7 Agustus 2026 · Hari 6
Hari 6: Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Halaman 64-64 | Pasal 7, Paragraf 18-20 | KSZ1 64.1-KSZ1 64.3
Ayat Inti
Lukas 2:52
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 5 membaca Bab 7: Pada Masa Kanak-kanak. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 64.1 Selama Ia hidup di antara manusia, Juruselamat kita turut menanggung nasib fakir miskin. Oleh pengalaman Ia mengetahui keluh kesah dan kesukaran mereka itu, maka Ia dapatlah menghibur dan memberanikan hati segala pekerja yang hina. Orang-orang yang mengerti benar-benar akan pengajaran hidup-Nya, tidak pernah akan merasa bahwa sesuatu perbedaan harus diadakan antara golongan-golongan, bahwa para hartawan harus dihormati melebihi orang miskin.
KSZ1 64.2 Yesus bekerja dengan gembira dan bijaksana. Perlulah banyak kesabaran dan kerohanian untuk dapat membawa agama Alkitab ke dalam kehidupan di rumah tangga dan ke dalam tempat pekerjaan, menanggulangi tekanan perusahaan duniawi, namun tetap memelihara tujuan semata-mata hendak memuliakan Allah. Di sinilah Yesus merupakan seorang penolong, la tidak pernah begitu sibuk dengan urusan duniawi sehingga tidak ada lagi waktu atau pikiran untuk hal-hal surga. Kerapkali la menyatakan kesukaan hati-Nya oleh menyanyikan Mazmur dan nyanyian surga. Acapkali penduduk Nazaret mendengar suara-Nya menyanyikan pujian dan ucapan syukur kepada Allah. Ia mengadakan hubung-an dengan surga dalam nyanyian; dan apabila kawan-kawan-Nya mengeluh karena lelah dari pekerjaan, mereka itu diriangkan oleh nyanyian yang merdu dari bibir-Nya. Nyanyian pujian-Nya itu nampaknya mengusir malaikat-malaikat yang jahat, dan, seperti halnya dengan dupa, memenuhi tempat itu dengan keharuman. Pikiran para pendengar-Nya dibawa dari tempat buangan di dunia ini, ke rumah yang di surga.
KSZ1 64.3 Yesus adalah mata air kemurahan yang menyembuhkan bagi dunia ini; maka sepanjang tahun-tahun kesunyian yang di Nazaret itu, hidupNya mengalir dalam arus belaskasihan dan kelemahlembutan. Orang yang sudah tua, orang yang berduka, dan orang yang ditindas oleh dosa, anak-anak yang bermain-main dengan kesukaan hatinya yang murhi, makhluk-makhluk kecil di hutan belukar, binatang penarik muatan yang sabar, semuanya merasa lebih senang karena hadirat-Nya. Ia yang firman kekuasaan-Nya menyokong segala dunia, mau membungkuk untuk menolong seekor burung yang terkena luka. Tiada sesuatu yang terlalu kecil bagi perhatian-Nya, tiada sesuatu terhadap mana Ia merasa jijik untuk memberi pelayanan.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
7 Agustus 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Halaman 64-64 | Pasal 7, Paragraf 18-20 | KSZ1 64.1-KSZ1 64.3
Ayat Inti:
Lukas 2:52
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 5 membaca Bab 7: Pada Masa Kanak-kanak. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-5-hari-6-2026-08-07
Teks Lengkap:
Selama Ia hidup di antara manusia, Juruselamat kita turut menanggung nasib fakir miskin. Oleh pengalaman Ia mengetahui keluh kesah dan kesukaran mereka itu, maka Ia dapatlah menghibur dan memberanikan hati segala pekerja yang hina. Orang-orang yang mengerti benar-benar akan pengajaran hidup-Nya, tidak pernah akan merasa bahwa sesuatu perbedaan harus diadakan antara golongan-golongan, bahwa para hartawan harus dihormati melebihi orang miskin. [KSZ1 64.1]
Yesus bekerja dengan gembira dan bijaksana. Perlulah banyak kesabaran dan kerohanian untuk dapat membawa agama Alkitab ke dalam kehidupan di rumah tangga dan ke dalam tempat pekerjaan, menanggulangi tekanan perusahaan duniawi, namun tetap memelihara tujuan semata-mata hendak memuliakan Allah. Di sinilah Yesus merupakan seorang penolong, la tidak pernah begitu sibuk dengan urusan duniawi sehingga tidak ada lagi waktu atau pikiran untuk hal-hal surga. Kerapkali la menyatakan kesukaan hati-Nya oleh menyanyikan Mazmur dan nyanyian surga. Acapkali penduduk Nazaret mendengar suara-Nya menyanyikan pujian dan ucapan syukur kepada Allah. Ia mengadakan hubung-an dengan surga dalam nyanyian; dan apabila kawan-kawan-Nya mengeluh karena lelah dari pekerjaan, mereka itu diriangkan oleh nyanyian yang merdu dari bibir-Nya. Nyanyian pujian-Nya itu nampaknya mengusir malaikat-malaikat yang jahat, dan, seperti halnya dengan dupa, memenuhi tempat itu dengan keharuman. Pikiran para pendengar-Nya dibawa dari tempat buangan di dunia ini, ke rumah yang di surga. [KSZ1 64.2]
Yesus adalah mata air kemurahan yang menyembuhkan bagi dunia ini; maka sepanjang tahun-tahun kesunyian yang di Nazaret itu, hidupNya mengalir dalam arus belaskasihan dan kelemahlembutan. Orang yang sudah tua, orang yang berduka, dan orang yang ditindas oleh dosa, anak-anak yang bermain-main dengan kesukaan hatinya yang murhi, makhluk-makhluk kecil di hutan belukar, binatang penarik muatan yang sabar, semuanya merasa lebih senang karena hadirat-Nya. Ia yang firman kekuasaan-Nya menyokong segala dunia, mau membungkuk untuk menolong seekor burung yang terkena luka. Tiada sesuatu yang terlalu kecil bagi perhatian-Nya, tiada sesuatu terhadap mana Ia merasa jijik untuk memberi pelayanan. [KSZ1 64.3]