Hari 7: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
1 Agustus 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”

Halaman 57-57 | Pasal 6, Paragraf 25-27 | KSZ1 57.1-KSZ1 57.3

Ayat Inti

Matius 2:2

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 57.1 Yusuf, yang masih tinggal di Mesir itu, sekarang disuruh oleh seorang malaikat Allah untuk ke negeri Israel. Karena memandang Yesus sebagai ahli waris takhta Daud, Yusuf ingin tinggal di Betlehem; tetapi ketika mendengar bahwa Arkhelaus memerintah di Yudea sebagai pengganti ayahnya, ia takut kalau-kalau rencana ayahnya terhadap Kristus dilaksanakan oleh anaknya itu. Dari semua putra Herodes, Arkhilauslah yang paling serupa dengan dia dalam tabiat. Ketika ia mengambil alih pemerintahan, peristiwa itu telah ditandai dengan suatu huru hara di Yerusalem dan pembantaian beribu-ribu orang Yahudi oleh para pengawal Romawi.

KSZ1 57.2 Sekali lagi Yusuf dituntun ke sebuah tempat yang aman. Ia pulang ke Nazaret, kampung halamannya yang dahulu dan di sini kurang lebih tiga puluh tahun lamanya Yesus tinggal, ‘’supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Yesus akan disebut Orang Nazaret. Galilea adalah di bawah kekuasaan seorang putra Herodes, akan tetapi daerah itu mempunyai campuran penduduk asing yang jauh lebih besar daripada Yudea. Dengan demikian makin kuranglah perhatian dalam persoalan yang ada sangkut paut khusus dengan orang Yahudi, dan pengakuan tentang Yesus pun akan kurang kemungkinan membangkitkan kecemburuan orang-orang yang memegang kekuasaan.

KSZ1 57.3 Demikianlah sambutan terhadap Juruselamat tatkala la datang ke dunia ini. Tampaknya tiadalah tempat beristirahat atau tempat yang aman bagi Penebus yang masih bayi itu. Allah tidak dapat mempercayakan Putra-Nya yang tercinta itu kepada manusia, sungguhpun pada waktu sedang melaksanakan pekerjaan-Nya demi keselamatan mereka. Disuruh-Nya malaikat-malaikat untuk mengawal Yesus dan untuk melindungi Dia hingga Ia menyelesaikan kelak tugas-Nya di dunia ini, dan mati oleh tangan orang-orang yang hendak diselamatkan-Nya.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

1 Agustus 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 57-57 | Pasal 6, Paragraf 25-27 | KSZ1 57.1-KSZ1 57.3

Ayat Inti:
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-4-hari-7-2026-08-01

Teks Lengkap:

Yusuf, yang masih tinggal di Mesir itu, sekarang disuruh oleh seorang malaikat Allah untuk ke negeri Israel. Karena memandang Yesus sebagai ahli waris takhta Daud, Yusuf ingin tinggal di Betlehem; tetapi ketika mendengar bahwa Arkhelaus memerintah di Yudea sebagai pengganti ayahnya, ia takut kalau-kalau rencana ayahnya terhadap Kristus dilaksanakan oleh anaknya itu. Dari semua putra Herodes, Arkhilauslah yang paling serupa dengan dia dalam tabiat. Ketika ia mengambil alih pemerintahan, peristiwa itu telah ditandai dengan suatu huru hara di Yerusalem dan pembantaian beribu-ribu orang Yahudi oleh para pengawal Romawi. [KSZ1 57.1]

Sekali lagi Yusuf dituntun ke sebuah tempat yang aman. Ia pulang ke Nazaret, kampung halamannya yang dahulu dan di sini kurang lebih tiga puluh tahun lamanya Yesus tinggal, ‘’supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Yesus akan disebut Orang Nazaret. Galilea adalah di bawah kekuasaan seorang putra Herodes, akan tetapi daerah itu mempunyai campuran penduduk asing yang jauh lebih besar daripada Yudea. Dengan demikian makin kuranglah perhatian dalam persoalan yang ada sangkut paut khusus dengan orang Yahudi, dan pengakuan tentang Yesus pun akan kurang kemungkinan membangkitkan kecemburuan orang-orang yang memegang kekuasaan. [KSZ1 57.2]

Demikianlah sambutan terhadap Juruselamat tatkala la datang ke dunia ini. Tampaknya tiadalah tempat beristirahat atau tempat yang aman bagi Penebus yang masih bayi itu. Allah tidak dapat mempercayakan Putra-Nya yang tercinta itu kepada manusia, sungguhpun pada waktu sedang melaksanakan pekerjaan-Nya demi keselamatan mereka. Disuruh-Nya malaikat-malaikat untuk mengawal Yesus dan untuk melindungi Dia hingga Ia menyelesaikan kelak tugas-Nya di dunia ini, dan mati oleh tangan orang-orang yang hendak diselamatkan-Nya. [KSZ1 57.3]