Hari 6: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
14 Agustus 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Halaman 73-75 | Pasal 8, Paragraf 22-25 | KSZ1 73.3-KSZ1 75.1

Ayat Inti

Lukas 2:49

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 73.3 Yesus tidak mengabaikan hubungan-Nya dengan orangtua-Nya yang di dunia ini. Dari Yerusalem Ia pulang ke rumah bersama mereka, dan Ia membantu mereka dalam pekerjaan sehari-hari. Ia menyembunyikan rahasia tugas-Nya dalam hati-Nya sendiri, menanti dengan taat saat yang telah ditentukan bagi-Nya untuk memulai pekerjaan-Nya. Delapan belas tahun lamanya sesudah Ia mengakui bahwa Ialah Putra Allah, Ia mengakui tali yang mengikatkan Dia ke rumah tangga yang di Nazaret dan melakukan segala kewajiban seorang anak, seorang saudara, seorang sahabat, dan seorang warga negara.

KSZ1 74.1 Oleh karena misi-Nya sudah terbuka bagi Yesus dalam bait suci, menghindari hubungan dengan orang banyak. Ia ingin pulang dari Yerusalem dengan diam-diam, bersama dengan mereka yang tahu akan rahasia hidup-Nya. Oleh upacara Paskah, Allah sedang berusaha hendak memanggil umat-Nya keluar dari segala kesusahan duniawi serta mengingatkan mereka akan segala perbuatan-Nya yang ajaib dalam kelepasan mereka dari Mesir. Dalam perbuatan ini Ia ingin supaya mereka melihat janji kelepasan dari dosa. Sebagaimana darah anak domba yang disembelih itu melindungi rumah tangga bani Israel, demikian juga darah Kristus akan menyelamatkan jiwa mereka; tetapi mereka dapat diselamatkan oleh Kristus hanya apabila oleh percaya mereka membuat hidup-Nya menjadi hidup mereka sendiri. Akan ada rahmat dalam upacara-upacara simbolis, hanya apabila ditujukannya orang-orang yang berbakti itu kepada Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Allah menghendaki agar mereka dituntun ke arah penyelidikan serta renungan yang disertai doa tentang tugas Kristus. Tetapi sesudah orang banyak itu meninggalkan Yerusalem, kegembiraan sepanjang perjalanan dengan percakapan pada teman-teman memenuhi perhatian mereka, sehingga upacara yang baru mereka saksikan itu dilupakan. Juruselamat tidak tertarik kepada rombongan mereka itu.

KSZ1 74.2 Ketika Yusuf dan Maria pulang dari Yerusalem sendiri dengan Yesus, Ia berharap hendak menujukan pikiran mereka kepada nubuatannubuatan tentang Juruselamat yang akan menderita. Di atas Bukit Golgota Ia berusaha meringankan dukacita ibu-Nya. Kini Ia tengah memikirkan tentang ibu-Nya. Maria harus menyaksikan penderitaan-Nya yang terakhir, dan Yesus menghendaki agar ia mengerti tugas-Nya, supaya ia dapat menjadi kuat untuk menderita, manakala pedang itu menerusi jiwanya nanti. Sebagaimana Yesus telah terpisah dari padanya dan ia telah mencari Dia dengan diliputi dukacita tiga hari lamanya, demikian juga bilamana Ia dipersembahkan karena dosa-dosa dunia ini, Ia akan terpisah pula dari padanya tiga hari lamanya. Maka apabila Ia keluar dari kubur, dukacitanya akan berubah pula menjadi sukacita. Akan tetapi ia akan jauh lebih kuat menanggung kesengsaraan karena kematian-Nya sekiranya ia mengerti segala nubuatan ke arah mana Yesus kini mencoba mengalihkan segala pikirannya.

KSZ1 75.1 Sekiranya Yusuf dan Maria telah memusatkan pikiran mereka pada Allah dengan renungan dan doa, niscaya mereka sudah menginsafi betapa sucinya tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada mereka dan mereka tidak akan kehilangan Yesus. Karena kelengahan sehari mereka kehilangan Juruselamat; akan tetapi mereka harus mencari dengan perasaan cemas selama tiga hari untuk menemukan Dia. Demikian juga halnya dengan kita; dengan perkataan sia-sia, fitnahan, atau kelalaian berdoa, mungkin kita pada satu hari kehilangan hadirat Juruselamat, lalu mungkin memerlukan berhari-hari lamanya untuk mendapat Dia dengan susah payah, serta memperoleh damai yang telah hilang dari kita.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

