Hari 2: Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
5 April 2027 · Hari 2

Hari 2: Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN

Halaman 436-437 | Pasal 43, Paragraf 4-6 | KSZ1 436.2-KSZ1 437.2

Ayat Inti

Efesus 2:14

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 40 membaca Bab 43: Penghalang Dirubuhkan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 436.2 Kristus tidak menjawab permohonan wanita itu dengan segera. Ia menerima utusan dari bangsa yang dihinakan ini sebagaimana cara orang Yahudi melakukannya. Dalam hal ini Ia merencanakan agar muridmurid-Nya mendapat kesan dengan melihat cara yang dingin dan tidak berpengasihan yang digunakan oleh orang Yahudi dalam memperlakukan keadaan seperti itu seperti yang ditunjukkan oleh penerimaanNya akan wanita itu, serta cara yang penuh belas kasihan yang hendaknya mereka gunakan dalam memperlakukan kesengsaraan seperti itu, sebagaimana yang dinyatakan ketika pada akhirnya Ia mengabulkan permohonannya.

KSZ1 437.1 Tetapi meskipun Yesus tidak menjawab, wanita itu tidak goyah imannya. Waktu Ia lewat, Ia seolah-olah tidak mendengarnya, wanita itu mengikuti Dia. seraya melanjutkan permohonannya. Karena terganggu dengan desakannya, murid-murid minta agar Yesus menyuruh dia pergi. Mereka melihat bahwa Tuhannya memperlakukan dia dengan sikap acuh tak acuh, dan itulah sebabnya mereka beranggapan bahwa prasangka orang Yahudi terhadap orang Kanaan berkenan pada-Nya. Tetapi sebe-narnya perempuan itu menyampaikan permohonannya kepada Jurusela-mat yang penuh belas kasihan, dan sebagai jawab terhadap permintaan murid-murid itu Yesus berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Meskipun jawab ini tampaknya sesuai dengan prasangka orang Yahudi, namun merupakan tempelakan tidak langsung kepada murid-murid, yang sesudah itu mereka mengerti juga sebagai sesuatu yang memperingatkan kepada mereka tentang ajaran yang sudah sering dikatakan-Nya kepada mereka—bahwa Ia datang ke dunia ini untuk menyelamatkan semua orang yang mau menerima Dia.

KSZ1 437.2 Wanita itu mendesakkan persoalannya dengan kesungguh-sungguhan yang kian bertambah, tunduk di kaki Kristus, seraya berseru, “Tuhan, tolongiah aku.” Yesus yang tampaknya masih menolak permohonannya, menurut prasangka orang Yahudi yang tidak berperasaan, menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak -anak dan me-lemparkannya kepada anjing.” Ucapan ini sebenarnya menyatakan bahwa tidak layak mengambil berkat-berkat yang dibawa kepada umat Allah yang disenangi dan memberikannya kepada orang asing dan bukan orang Israel. Jawaban ini dapat membuat tawar hati seseorang yang mencari Yesus dengan kurang tekun. Tetapi wanita itu melihat bahwa kesem-patannya sudah tiba. Dalam jawaban Yesus yang tampaknya sebagai penolakan itu. ia melihat belas kasihan yang tidak dapat disembunyikan-Nya. “Benar Tuhan,” jawabnya, “Namun, aniing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Sementara anak-anak dalam lingkungan keluarga makan dari meja sang ayah, anjing-anjing sekalipun tidak ditinggalkan dalam keadaan lapar. Anjing-anjing itu berhak mendapatkan remah-remah yang jatuh dari meja yang disediakan dengan limpahnya. Dengan demikian meski pun banyak berkat diberikan kepada bangsa Israel, tiadakah berkat baginya juga? Ia dipandang sebagai seekor anjing, dan kalau demikian halnya, bukankah anjing pun berhak mendapat remah-remah dari kedermawanan-Nya?

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

5 April 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
Halaman 436-437 | Pasal 43, Paragraf 4-6 | KSZ1 436.2-KSZ1 437.2

Ayat Inti:
Efesus 2:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 40 membaca Bab 43: Penghalang Dirubuhkan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-40-hari-2-2027-04-05

Teks Lengkap:

Kristus tidak menjawab permohonan wanita itu dengan segera. Ia menerima utusan dari bangsa yang dihinakan ini sebagaimana cara orang Yahudi melakukannya. Dalam hal ini Ia merencanakan agar muridmurid-Nya mendapat kesan dengan melihat cara yang dingin dan tidak berpengasihan yang digunakan oleh orang Yahudi dalam memperlakukan keadaan seperti itu seperti yang ditunjukkan oleh penerimaanNya akan wanita itu, serta cara yang penuh belas kasihan yang hendaknya mereka gunakan dalam memperlakukan kesengsaraan seperti itu, sebagaimana yang dinyatakan ketika pada akhirnya Ia mengabulkan permohonannya. [KSZ1 436.2]

Tetapi meskipun Yesus tidak menjawab, wanita itu tidak goyah imannya. Waktu Ia lewat, Ia seolah-olah tidak mendengarnya, wanita itu mengikuti Dia. seraya melanjutkan permohonannya. Karena terganggu dengan desakannya, murid-murid minta agar Yesus menyuruh dia pergi. Mereka melihat bahwa Tuhannya memperlakukan dia dengan sikap acuh tak acuh, dan itulah sebabnya mereka beranggapan bahwa prasangka orang Yahudi terhadap orang Kanaan berkenan pada-Nya. Tetapi sebe-narnya perempuan itu menyampaikan permohonannya kepada Jurusela-mat yang penuh belas kasihan, dan sebagai jawab terhadap permintaan murid-murid itu Yesus berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Meskipun jawab ini tampaknya sesuai dengan prasangka orang Yahudi, namun merupakan tempelakan tidak langsung kepada murid-murid, yang sesudah itu mereka mengerti juga sebagai sesuatu yang memperingatkan kepada mereka tentang ajaran yang sudah sering dikatakan-Nya kepada mereka—bahwa Ia datang ke dunia ini untuk menyelamatkan semua orang yang mau menerima Dia. [KSZ1 437.1]

Wanita itu mendesakkan persoalannya dengan kesungguh-sungguhan yang kian bertambah, tunduk di kaki Kristus, seraya berseru, “Tuhan, tolongiah aku.” Yesus yang tampaknya masih menolak permohonannya, menurut prasangka orang Yahudi yang tidak berperasaan, menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak -anak dan me-lemparkannya kepada anjing.” Ucapan ini sebenarnya menyatakan bahwa tidak layak mengambil berkat-berkat yang dibawa kepada umat Allah yang disenangi dan memberikannya kepada orang asing dan bukan orang Israel. Jawaban ini dapat membuat tawar hati seseorang yang mencari Yesus dengan kurang tekun. Tetapi wanita itu melihat bahwa kesem-patannya sudah tiba. Dalam jawaban Yesus yang tampaknya sebagai penolakan itu. ia melihat belas kasihan yang tidak dapat disembunyikan-Nya. “Benar Tuhan,” jawabnya, “Namun, aniing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Sementara anak-anak dalam lingkungan keluarga makan dari meja sang ayah, anjing-anjing sekalipun tidak ditinggalkan dalam keadaan lapar. Anjing-anjing itu berhak mendapatkan remah-remah yang jatuh dari meja yang disediakan dengan limpahnya. Dengan demikian meski pun banyak berkat diberikan kepada bangsa Israel, tiadakah berkat baginya juga? Ia dipandang sebagai seekor anjing, dan kalau demikian halnya, bukankah anjing pun berhak mendapat remah-remah dari kedermawanan-Nya? [KSZ1 437.2]