepada imam-imam dan ahli-ahli filsafat, serta menyelidiki gulungan catatan purbakala. Nubuatan Bileam telah menandaskan, ‘’Bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel.” Bilangan 24:17. Mungkinkah bintang yang aneh ini dikirim mendahului kedatangan Yang Dijanjikan itu? Orang Majus itu telah menyambut baik terang kebenaran yang dikirim dari surga; kini terang itu dicurahkan atas mereka dengan cahaya yang lebih gemilang. Dengan perantaraan mimpi mereka disuruh mencari Raja yang baru lahir itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
26 Juli 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 49-50 | Pasal 6, Paragraf 1-4 | KSZ1 49.1-KSZ1 50.1
Ayat Inti:
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-4-hari-1-2026-07-26
Teks Lengkap:
“Sesudah Yesus Dilahirkan Di Betlehem Di Tanah Yudea, Pada Zaman Raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem, dan bertanya-tanya: Di manakah raja orang Yahudi yang baru lahir itu? karena kami sudah melihat bintang-Nya di sebelah Timur, maka kami datang hendak menyembah Dia.” [KSZ1 49.1]
Orang Majus yang datang dari Timur itu adalah ahli-ahli filsafat. Mereka termasuk dalam golongan yang besar dan berpengaruh, yang meliputi orang bangsawan, dan memiliki banyak harta dan pengetahuan bangsa mereka. Di antara orang-orang ini banyak yang memperdayakan kepercayaan yang bukan-bukan dari khalayak ramai. Yang lainnya adalah orang-orang yang tulus hati, yang suka mempelajari segala petunjuk Allah dalam alam kejadian dan yang dihormati atas kejujuran serta akal budi mereka. Inilah sifat orang Majus yang datang kepada Yesus. [KSZ1 49.2]
Terang Allah selamanya bersinar di tengah kegelapan kekafiran. Sementara orang Majus ini mempelajari angkasa yang penuh bintang itu, dan berusaha menduga rahasia yang tersembunyi pada jalan-jalannya yang gemerlapan itu, nampaklah oleh mereka kemuliaan Khalik. Dalam usaha mencari pengetahuan yang lebih terang, mereka berpaling kepada Alkitab Ibrani. Di negeri mereka sendiri ada tulisan-tulisan nubuat yang meramalkan kedatangan seorang guru Ilahi. Bileam termasuk golongan para ahli nujum, sungguhpun ia pernah menjadi nabi Allah; oleh Roh Kudus ia telah meramalkan kemakmuran Israel dan kedatangan Mesias; dan nubuatan-nubuatannya itu telah disampaikan oleh tradisi dari abad ke abad. Tetapi dalam Perjanjian Lama kedatangan Juruselamat dinyatakan lebih jelas. Orang Majus itu mempelajari dengan kesukaan bahwa kedatangan-Nya sudah dekat, dan seluruh dunia harus dipenuhi dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan. [KSZ1 49.3]
Orang Majus itu telah melihat sebuah cahaya ajaib di angkasa pada malam ketika kemuliaan Allah meliputi bukit-bukit Betlehem. Ketika cahaya tersebut berangsur-angsur pudar timbullah sebuah bintang yang gemerlapan, dan berpindah perlahan-lahan di angkasa. Itu bukannya se-buah bintang biasa ataupun sebuah planet, dan pemandangan itu mem-bangkitkan perhatian yang amat sangat. Bintang itu adalah sepasukan malaikat yang bercahaya-cahaya jauh di angkasa, akan tetapi tentang ini tiada diketahui apa-apa oleh orang Majus itu. Namun mereka mendapat kesan bahwa bintang tersebut mengandung arti yang istimewa bagi mereka. Mereka pergi bertanya kepada imam-imam dan ahli-ahli filsafat, serta menyelidiki gulungan catatan purbakala. Nubuatan Bileam telah menandaskan, ‘’Bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel.” Bilangan 24:17. Mungkinkah bintang yang aneh ini dikirim mendahului kedatangan Yang Dijanjikan itu? Orang Majus itu telah menyambut baik terang kebenaran yang dikirim dari surga; kini terang itu dicurahkan atas mereka dengan cahaya yang lebih gemilang. Dengan perantaraan mimpi mereka disuruh mencari Raja yang baru lahir itu. [KSZ1 50.1]