14 Agustus 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 73-75 | Pasal 8, Paragraf 22-25 | KSZ1 73.3-KSZ1 75.1

Ayat Inti:
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-6-hari-6-2026-08-14

Teks Lengkap:

Yesus tidak mengabaikan hubungan-Nya dengan orangtua-Nya yang di dunia ini. Dari Yerusalem Ia pulang ke rumah bersama mereka, dan Ia membantu mereka dalam pekerjaan sehari-hari. Ia menyembunyikan rahasia tugas-Nya dalam hati-Nya sendiri, menanti dengan taat saat yang telah ditentukan bagi-Nya untuk memulai pekerjaan-Nya. Delapan belas tahun lamanya sesudah Ia mengakui bahwa Ialah Putra Allah, Ia mengakui tali yang mengikatkan Dia ke rumah tangga yang di Nazaret dan melakukan segala kewajiban seorang anak, seorang saudara, seorang sahabat, dan seorang warga negara. [KSZ1 73.3]

Oleh karena misi-Nya sudah terbuka bagi Yesus dalam bait suci, menghindari hubungan dengan orang banyak. Ia ingin pulang dari Yerusalem dengan diam-diam, bersama dengan mereka yang tahu akan rahasia hidup-Nya. Oleh upacara Paskah, Allah sedang berusaha hendak memanggil umat-Nya keluar dari segala kesusahan duniawi serta mengingatkan mereka akan segala perbuatan-Nya yang ajaib dalam kelepasan mereka dari Mesir. Dalam perbuatan ini Ia ingin supaya mereka melihat janji kelepasan dari dosa. Sebagaimana darah anak domba yang disembelih itu melindungi rumah tangga bani Israel, demikian juga darah Kristus akan menyelamatkan jiwa mereka; tetapi mereka dapat diselamatkan oleh Kristus hanya apabila oleh percaya mereka membuat hidup-Nya menjadi hidup mereka sendiri. Akan ada rahmat dalam upacara-upacara simbolis, hanya apabila ditujukannya orang-orang yang berbakti itu kepada Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Allah menghendaki agar mereka dituntun ke arah penyelidikan serta renungan yang disertai doa tentang tugas Kristus. Tetapi sesudah orang banyak itu meninggalkan Yerusalem, kegembiraan sepanjang perjalanan dengan percakapan pada teman-teman memenuhi perhatian mereka, sehingga upacara yang baru mereka saksikan itu dilupakan. Juruselamat tidak tertarik kepada rombongan mereka itu. [KSZ1 74.1]

Ketika Yusuf dan Maria pulang dari Yerusalem sendiri dengan Yesus, Ia berharap hendak menujukan pikiran mereka kepada nubuatannubuatan tentang Juruselamat yang akan menderita. Di atas Bukit Golgota Ia berusaha meringankan dukacita ibu-Nya. Kini Ia tengah memikirkan tentang ibu-Nya. Maria harus menyaksikan penderitaan-Nya yang terakhir, dan Yesus menghendaki agar ia mengerti tugas-Nya, supaya ia dapat menjadi kuat untuk menderita, manakala pedang itu menerusi jiwanya nanti. Sebagaimana Yesus telah terpisah dari padanya dan ia telah mencari Dia dengan diliputi dukacita tiga hari lamanya, demikian juga bilamana Ia dipersembahkan karena dosa-dosa dunia ini, Ia akan terpisah pula dari padanya tiga hari lamanya. Maka apabila Ia keluar dari kubur, dukacitanya akan berubah pula menjadi sukacita. Akan tetapi ia akan jauh lebih kuat menanggung kesengsaraan karena kematian-Nya sekiranya ia mengerti segala nubuatan ke arah mana Yesus kini mencoba mengalihkan segala pikirannya. [KSZ1 74.2]

Sekiranya Yusuf dan Maria telah memusatkan pikiran mereka pada Allah dengan renungan dan doa, niscaya mereka sudah menginsafi betapa sucinya tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada mereka dan mereka tidak akan kehilangan Yesus. Karena kelengahan sehari mereka kehilangan Juruselamat; akan tetapi mereka harus mencari dengan perasaan cemas selama tiga hari untuk menemukan Dia. Demikian juga halnya dengan kita; dengan perkataan sia-sia, fitnahan, atau kelalaian berdoa, mungkin kita pada satu hari kehilangan hadirat Juruselamat, lalu mungkin memerlukan berhari-hari lamanya untuk mendapat Dia dengan susah payah, serta memperoleh damai yang telah hilang dari kita. [KSZ1 75.1]