8 Agustus 2026 · Hari 7
Hari 7: Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Halaman 65-65 | Pasal 7, Paragraf 21-23 | KSZ1 65.1-KSZ1 65.3
Ayat Inti
Lukas 2:52
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 5 membaca Bab 7: Pada Masa Kanak-kanak. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 65.1 Demikianlah sedang Ia bertumbuh dalam akal budi dan perawakan, Yesus pun bertambah dalam kemurahan Allah dan manusia. Ia menarik simpati segala hati oleh menunjukkan diri-Nya sendiri sanggup menaruh simpati dengan semua orang. Suasana harapan dan semangat yang mengelilingi Dia menjadikan Dia suatu berkat dalam setiap rumah tangga. Maka sering dalam rumah sembahyang pada hari Sabat Ia dipanggil untuk membaca pelajaran dari surat nabi-nabi, dan hati para pendengar merasa gembira ketika suatu terang yang baru bersinar dari perkataan biasa dari ayat yang suci itu.
KSZ1 65.2 Namun Yesus menghindari pertunjukan. Selama tinggal di Nazaret, Ia tidak pernah menunjukkan kuasa ajaib-Nya. Ia tidak pernah mencari kedudukan yang tinggi dan tidak memakai sesuatu gelar. Hidup-Nya yang tenang dan sederhana, bahkan tidak adanya keterangan Alkitab tentang hidup-Nya ketika kanak-kanak, memberikan kepada kita suatu pelajaran yang penting. Makin tenang dan makin sederhana hidup seorang anak,—makin bebas dari kesibukan yang dibuat-buat, dan makin selaras dengan alam kejadian—makin baiklah itu bagi kekuatan tubuh dan pikiran dan bagi kekuatan rohani.
KSZ1 65.3 Yesus menjadi teladan kita. Banyak orang yang memusatkan perhatiannya pada masa kerja-Nya bagi khalayak ramai, sedangkan mereka tidak memperhatikan pengajaran masa kecil-Nya. Tetapi justru dalam hidup-Nya di rumah tanggalah Ia menjadi teladan bagi anak-anak dan orang muda. Juruselamat rela menempuh kepapaan, supaya Ia dapat mengajarkan betapa dekat kita dapat berjalan dengan Allah dalam suatu nasib yang hina. Ia hidup untuk menyenangkan hati, menghormati serta memuliakan Bapa-Nya dalam segala perkara kehidupan biasa. Pekerjaan-Nya mulai dengan memuliakan pekerjaan tukang yang hina, yang bekeija untuk mencari nafkahnya sehari-hari. Ia melakukan pekerjaan Allah pada waktu bekerja di bangku pertukangan kayu sama dengan pada waktu mengadakan mukjizat-mukjizat bagi khalayak ramai. Maka setiap orang muda yang mengikuti jejak Kristus dalam hal kesetiaan dan penurutan di rumah tangga-Nya yang sederhana itu, dapat menyatakan berhak atas sabda yang diucapkan tentang diri-Nya oleh Bapa melalui Roh Kudus,“Lihatlah itu hamba-Ku, yang Kupegang; pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan.” Yesaya 42:1.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
8 Agustus 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Halaman 65-65 | Pasal 7, Paragraf 21-23 | KSZ1 65.1-KSZ1 65.3
Ayat Inti:
Lukas 2:52
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 5 membaca Bab 7: Pada Masa Kanak-kanak. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-5-hari-7-2026-08-08
Teks Lengkap:
Demikianlah sedang Ia bertumbuh dalam akal budi dan perawakan, Yesus pun bertambah dalam kemurahan Allah dan manusia. Ia menarik simpati segala hati oleh menunjukkan diri-Nya sendiri sanggup menaruh simpati dengan semua orang. Suasana harapan dan semangat yang mengelilingi Dia menjadikan Dia suatu berkat dalam setiap rumah tangga. Maka sering dalam rumah sembahyang pada hari Sabat Ia dipanggil untuk membaca pelajaran dari surat nabi-nabi, dan hati para pendengar merasa gembira ketika suatu terang yang baru bersinar dari perkataan biasa dari ayat yang suci itu. [KSZ1 65.1]
Namun Yesus menghindari pertunjukan. Selama tinggal di Nazaret, Ia tidak pernah menunjukkan kuasa ajaib-Nya. Ia tidak pernah mencari kedudukan yang tinggi dan tidak memakai sesuatu gelar. Hidup-Nya yang tenang dan sederhana, bahkan tidak adanya keterangan Alkitab tentang hidup-Nya ketika kanak-kanak, memberikan kepada kita suatu pelajaran yang penting. Makin tenang dan makin sederhana hidup seorang anak,—makin bebas dari kesibukan yang dibuat-buat, dan makin selaras dengan alam kejadian—makin baiklah itu bagi kekuatan tubuh dan pikiran dan bagi kekuatan rohani. [KSZ1 65.2]
Yesus menjadi teladan kita. Banyak orang yang memusatkan perhatiannya pada masa kerja-Nya bagi khalayak ramai, sedangkan mereka tidak memperhatikan pengajaran masa kecil-Nya. Tetapi justru dalam hidup-Nya di rumah tanggalah Ia menjadi teladan bagi anak-anak dan orang muda. Juruselamat rela menempuh kepapaan, supaya Ia dapat mengajarkan betapa dekat kita dapat berjalan dengan Allah dalam suatu nasib yang hina. Ia hidup untuk menyenangkan hati, menghormati serta memuliakan Bapa-Nya dalam segala perkara kehidupan biasa. Pekerjaan-Nya mulai dengan memuliakan pekerjaan tukang yang hina, yang bekeija untuk mencari nafkahnya sehari-hari. Ia melakukan pekerjaan Allah pada waktu bekerja di bangku pertukangan kayu sama dengan pada waktu mengadakan mukjizat-mukjizat bagi khalayak ramai. Maka setiap orang muda yang mengikuti jejak Kristus dalam hal kesetiaan dan penurutan di rumah tangga-Nya yang sederhana itu, dapat menyatakan berhak atas sabda yang diucapkan tentang diri-Nya oleh Bapa melalui Roh Kudus,“Lihatlah itu hamba-Ku, yang Kupegang; pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan.” Yesaya 42:1. [KSZ1 65.3]