7 April 2027 · Hari 4
Hari 4: Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
Halaman 438-439 | Pasal 43, Paragraf 9-10 | KSZ1 438.3-KSZ1 439.1
Ayat Inti
Efesus 2:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 40 membaca Bab 43: Penghalang Dirubuhkan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 438.3 Inilah satu-satunya mukjizat yang diadakan Yesus sementara dalam perjalanan itu. Untuk melakukan perbuatan inilah Ia pergi ke perbatasan Tirus dan Sidon. Ia ingin meringankan derita wanita yang dirundung ma-lang itu, dan pada saat yang sama meninggalkan suatu teladan dalam pekerjaan kemurahan-Nya terhadap salah seorang yang dihinakan untuk kepentingan murid-murid-Nya bila Ia tidak lagi bersama-sama dengan mereka. Ia ingin memimpin mereka keluar dari sifat suka menyendiri orang Yahudi agar mereka menaruh minat untuk bekerja bagi orang lain selain dari bangsa mereka sendiri.
KSZ1 439.1 Yesus ingin mengungkapkan tabir rahasia kebenaran yang dalam itu yang telah tersembunyi berabad-abad lamanya, agar orang Kafir “karena berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.” Ef. 3:6. Kebe-naran inilah yang sangat lambat dipahami oleh murid-murid, dan guru Ilahi itu memberi mereka pelajaran demi pelajaran. Ketika memberi upah atas iman sang perwira di Kapernaum, dan memasyhurkan Injil kepada penduduk Sikhar, Ia telah memberikan bukti bahwa Ia tidak mengambil bagian dari sikap orang Yahudi yang tidak mau menerima paham lain. Tetapi orang-orang Samaria mempunyai suatu pengetahuan akan Allah; dan perwira itu telah menunjukkan kebaikan kepada orang Israel. Seka-rang Yesus mempertemukan murid-murid dengan seorang kafir yang mereka anggap tidak mempunyai alasan melebihi seseorang dari bang-sanya untuk mengharapkan kebaikan dari pada-Nya. Ia hendak memberi-kan suatu teladan tentang bagaimana seorang seperti itu harus diperla-kukan. Murid-murid itu beranggapan bahwa Ia membagikan pemberian anugerah-Nya terlalu bebas. Ia hendak menunjukkan bahwa kasih-Nya tidak dibatasi suku atau bangsa.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
7 April 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 43 - PENGHALANG DIRUBUHKAN
Halaman 438-439 | Pasal 43, Paragraf 9-10 | KSZ1 438.3-KSZ1 439.1
Ayat Inti:
Efesus 2:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 40 membaca Bab 43: Penghalang Dirubuhkan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-40-hari-4-2027-04-07
Teks Lengkap:
Inilah satu-satunya mukjizat yang diadakan Yesus sementara dalam perjalanan itu. Untuk melakukan perbuatan inilah Ia pergi ke perbatasan Tirus dan Sidon. Ia ingin meringankan derita wanita yang dirundung ma-lang itu, dan pada saat yang sama meninggalkan suatu teladan dalam pekerjaan kemurahan-Nya terhadap salah seorang yang dihinakan untuk kepentingan murid-murid-Nya bila Ia tidak lagi bersama-sama dengan mereka. Ia ingin memimpin mereka keluar dari sifat suka menyendiri orang Yahudi agar mereka menaruh minat untuk bekerja bagi orang lain selain dari bangsa mereka sendiri. [KSZ1 438.3]
Yesus ingin mengungkapkan tabir rahasia kebenaran yang dalam itu yang telah tersembunyi berabad-abad lamanya, agar orang Kafir “karena berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.” Ef. 3:6. Kebe-naran inilah yang sangat lambat dipahami oleh murid-murid, dan guru Ilahi itu memberi mereka pelajaran demi pelajaran. Ketika memberi upah atas iman sang perwira di Kapernaum, dan memasyhurkan Injil kepada penduduk Sikhar, Ia telah memberikan bukti bahwa Ia tidak mengambil bagian dari sikap orang Yahudi yang tidak mau menerima paham lain. Tetapi orang-orang Samaria mempunyai suatu pengetahuan akan Allah; dan perwira itu telah menunjukkan kebaikan kepada orang Israel. Seka-rang Yesus mempertemukan murid-murid dengan seorang kafir yang mereka anggap tidak mempunyai alasan melebihi seseorang dari bang-sanya untuk mengharapkan kebaikan dari pada-Nya. Ia hendak memberi-kan suatu teladan tentang bagaimana seorang seperti itu harus diperla-kukan. Murid-murid itu beranggapan bahwa Ia membagikan pemberian anugerah-Nya terlalu bebas. Ia hendak menunjukkan bahwa kasih-Nya tidak dibatasi suku atau bangsa. [KSZ1 439.1]