16 Agustus 2026 · Hari 1
Hari 1: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN
Halaman 77-78 | Pasal 9, Paragraf 1-4 | KSZ1 77.1-KSZ1 78.2
Ayat Inti
Ibrani 4:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 7 membaca Bab 9: Hari-hari Perjuangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 77.1 Semenjak kecil sekali anak orang Yahudi sudah dikelilingi dengan segala tuntutan rabi-rabi. Berbagai peraturan yang keras sudah ditentukan untuk setiap kegiatan, hingga soal-soal kehidupan yang terkecil sekalipun. Di bawah asuhan guru-guru di rumah ibadah orang-orang muda diajar tentang peraturan-peraturan yang tidak terkira banyaknya, yang diharap mereka taati sebagai orang Israel yang beribadah. Tetapi Yesus tidak memusingkan diri-Nya dalam soal-soal ini. Sejak kecil Ia berlaku bebas dari segala hukum rabi-rabi. Segala tulisan dalam Perjan-jian Lama selamanya dipelajari-Nya dan perkataan, Demikianlah firman Tuhan,” selalu ada di bibir-Nya.
KSZ1 77.2 Ketika keadaan bangsa itu mulai terbuka bagi pikiran-Nya, dilihatNya bahwa tuntutan masyarakat dan tuntutan Allah selamanya berbenturan satu sama lain. Manusia sudah menjauhkan diri dari sabda Allah, serta meninggikan segala teori rekaan mereka sendiri. Mereka memelihara upacara-upacara tradisi yang tidak mengandung manfaat. Acara perbaktian mereka hanyalah berupa upacara agama yang diulang-ulang belaka; segala kebenaran kudus yang dimaksudkan untuk diajarkannya, tersembunyi dari orang-orang yang datang berbakti. Ia melihat bahwa dalam upacara-upacara mereka yang tidak disertai iman itu mereka tidak mendapat damai. Mereka tidak mengenal kebebasan Roh yang akan datang kepada mereka oleh berbakti kepada Allah dalam kebenaran. Yesus telah datang guna mengajarkan arti perbaktian kepada Allah, dan Ia tidak dapat membenarkan pencampuran segala tuntutan manusia dengan ajaran Ilahi. Ia tidak menyerang ajaran atau kebiasaan guru-guru yang alim itu; akan tetapi bila ditegur karena segala kebiasaan-Nya sendiri yang sederhana itu, Ia mengucapkan firman Allah untuk membenarkan tingkah laku-Nya itu.
KSZ1 78.1 Dengan cara yang halus dan lembut, Yesus berusaha menyenangkan hati orang-orang yang berbicara dengan Dia. Oleh karena Ia bersikap lemah lembut dan tidak suka menonjolkan diri maka para ahli taurat dan tua-tua menyangka bahwa Ia akan mudah terpengaruh oleh pengajaran mereka. Mereka membujuk Dia supaya menerima baik segala adat istiadat serta tradisi yang telah diwariskan turun temurun dari rabi-rabi purbakala, tetapi Ia meminta wewenang mereka dalam Alkitab. Ia mau mendengar tiap sabda yang keluar dari mulut Allah; tetapi Ia tidak dapat menurut segala rekaan manusia. Yesus tampaknya mengetahui Alkitab dari awai sampai akhir, dan Ia menguraikannya dalam arti yang sesungguhnya. Rabi-rabi merasa malu diajar oleh seorang anak kecil. Mereka menuntut bahwa kewajiban merekalah untuk menjelaskan Alkitab, dan bahwa pihak-Nyalah yang harus menerima tafsiran mereka. Mereka marah karena Ia berani melawan perkataan mereka itu.
KSZ1 78.2 Mereka tahu bahwa tidak ada wewenang yang dapat diperoleh dalam Alkitab untuk tradisi-tradisi mereka itu. Mereka menyadari bahwa dalarn pengertian rohani Yesus jauh lebih maju daripada mereka. Namun mereka marah karena Ia tidak menurut segala perintah mereka. Karena tidak berhasil meyakinkan Dia, mereka mencari Yusuf dan Maria, lalu membentangkan di hadapan mereka pembawaan-Nya yang tidak taat itu. Demikianlah Ia menderita teguran dan kecaman.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
16 Agustus 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN
Halaman 77-78 | Pasal 9, Paragraf 1-4 | KSZ1 77.1-KSZ1 78.2
Ayat Inti:
Ibrani 4:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 7 membaca Bab 9: Hari-hari Perjuangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-7-hari-1-2026-08-16
Teks Lengkap:
Semenjak kecil sekali anak orang Yahudi sudah dikelilingi dengan segala tuntutan rabi-rabi. Berbagai peraturan yang keras sudah ditentukan untuk setiap kegiatan, hingga soal-soal kehidupan yang terkecil sekalipun. Di bawah asuhan guru-guru di rumah ibadah orang-orang muda diajar tentang peraturan-peraturan yang tidak terkira banyaknya, yang diharap mereka taati sebagai orang Israel yang beribadah. Tetapi Yesus tidak memusingkan diri-Nya dalam soal-soal ini. Sejak kecil Ia berlaku bebas dari segala hukum rabi-rabi. Segala tulisan dalam Perjan-jian Lama selamanya dipelajari-Nya dan perkataan, Demikianlah firman Tuhan,” selalu ada di bibir-Nya. [KSZ1 77.1]
Ketika keadaan bangsa itu mulai terbuka bagi pikiran-Nya, dilihatNya bahwa tuntutan masyarakat dan tuntutan Allah selamanya berbenturan satu sama lain. Manusia sudah menjauhkan diri dari sabda Allah, serta meninggikan segala teori rekaan mereka sendiri. Mereka memelihara upacara-upacara tradisi yang tidak mengandung manfaat. Acara perbaktian mereka hanyalah berupa upacara agama yang diulang-ulang belaka; segala kebenaran kudus yang dimaksudkan untuk diajarkannya, tersembunyi dari orang-orang yang datang berbakti. Ia melihat bahwa dalam upacara-upacara mereka yang tidak disertai iman itu mereka tidak mendapat damai. Mereka tidak mengenal kebebasan Roh yang akan datang kepada mereka oleh berbakti kepada Allah dalam kebenaran. Yesus telah datang guna mengajarkan arti perbaktian kepada Allah, dan Ia tidak dapat membenarkan pencampuran segala tuntutan manusia dengan ajaran Ilahi. Ia tidak menyerang ajaran atau kebiasaan guru-guru yang alim itu; akan tetapi bila ditegur karena segala kebiasaan-Nya sendiri yang sederhana itu, Ia mengucapkan firman Allah untuk membenarkan tingkah laku-Nya itu. [KSZ1 77.2]
Dengan cara yang halus dan lembut, Yesus berusaha menyenangkan hati orang-orang yang berbicara dengan Dia. Oleh karena Ia bersikap lemah lembut dan tidak suka menonjolkan diri maka para ahli taurat dan tua-tua menyangka bahwa Ia akan mudah terpengaruh oleh pengajaran mereka. Mereka membujuk Dia supaya menerima baik segala adat istiadat serta tradisi yang telah diwariskan turun temurun dari rabi-rabi purbakala, tetapi Ia meminta wewenang mereka dalam Alkitab. Ia mau mendengar tiap sabda yang keluar dari mulut Allah; tetapi Ia tidak dapat menurut segala rekaan manusia. Yesus tampaknya mengetahui Alkitab dari awai sampai akhir, dan Ia menguraikannya dalam arti yang sesungguhnya. Rabi-rabi merasa malu diajar oleh seorang anak kecil. Mereka menuntut bahwa kewajiban merekalah untuk menjelaskan Alkitab, dan bahwa pihak-Nyalah yang harus menerima tafsiran mereka. Mereka marah karena Ia berani melawan perkataan mereka itu. [KSZ1 78.1]
Mereka tahu bahwa tidak ada wewenang yang dapat diperoleh dalam Alkitab untuk tradisi-tradisi mereka itu. Mereka menyadari bahwa dalarn pengertian rohani Yesus jauh lebih maju daripada mereka. Namun mereka marah karena Ia tidak menurut segala perintah mereka. Karena tidak berhasil meyakinkan Dia, mereka mencari Yusuf dan Maria, lalu membentangkan di hadapan mereka pembawaan-Nya yang tidak taat itu. Demikianlah Ia menderita teguran dan kecaman. [KSZ1 78.2]